Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 71 'Desi dan dino'


__ADS_3

"Bawa dia, dan ingat jangan biarkan dia lolos. Jangan sampai rencana kita terbongkar" Ujar Daus kepada Anka buah kepercayaannya.


Tian di kurung di dalam kamarnya. Daus tidak akan membiarkan Tian membocorkan rahasianya kepada siapapun. Dari awal Daus sebenarnya sudah tidak yakin dengan Tian, karena Tian memiliki hati yang sedikit lembut. Tidak seperti dirinya yang sudah keras dan penuh akan dendam. Kematian istrinya lah yang merubah seluruh kehidupannya. Istri yang tengah hamil, harus mengalami kecelakaan dan meninggal dunia bersama jabang bayinya.


Itu semua karena Diki dan Tuan Artmaja.


Awalnya Daus ingin membunuh Dea, Yoga, dan Riko. Agar mereka merasakan kehilangan yang sama dengan apa yang dirasakannya. Tapi Dia selalu gagal dalam rencana. Jadi Daus membuat rencana untuk menghancurkan hidup Dea, Dengan menikahi Dea, dan menyiksanya seperti budak. Maka seluruh keluarga Artmaja akan merasakan sakit.


Daus pernah membayar salah satu atlet untuk menghancurkan masa depan Mera, tapi di gagalkan oleh Rian. Dan penjagaan Mera pun semakin ketat. Sulit untuk di gapai olehnya.


Dan saat dunia mengatakan jika Dea adalah tunangan Riko, maka sasaran nya di ubah, Yaitu menghancurkan masa depan Dea. Dan membuat keluarga Artmaja menderita.


Tian di kamar sedang berfikir bagai mana caranya agar di bisa membocorkan semu rahasia ini kepada Dea. Walaupun Tian harus mengambil resiko jika Dea membencinya. Setidaknya Dea harus tau kebenarannya.


Di sisi lain. Tepatnya di rumah sakit Purnama.


Riko tengah menjaga Dea yang sedang tertidur. Riko duduk di samping tempat tidur Dea, dan menggenggam erat tangan mungil itu.


" Makan lah, Dari tadi siang kau belum makan" Ujar Dino.


" Aku tidak lapar."


" Terserah, aku juga tidak peduli jika kau sakit. Itu kesempatanku untuk menjaga dua wanita cantik yang tengah terbaring itu."


Riko menatao tajam kepada Dino. Riko menghela napasnya kasar dan berjalan mendekati Dino yang tengah duduk di kursi tamu. Riko mengambil 1 bungkus Nasi uduk, dan memakannya dengan lahap.


"Sok jual mahal, padahal lapar tapi gengsian" Gumam Dino yang masih terdengar oleh Riko.


" Kau lebih baik pulang saja, untuk apa kau di sini? Bikin semak aja" Ujar Riko.


Dino hanya tersenyum mengejek kepada Riko. "Aku akan tetap di sini sampai bidadari ku sembuh" Ujar Dino.


Riko menatap tajam kearah Dino. Pasalnya Dino pernah menaruh hati kepada Dea.


Setelah makan, Riko kembali duduk di dekat Dea yang tengah tertidur pulas. Di pandangnya wajah ayu dan imut milik Dea.


Dino yang menatap mereka pun tersenyum, sahabatnya itu benar-benar mencintai Dea.


Tit..tit..tit..


Dino bergegas menuju ke tempat Desi terbaring. Dino menekan tombol darurat yang terletak di dinding di atas nakas. Tak berapa lama tim dokter pun tiba memeriksa keadaan Desi.


Dino dan Riko menunggu hingga dokter keluar.


Saat dokter membuka tirai penutup, Dino langsung mendekati dokter tersebut.


" Tenang, Nona Desi baik-baik saja. Sia sudah melewati masa kritisnya. kita tunggu saja sampai dia sadar." Ujar dokter jaga tersebut dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Dino mendekati Desi dan menggenggam tangan Desi.


" Kau harus bangun, kau harus menjawab lamaran ku" Bisik Dino.


" Desi? bidadari itu Desi?" Tanya Riko yang membuat Dino tertegun dan merutuki kebodohannya.


Desi meminta agar Dino merahasiakan hubungan mereka hingga sampai Desi benar-benar siap menerima Dino sebagai suaminya.


" Diam lah, aku tidak meminta pendapat mu" Ujar Dino dingin.


" Ha.. ha..ha.. Apa kau benar-benar jatuh cinta? atau kau hanya mempermainkan Desi? Jika kau mempermainkannya, Maka aku adalah orang pertama yang menghajar mu" Ujar Riko


" Aku tidak perlu menceritakan kisah cinta ku kepada mu" Ujat Dino dingin.


Riko melihat keseriusan dalam ucapan Dino. Riko pun tidak melanjutkan perkataannya. Dan membiarkan Dino bersama dengan gadisnya.


Keesokan harinya Dea sudah di izinkan pulang, karena tidak ada luka parah di dirinya. Dan dengan bersamaan juga Desi membuka matanya. Di lihatnya orang pertama yang berada di sampingnya adalah Dino.


" Kamu sudah bangun?" Tanya Dino dengan senyum manisnya.


" Akhh" Desi menegang kepalanya saat ingin duduk. Dino membantu Desi duduk dan bersandar di kepala tempat tidur.


" Gimana Dea?" Tanya Desi.


" Aku baik-baik saja. Ujar Dea dan mendekat ke arah Desi.


" Syukurlah kau baik-baik saja Dea" Ujar Desi


"Kau membuatku kesal. Jadi sekarang kau harus mendapatkan hukuman dari ku" Ujar Dea.


" Hukuman? Hah.. kau selalu saja begitu. Baiklah. Apa hukumannya?" Tanya Desi penasaran.


Memang semenjak persahabatan mereka terjalin, Desi dan Dea selalu saling menberikan hukuman jika salah satu dari mereka membuat yang lainnya kesal.


Dea berjalan dan mendekat ke arah Desi.


" Kau harus menerima lamaran Dino" Ujar Dea.


Riko tertegun karena ternyata Dea juga tau tentang hubungan Dino dan Desi. kenapa dirinya tidak menyadarinya selama ini?


Dino tersenyum bahagia, dan mengapa Desi penuh makna.


" Kau, simpan muka mesum mu itu. Atau aku akan mencakar ya" Ujar Desi dengan wajah yang merona.


Dea kembali pulang ke kediaman keluarga Artmaja. Sedangkan Desi masih harus di beberapa hari lagi.


Oma meta Dan Tante Dizah sudah menanti kepulangan Dea. Begitu juga dengan Pooja. Kehadiran Dea di sambut hangat oleh mereka, kecuali Priya.

__ADS_1


' Lihat saja, kali ini kau selamat, tapi nanti kau akan mati' Batin Priya menatap Dea dengan permusuhan.


Riko memanggil Udin, dan menanyakan perihal CCTV tentang kecelakaan Dea.


Pelakunya tidak diketahui, karena plat polisi yang di gunakan mobil tersebut adalah palsu, dan mobil tersebut masuk kedalam daftar mobil hitam, Alias mobil bodong.


Riko berfikir sejenak, kemudian menghubungi Rian untuk mencari tahu tentang mobil tersebut.


Tak berapa lama Rian sudah memberi kabar, bahwa ada satu Geng mafia yang suka sekali bermain mobil bodong. Mereka bisa bertanya di sana perihal mobil tersebut. Tidak mudah mencari tau dari seorang mafia.


Untungnya Udin memiliki kenalan di sana. Yang mana Udin pernah menyelamatkan nyawa salah satu mafia tersebut. Dan mafia itu berjanji akan membantu Udin saat membutuhkan bantuannya.


Riko langsung saja menyuruh Udin menghubungi si salah satu mafia tersebut, yang di ketahui namanya Panda.


Udin terlihat berbincang dengan panda di sambungan panggilan, Dan tak berapa lama panggilan tersebut berakhir.


" Bagaimana?" Tanya Riko.


" Mobil itu di beli oleh Daus" Ujar Udin.


"Daus? Siapa dia sebenarnya" Gumam Riko.


"Apa kau di beritahu siapa nama sebenarnya?" Tanya Riko


" Tidak, mereka hanya mengatakan namanya adalah Daus. tidak ada yang spesial dari dirinya. Karena daus hanya penjual kelontong di pinggir kota. Daus membeli mobil tersebut karena harnyanya murah. Panda juga mengatakan bahwa mobil tersebut untuk alat transportasi dirinya dalam mengantar barang,"


" Apa kau mendapatkan alamatnya?" Tanya Riko lagi.


" Iya, dia sudah mengirimkan alamatnya.," Ujar Udin sembari memperlihatkan alamat yang dikirimkan oleh Panda tersebut.


Riko menghubungi Rian, untuk menyuruh mereka berkumpul malam ini.


.


.


.


.


.


.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENTARNYA DI TUNGGU YAA..


TERIMA KASIH..

__ADS_1


__ADS_2