
" kayak biasa kn den. ini non cantik mau juga satenya??" ucap penjual sate.
" iya boleh dek pak, tapi jangan pake lontong yaa" ucap Dea
setelah menunggu beberapa menit, sate pun siap dan mulai di santap oleh Dea dan Riko. sekali kali Riko melirik ke arah Dea yang menikmati dan bibirnya penuh belepotan dengan kuah sate. Riko mengarahkan tangannya ke arah bibir Dea dan mengusap kuah sate yang berlepotan di bibir Dea.
" eh "
"makannya pelan pelan aja, bibir kamu penuh dengan kuah sate " ucap Riko yang masih mengelus pinggir bibir Dea
Dea langsung menarik tisu dan membersihkan bibirnya. ' apaan sih si Riko ini, bikin orang grogi aja. aduuhh mana ni jantung dari tadi gak berhenti berdebar lagi.' batin Dea
" wah, den Riko ternyata romantis ya.. ini pasti calon istrinya den Riko ya" ucap penjual sate
" eh, bukan pak. saya cuma sepupunya " ucap Dea cepat sebelum Riko yang duluan menjawab
Riko membayar satenya, dan Dea langsung berlari kearah mobil setelah Riko membuka kunci mobilnya. karena saat ini sedang hujan.
Riko berlari dan masuk kedalam mobil. Riko mengambil beberapa tisu yang ada di dalam mobil dan membersihkan beberapa bagian tubuhnya yang basah terkena hujan.
saat ingin mengambil tisu lagi, tanpa sengaja tangan Dea dan tangan Riko bersentuhan karena berbarengan mengambil tisu. serasa ada aliran listrik yang menjalar ke dua tubuh insan manusia ini.
Riko menatap Dea yang sedang melihat kearahnya juga. dan dea memalingkan wajahnya untuk menutupi kecanggungan di antara mereka berdua.
" eheemm." Riko berdehem untuk menghilangkan kecanggungan yang membuat jantungnya makin berdetak cepat.
' gue harus pastiin kalo debaran ini cuma bukan karena gue jatuh cinta ke dea' batin Riko
" eem, de ?" panggil Riko
__ADS_1
Dea menoleh ke arah Riko
" mm? "
" saya dengar, kamu itu cewek yang suka mematahkan hati pria ya??"
sontak Dea membelalakkan matanya mendengar ucapan Riko
" APPAAA? "
" biasa aja kali responnya" ucap Riko
" saya itu ya, tidak pernah mematahkan hati siapapin. salah mereka sendiri yang naruh harapan ke pada saya " ucap Dea sombong
" masa sih, pasti kamu pelet mereka"
" gini yaa pak Riko terhormat. di kampung itu saya terkenal dengan sebutan gadis pandang 1 menit. jadi siapapun yang melihat saya tanpa berkedip sekalipun, maka dia harus siap siap patah hati " jelas Dea
Riko mengangkat sudut bibirnya membentuk senyum sinis " benarkah?"
" pak Riko gak percaya?? atau pak Riko mau bukti?? " ucap Dea yang ingin menantang Riko
" saya tidak takut, dan saya yakin saya tidak gampang suka sama kamu hanya karena saya melihat kamu. yang ada nanti kamu yang naksir saya" ucap Riko sombong
mencebikkan bibirnya dan memposisikan tubuhnya menghadap Riko serta menatap Riko sinis. Riko pun tak mau kalah, dia memposisikan juga tubuhnya menghadap Dea dan menatap Dea dengan tak kalah sinis.
1 detik, 5 detik, 15 detik, mereka masih bertatapan dengan tatapan yang mulai tidak bisa di artikan.
30 detik, Riko mulai merasa tubuhnya yang kedinginan karena hujan terasa panas dan ada yang lain dari tubuhnya.
__ADS_1
45 detik. Riko mulai mendekatkan wajahnya perlahan ke arah Dea. degupan jantung keduanya semakin cepat. dah wajah Riko pun tak kalah makin dekatnya hingga Riko sudah merasakan hangatnya napas Dea dan
huupp.
mata Riko berkedip cepat melihat wajahnya sudah menempel ke sebuah kertas brosur.
sadar akan posisinya, Riko langsung memundurkan tubuhnya dan kembali duduk menghadap setir mobil. Riko pun berdehem berkali kali agar menghilangkan kegugupan yang di alaminya.
Dea langsung menghadap ke jendela untuk menutupi wajah merona ya. ' ya ampun.. untung gue cepat sadarnya. kalo gak bisa bahaya ntar ' batin Dea sambil memegang pipinya yang terasa hangat.
" emm, kita pulang sekarang? " ucap Riko agar mencairkan suasana
" iya " ucap Dea cepat.
tidak ada pembicaraan apapun. Dea masih memegang pipinya, dan sekali kali memegang jantungnya yang berdetak 2x lebih cepat dari sebelumnya. seakkan jantungnya akan meloncat keluar dan menari nari di dashboard mobil.
Riko melakukan hal yang sama, memegang jantungnya. ' kayak nya gue harus periksa ke dokter spesialis jantung nich ' batin Riko
sesampainya di rumah, Riko memarkirkan mobilnya dan Dea langsung keluar dari mobil dan menerobos hujan dan berlari masuk langsung ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan Oma kepadanya.
" Riko, apa yang terjadi dengan Dea?, kenapa Dea berlari seperti melihat hantu?" tanya Oma kepada Riko yang baru masuk ke dalam rumah
" eemm, mung.. mungkin karena hujan Oma, jadi bajunya basah, makanya dia terburu buru masuk ke dalam kamar. " ucap Riko gugup.
Oma mengernyitkan keningnya dan menatap Riko curiga
" emm, Riko ke kamar ya Oma ? pamit Riko dan langsung berlari menaiki tangga.
' sepertinya ada yang tidak beres ini' batin Oma meta
__ADS_1