Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 25 ' berhentilah berdebar'


__ADS_3

Oma mengernyitkan keningnya dan menatap Riko curiga


" emm, Riko ke kamar ya Oma ? pamit Riko dan langsung berlari menaiki tangga.


' sepertinya ada yang tidak beres ini' batin Oma meta


keesokan paginya Dea berangkat lebih awal. seperti biasa dia menghindar dari Riko. sesampainya di kantor, dino langsung memberikan berkas yang harus selesai hari ini juga.


Dea mulai mengetik laporan dan mempelajarinya. Dea pun tidak menyadari kedatangan Riko. " bagian ini gimana ya??" gumam Dea yang kebingungan. Dea berinisiatif bertanya dengan Dino.


tok tok tok


setelah mendapatkan izin dari Dino, Dea pun masuk. Dea membelalakkan matanya karena ternyata ada Riko juga di ruangan Dino.


" ada apa Dea??" tanya Dino


" emm, begini pak, saya kurang mengerti di bagian ini" ucap Dea sambil menunjukkan laporan yang di kerjainya tadi.


Dino melirik kearah Riko. yang terlihat gugup saat kedatangan Dea. Dino merasa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. karena sejak beberapa hari Riko bersifat aneh dan mencari cari alasan agar bisa bersama Dea.


" kamu tanya dengan pak Riko ya, saya kebetulan ada janji di luar." ucap Dino yang beralih pandangan ke arah Riko. " Lo tolongin Dea ya" dan Dino pun berlalu meninggalkan Dea dan Riko yang masih mematung.


" emm, kita ke ruangan saya saja" ucap Riko


Dea menghela napasnya dan terpaksa mengikuti Riko. ' aduuh, ni jantung kok berdebar cepat lagi sih. berhenti dong debaran. bisa kebablasan ni kalo begini terus' batin Riko yang tanpa Riko sadari kalo Dea juga merasakan jantungnya berdetak 2x lebih cepat.


Riko mengajari dan menjelaskan kepada Dea tentang laporan yang membuat Dea bingung tadi. tanpa sadar mereka melewat kan jam makan siang karena sibuk dengan laporannya dan perasaan masing masing.

__ADS_1


Riko menatap wajah Dea yang kelelahan dan serius mengetik laporannya di laptop ruangan Riko. Riko mengambil ponselnya dan diam diam mengambil foto Dea. " manis" batin Riko


dino datang dan masuk keruangan Riko tanpa mengetuk pintu. Riko yang sedang memperhatikan Dea pun tertangkap basah oleh Dino.


" eheem, dari tadi nich?? pasti belum makan siang??" tebak Dino


Riko menoleh kearah jam tangannya, dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 4.


" gue pesanin kalian makan ya." ucap Dino yang langsung memainkan ponselnya.


tiga puluh menit pesanan Dino pun sampai.


Dea dan Riko menyantap makanan mereka dengan perasaan yang masih berdebar.


' aduuhh, debaran berhenti dong. rasanya udah sesak ni nafas' batin Dea.


Riko menawari Dea untuk pulang bareng bersamanya. awalnya Dea menolak, tapi Riko memaksa Dea dengan alibi kalau Oma yang menyuruh nya tadi.


Riko mengambil ponselnya dan memfoto wajah Dea yang sedang tidur. di pinggirannya rambut Dea yang beberapa helai jatuh ke bagian wajah Riko. cup .. Riko mencuri ciuman Dea.


' ya ampun, apa yang udah gue lakukan?? tapii?? kenapa gue pingin lagi yaa??' batin Riko


cup,


5 detik, 10 detik,


Riko melepaskan ciumannya saat dea menggeliat.

__ADS_1


Riko langsung menjalankan mobilnya sebelum Dea sepenuhnya membuka mata dan bertanya kenapa berhenti.


mobil Riko pun sampai ke halaman rumah keluarga Artmaja. Dea langsung turun setelah mengucapkan terima kasih kepada Riko.


" Dea " panggil Oma meta yang melihat Dea terburu buru . Dea pun menghentikan langkahnya dan berjlan menuju Oma meta.


" assalamualaikum Oma " ucap Dea sambil mencium punggung tangan Oma


" Dea, Oma mau minta tolong sama kamu" ucap Oma


" minta tolong apa Oma??"


" Oma mau kamu ngajarin Oma solat dan mengaji" ucap Oma meta dengan mata yang berkaca


Dea tersenyum mendengar ucapan Oma meta. " baik Oma, Dea bersihkan diri dulu yaa, trus Dea ke kamar Oma buat ngajarin Oma" ucap Dea yang dapat anggukan dari Oma meta.


Dea melangkahkan kakinya dengan berlari kecil, dan saat menaiki tangga Dea sediit tergelincir karena posisi dirinya yang kurang seimbang. beruntung Riko yang melihat Dea kehilangan keseimbangannya dan menangkap tubuh Dea.


Riko memeluk Dea yang akan jatuh.


" RIKO " teriak tuan yoga yang melihat Riko sedang memeluk Dea. dalam fikiran tuan yoga, Riko sengaja menarik Dea agar terjatuh dan Riko bisa memeluknya.


Riko pun melepas pelukannya setelah Dea berdiri tegap dan seimbang.


" pa, ini tidak seperti yang papa lihat" ucap Riko panik.


" iya om, tadi Dea hampir jatuh dan untungnya ada pak Riko yang menolong" bela Dea

__ADS_1


" hmmm, baiklah papa percaya. tapi lain kali kamu jangan ambil kesempatan kepada Dea, jika papa melihat dan mendengar laporan tentang kalian berdua, papa akan segera menikahkan kalian" ucap tuan yoga tegas dan berlalu meninggalkan Dea dan Riko yang mematung mendengar ucapan tuan yoga.


bukan tanpa alasan tuan yoga berbicara seperti itu. semenjak Riko mengatakan bahwa Dea adalah calon istrinya, Riko dan Dea selalu di awasi oleh orang suruhan tuan yoga. termasuk saat Riko mencuri ciuman Dea, tentu saja tuan yoga tau kejadian tersebut.


__ADS_2