Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 70 'kecelakaan'


__ADS_3

"Jadi teman yang ingin kau jumpai adalah mereka?" Tanya Riko.


Saat ini mereka sudah berada di ruangan Riko. Dea sengaja bertemu Desi dan Dino di kantornya, karena Dea yakin jika Riko akan terus mengekorinya.


Ada meeting penting yang harus di hadiri oleh Riko langsung. Tapi Riko menolaknya dan tidak peduli jika kehilangan proyek tersebut. Asalkan dia tidak kehilangan Dea lagi. Dino sengaja menghubungi Dea, memberitahukan tentang meeting tersebut. Maka dari itu Dea sengaja berjumpa dengan Desi dan Dino di kantor. Jadi mau tak mau Riko pasti juga akan ke mengikutinya ke kantor.


" Mereka sahabat ku" Jawab Dea jujur.


Dino dan Desi memang sahabatnya. Bahkan mereka tau di mana Dea berada saat menghilang berbulan-bulan. Dino sengaja tidak memberi tahu Riko. sekalian memberikan pelajaran kepadanya agar di merasakan kehilangan Dea. Dan Riko bisa membedakan seberapa besar cintanya kepada Dea dan Priya.


Sebenarnya Dino sudah ingin mengatakan kepada Dea bahwa Riko tidak jadi menikah dengan Priya, tapi Dea selalu mengancam jika dia kan menghilang jika merek membicarakan tentang Riko. Dino dan Desi pun akhirnya bungkam tentang Riko.


" Sejak kapan kau bersahabat dengan mereka?" Tanya Riko penasaran.


"cepat ganti bajumu, atau aku akan pergi lagi." Ancam Dea.


" Kau benar-benar licik. Lihat saja, aku akan menghukum mu" Ujar Riko menatap Dea tajam.


De membalas tatapan Riko tak kalah tajam. "coba saja, aku tidak takut. " Jawabnya.


Riko melihat seperti ada ancaman dari ucapan Dea, Riko pun tersenyum dan mendekati Dea. " Maaf, aku bercanda. Jangan pergi lagi. Atau aku akan gila" Ucap Riko merayu Dea.


" Cepat ganti baju mu, aku akan menunggumu di sini." Ujar Dea lembut tapi tegas.


Riko mengaggukkan kepalanya dan bergegas mengganti bajunya.


Rapat berjalan dengan lancar. Riko selalu berhasil membuat Klien kelas Kakap terpesona oleh keahliannya.


Dea saat ini sedang bersama dengan Desi. Saat menyetujui permintaan Dino, Dea meminta imbalan jika waktu Desi hari ini bersama dengannya. Dan dengan berat hati Dino menyetujuinya. Bukan karena tak rela jika tidak berjumpa dengan Desi, tapi banyak pekerjaan Dino yang membutuhkan seorang Desi yang sangat cekatan.


Dea mengajak Desi berjalan-jalan ke Mall. Sudah lama sekali rasanya Dea tidak merasakan kebebasan, karena takut akan ketawan keberadaannya selama ini oleh Riko dan Rian.


Setelah meeting selesai, Riko bergegas kembali keringatnya, namun Dea sudah tidak ada di dalam sana. Riko panik dan langsun LG menghubungi nomor Dea. Namun sayang, nomor Dea tidak aktif. Riko semakin panik dan keluar dari ruangannya menuju ruangan Dino dengan emosi.


" Kau..."


Belum habis Riko menyelesaikan ucapannya Dino sudah memotongnya.


" Mereka sedang berbelanja di Mall."


" Mereka?" Tanya Riko penasaran, masih dengan tatapan permusuhannya.


" Dea dan Desi." Ujar Dino sambil memutar bola matanya malas.


"Ke mana?" Tanyanya..


Belum sempat Dino menjawab, Ponselnya sudah duluan berbunyi.


"Hall____"


"Dino.... Desi... Kami sekarang menuju rumah sakit Purnama, Cepat ke sini. Akh..."


" Dea, ada apa? Dea..!!" Teriak Dino frustasi.

__ADS_1


Terdengar suara pria yang menjawab panggilan Dino tadi.


"Maaf pak, Nona yang menelpon anda barusan pingsan, mereka mengalami kecelakaan tabrak lari. Saat ini mereka berada di dalam mobil ambulance, Menuju rumah sakit__"


Belum selesai pria itu menjawab, Dino sudah mematikan panggilan telponnya.


" Ayo cepat, mereka mengalami tabrak lari" Ujar Dino menyambar kunci mobilnya dan berlari.


Riko mengikuti Dino.


Sesampainya di Rumah Sakit Purnama, Dino menanyakan keberadaan Dea dan Desi kepada resepsionis rumah sakit. Dan resepsionis tersebut mengatakan jika mereka masih di ruangan IGD.


Riko ingin masuk, tetapi di larang oleh dokter karena mereka sedang di periksa. jadi Riko dan Dino menunggu hingga dokter selesai memeriks Dea dan Desi.


Selang sepuluh menit, Dokter keluar dari ruangan IGD.


" Gimana keadaan calon istri saya Dok?" Tanya Riko.


" Maaf, apa anda keluarga pasien yang tabrak lari?" Tanya Dokter Arkan,


" Iyaa, saya calon suaminya" Jawab Riko.


" Salah satu dari nona tersebut mengalami Luka serius di bagian kepala, sedangkan Nona yang satu lagi hanya shock dan pingsan." Jelas dokter.


" Siapa yang luka serius dok?" Tanya Dino.


" Maaf, saya tidak tau siapa namanya, karena identitas mereka tidak ada. Sepertinya mereka kerampokan" Ujar Dokter Arkan. " Jika kalian ingin menemuinya, silahkan."


Riko dan Dino masuk kedalam ruang IGD. Riko melihat sepatu yang di kenakan Dea tadi. Riko mendekati brankar yang terdapat sepatu Dea yang tertutup oleh pembatas dari kain.


" De, bangun.. Aku sayang banget sama kamu. Aku janji gak akan buat kamu kamu terluka. pliss bangun De." Ujar Riko sambil memeluk si pasien.


"Aku janji akan menuruti semua perintahmu. Dan akan melakukan apapun untu mu. Tapi jangan pernah tinggalin aku De. Kamu harus bangun. Kamu harus hidup bersamaku. Kamu belum mendapatkan hukuman kamu. Kamu harus di hukum karena telah pergi meninggalkan aku. Kamu harus di hukum dengan hidup bersama ku selamanya. Bangun De" Ujar Riko dengan berlinang air mata.


Sreeeekkk..


Dino membuka pembatas kain tersebut.


" Ko, Dea di sini" Ujar Dino


Riko mengangkat wajahnya dan menatap wanita yang di peluknya. Dengan cepat Riko menjauh dari nya. Ternyata yang di peluk oleh Riko adalah Desi. Dan Desi lah yang mengalami luka serius di bagian kepalanya. Sedangkan Dea hanya pingsan.


Saat ini Dea masih lemas, dan hanya menatap Riko yang menangis sambil memeluk Desi.


" Ah, jadi dia sangat mencintai Desi" Ujar Dea kepada Dino.


Riko berjalan cepat dan mengusir Dino yanh sedang berdiri di sebelah brankar Dea. Riko memegang tangan Dea.


" Aku hanya mencintai mu, gak mau yang lain." Ujar Riko.


Dea hanya tersenyum kecil melihat kekhawatiran Riko terhadapnya.


" Bagaimana kejadiannya? Kenapa bisa mengalami kecelakaan. Apa kalian di rampok?" Tanya Dino.

__ADS_1


Dea memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.


" Jangan di jawab sekarang kalo kamu pusing. Istirahatlah dulu" Ujar Riko


Dea pun menuruti perintah Riko, karena memang dia merasa jika kepalanya sangatlah pusing.


Dea dan Desi di pindahkan di kamar VVIP. Dea meminta kamar yang sama dengan Desi. Dea ingin melihat perkembangan Desi secara langsung.


Melalui hasil CT SCAN dan MRI. Desi tidak mengalami geger otak ataupun pendarahan hebat. Hanya saja benturan di kepalanya membuat darahnya banyak terbuang. Untungnya golongan darah Desi tersedia di rumah sakit. Jadi Desi dengan cepat tertolong. Hanya tinggal menunggu Desi sadar, dan akan di lakukan pemeriksaan lanjutan.


Dea menceritakan kronologi saat mereka tertabrak. Desi melihat sebuah mobil hitam melaju kencang kearah mereka. Desi mendorong tubuhnya dan Dea agar terhindar. Na'asnya kepala Desi terbentur trotoar, sedangkan Dea terjatuh di atas tubuh Desi.


Maka dari itu Dea tidak mengalami luka parah, hanya lecet saja.


Riko menyuruh anak buahnya mengambil cctv di area kecelakaan.


Di tempat lain, seorang pria sedang di pukuli karena kesalahannya.


Bugh..


" Dasar tidak berguna, Aku menyuruhmu untuk mendekatinya untuk menghancurkan hidupnya. Bukan jatuh cinta kepadanya." Ujar pria itu dengan murka.


" Dea tidak bersalah. Aku tidak bisa melukainya. Jangan sakiti Dea. Atau aku akan membunuhmu" Ujar pria yang dipukuli itu.


" Kau bukan tandingan ku. Gadis kecil itu lah tandingan ku. Dia memiliki kekuatan yang sama dengan ku. Aku akan melawannya, kita lihat, siapa yang akan menang. Dengan begitu, dendam kematian istri ku akan terbalaskan." Ujar pria tersebut.


" Kau sudah buta dengan Dendam Daus. Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Dea seujung kukunya" Ujar pria yang sudah berlumur darah itu.


" Ha..ha..ha.. Kau ingin membunuh ku? Jika kau mampu lakukanlah. Dasar budak cinta. Akan aku beritahu kepadamu bagaimana sakitnya melihat orang yang di cintai tersiksa dan meregang nyawa di depan mata mu." Ujar Daus.


" Cih, aku tidak akan membiarkan kau melukai Dea."


" Ha..ha..ha.. Coba saja kau menghalau jika bisa adik ku kesayanganku, Tian"


.


.


.


.


.


Hai readers, maaf ya lama up-nya.


soalnya aku terlalu fokus dengan novel ku yang satu lagi. 😁😁


Boleh mampir juga ya kenovel ku " Keajaiban Cinta Kesya"


Makasih Readers..


jangan lupa Jempol dan komennya yaa..

__ADS_1


oh yaa, beberapa Bab lagi bakal tamat yaa.


Doakan author agar dapat ide cemerlang dan menegangkan dalam cerita ini.


__ADS_2