
Dea duduk di sofa yang berada di balkon apartemen Rian, dengan memutar-mutar cincin yang ada di jari manisnya. Sudah seharian dia berusaha melepaskan cincin tunangannya dengan Riko. Dea pun menghembuskan napas dengan kasar.
" Haaaahhh" Desah Dea sambil menyandarkan punggungnya di Sofa.
" Kak " Sapa Rian yang membuat Dea terkejut.
Dea menampilkan senyum nya. Lebih tepatnya senyum yang di paksakan.
" Apa yang kakak fikirkan?" Tanya Rian.
" Hmm.. Entah lah. Kakak sendiri gak tau apa yang kakak fikirkan. Rasanya begitu menyakitkan. Rasa nya kakak ingin sekali memukulnya, tapi apa yang kakak fikirkan seperti bertolak belakang dengan perasaan kakak. Jika Dia berada di depan kakak, rasanya kakak ingin memeluknya. " Ucap Dea sendu sambil menatap cincin yang berada di jari manisny yang sudh terlihat bengkak dan memerah.
" Jangan dipaksa lagi" Ucap Rian sambil mengambil tangan Dea yang terdapat cincin tunangan.
Rian memberikan baby oil dan memijitnya perlahan.
" Boleh Rian memberi saran?" Tanya Rian.
Dea mendongakkan kepalanya dan menatao adiknya.
" Bukannya Rian memihak kepada Kak Riko, tapi menurut Rian, Kak Riko tidak bersalah dalam hal ini. " Ucap Rian yang membuat Dea mengernyitkan dahinya.
" Maksudnya??"
" Kejadian saat Kak Riko dan Priya melakukan 'hal itu' " Ucap Rian sambil memberikan tanda kutip dengan jarinya.
" Minuman Kak Rian diberikan obat perangsang oleh seseorang." Ucap Rian.
Dea merubah posisi duduknya menjadi tegak dan menghadap Rian.
" Dari mana kau tau?" Tanya Dea
" Sedikit sulit memang untuk meretas setaio CCTV yang ada di sana, cuma bukan Rian namanya jika tidak bisa meretas hal sepele seperti itu." Ucap Rian sombong.
" Ciiih, belagu"
Rian terkekeh mendengar ejekan Kakaknya.
__ADS_1
" Mau mendengar? atau melihat?" Tanya Rian.
" Dengar, males lihat-lihat" Ujar Dea
Rian kembali terkekeh "Okeeyy... Jadi, seseorang menaruh sesuatu di minuman. Dan minuman tersebut di minum oleh Riko. Tapi menurut Rian, minuman itu sebenarnya tidak di tujukan untuk Riko, melainkan untuk orang lain. Naasnya minuman tersebut Riko yang mengambilnya." Ujar Rian.
" Dari mana kau tau jika minuman itu bukan untuk Riko?" Tanya Dea.
" Rian melihat videonya sampai habis. Karena minuman tersebut di buat lagi oleh orang yang sama. Dan di tujukan kepada salah satu teman Riko yang bernama Thomas."
" Thomas? kenapa?"
" Seorang wanita yang saat ini menjadi istri Thomas lah pelakunya. Dia sengaja menaruk sesuatu di minuman Thomas, namun naasnya saat Riko kalah dalam permainan dengan Pedro, Hanya ada 3 gelas Vodca di depan mereka, dan Pedro mengambil milik Thomas dan Kevin. Di situlah Riko tanpa sengaja meminum minuman haram itu.
" Lalu?" Tanya Dea semakin serius.
" Riko di bawa oleh Priya ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan oleh Pedro. Dan mungkin mereka melakukannya pada saat itu." Jeda Rian. " Keesokan paginya Priya dan Riko keluar secara bersama dari kamar hotel tersebut. Dan setelah kejadian itu, Om Yoga menghampiri Priya dan memberikan uang dalam nominal yang banyak untuk menghilang dari kehidupan Riko. Priya menerimanya."
" Apa?? Kenapa dia menerimanya? Bukannya Dia dan Riko saling mencintai?" Tanya Dea
" Rahasia Priya sebagai simpanan Om-Om di negara nya terbongkar oleh Om Yoga. Dan Priya tidak ingin jika Riko mengetahuinya. Karena itu akan sangat menyakiti hatinya, karena terlihat sebagai wanit murahan di depan orang yang di cintainya." Ucap Riko.
" Dia pernah kembali ke sini, cuma Om Yoga menghalanginya untuk berjumpa dengannya. Sebenarnya saat itu dia juga tidak yakin jika itu adalah anak Riko. Tapi hanya cara itu satu-satunya bisa membuat dirinya lepas dari Gopal."
" Gopal? Siapa Gopal?" Tanya Dea.
" Gopal adalah pria hidung belang yng menjadikan Priya wanita simpanannya. Sebenarnya dia adalah wanita yang baik, tapi karena keuangan keluargany, mereka memberikan Priya kepada Gopal untuk di jadikan simpanannya." Ucap Rian.
Dea hanya mampu menyeringai ngeri dengan kehiduoan Priya. Orang tuanya sungguh tega memberikan anaknya kepada seorang pria demi uang.
" Pooja mengalami kelumpuhan saat berumur 7 bulan. Saat itu Priya sedang berantam dengan Gopal, dan Pooja terlempar dari gendongan Priya. Sehingga membuat pertumbuhan tulangnya tidak sempurna."
" Apa yang menyebabkan mereka bertengkar?"
"Pooja. Gopal ingin menyingkirkan Pooja yang berpenyakitan. Yang selalu menghabiskan uangnya untuk pengobatan. Gopal memberikan syarat kepada Priya, jika dia menginginkan yang dari Gopal, Priya harus mengikuti keinginannya diranjang"
Dea menyeringai ngeri. " Bukannya dia selalu melayani si Gopal itu?"
__ADS_1
" Gopal melakukan hal kasar kepada Priya, hingga Priya mengalami luka di sekujur tubuhnya. Dia melakukan itu demi anaknya. Saat Pooja hampir berumur 2 tahun, Pooja sempat kritis, entah kenapa Priya meminta dokter untuk memeriksa DNA tanpa sepengetahuan Gopal. Saat itu lah Priya tau jika Pooja adalah anaknya dan Riko. Priya berusaha keluar dari negaranya, dan saat Priya melarikan diri, Priya di selamatkan oleh seorang wanita. Priya di bawa ke London oleh wanita tersebut. Wanita itu bernama Jasie. Jasie memiliki cabang perusahaan di Delhi. Dan Priya bekerja untuknya. Beruntung lah Priya berjumpa dengan Jasie. Sehingga membuat kehidupan Priya lebih layak bersama Pooja. Namun biaya yang diperlukan untuk Pooja tidaklah sedikit. Saat Jasie mengatakan bekerja sama dengan perusahaan Artmaja, Priya menawarkan diri untuk mengambil alih proyek tersebut. Jasie pun memberikan proyek itu kepada Priya. Karena memang Priya mampu untuk menangani proyek itu." Jelas Rian.
" Jasie tau jika Pooja anak Riko?" Tanya Dea.
" Tidak ada yang tau, selain Priya." Ucap Rian.
Dea menghembuskan napasnya kasar. Dan dia seperti berfikir.
" Jadi, apa saran mu?" Tanya Dea.
Rian tersenyum. " Setiap hubungan did asari oleh kepercayaan, dan jika Kak Dea tidak bisa mempercayai Kak Riko. Maka sebesar apapun cinta kalian, tetap akan merobohkan tiang yang berdiri tegak, dan menghancurkan istana yang telah kalian bangun. Tapi jika tiangnya kuat, setidaknya istana tersebut tidak akan rata dengan tanah. " Ucap Rian.
Dea menerawang ke langit setelah mendengarkan penjelasan Rian.
" Kak Dea ngerti kan?" Tanya Rian ragu.
Dea mencebikkan bibirnya. " Apa kau kira aku sebodoh itu?" Ucap Dea yang membuat Rian terkekeh geli.
"Sekarang lebih baik Kak Dea berbicara dengan kak Riko dengan kepala dingin. " Ucap Rian.
" Baik lah, besok aku akan meletakkan es balok di atas kepalaku" Ucap Dea yang membuat Rian tertawa terbahak-bahak.
Setelah mendengar penjelasan Rian, Dea merasa sedikit lega. Setidaknya Riko melakukan itu tanpa keinginan napsu nya, melainkan hal yang lain. Yang bisa di katakan tidak di sengaja.
Dea rasanya sudah memaafkan Riko. Dan dia berniat besok akan menjumpai Riko, membicarakan tentang hubungan mereka. Sekalian menjenguk Pooja.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA
DI TUNGGU YAA...