Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 73 'Rahasia Dea'


__ADS_3

Dea tidak mempedulikan teriakan Riko, yang saat ini ada difikirkannya hanyalah menyelamatkan Tian. Dea tidak mungkin menekan dada Riko karena terdapat tulang rusuk yang latah, maka satu-satunya jalan adalah memberikan napas buatan.


Sesampainya di rumah sakit, Tian langsung di tangani oleh dokter yang sudah di kabarkan oleh Riko tentang keadaan pasien dan kedatangan mereka.


Riko menatap Dea tajam. Wajah Dea saat ini sudah berlumur darah, terutama di bagian bibirnya. seperti vampir yang sudah menghisap darah mangsanya.


Riko menarik tangan Dea, dan masuk kedalam toilet untuk membersihkan darah yang ada bibir Dea.


" Aku bisa sendiri" Ujar Dea.


Riko tidak mendengarkan Dea, dia tetap membersihka bibir Dea dengan kasar seakan ingin menghapus bekas bibir Tian.


" Sakit Riko" Pekik Dea.


Tapi Riko tidak menggubrisnya. Hingga ketukan pintu membuat Riko harus menghentikan aksinya.


" Maaf, saya kira ada terjadi sesuatu di dalam" Uajr perawat tersebut yang ketakutan karena melihat amarah Riko.


Siapa yang berani dengan Riko, rumah sakit ini miliknya, jadi terserah dia kan mau melakukan apapun.


Dea bergegas keluar dan memilih duduk di kursi tunggu. Dokter keluar dari IGD, yang mana Dea langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


" Dia harus segera di operasi, lukanya sudah tealu serius." Ujar dokter Hendra.


" Lakukan Dok, selamatkan dia." Ujar Riko sambil menatap Dea tajam.


Setelah kepergian Dokter Hendra, Dea menarik tangan Riko menuju taman rumah sakit.


" Apa mau mu? " Tanya Dea.


" Hah, kau tak senang aku menyelamatkan pria penghianat mu itu?" Ujar Riko sinis. " Bukankah kau ingin dia selamat? agar kau bisa membalas cintanya?"


Plak..


satu tamparan mendarat di pipi Riko.


" Kau memandangku serendah itu? Baiklah, selamatkan dia, dan aku akan menikahinya setelah dia sembuh" Ujar Dea dan pergi meningalkan Riko.


Langkah Dea tertahan, dan lengan Dea di tarik oleh Riko. Riko mencium bibir Dea denahn kasar dan menggebu. Dea memukul dada Riko, tapi tidak di gubris oleh Riko. Dea seakan sudah kehabisan napas, tapi Riko tidak peduli, Dea menggigit bibir Riko kuat hingga berdarah. Dan saat itulah Riko melepaskan pautan bibirnya.


" Kauu---"


Dea berlari meninggalkan Riki, yang saat ini tengah memegang bibirnya yang sedang mengeluarkan darah segar.


_____


"Kungfu Naga? Kak, itu sungguh sulit" Ujar Rian.


Saat ini Dea tengah berada di apartemen Rian. Dea menyuruh boy untuk melihat keadaan Tian.


" Kita harus bisa menguasainya"

__ADS_1


" Kak, kungfu Naga itu tidak sembarangan orang bisa. Yaa.. Rian yakin kalo kakak bisa, tapi Rian tidak akan bisa membiarkan kakak melawan Daus." Jeda Rian " Kakak tau kan, jika sudah menguasai Ilmu Naga, kakak akan susah mendapatkan keturunan."


" Aku tau"


" Rian tidak akan membiarkan kakak melawan Daus dengan Ilmu Naga"


" Setidaknya kita harus bisa menguasai ilmu itu, jadi siapapun di antara kita nanti, akan. Isa mengalahkannya."


Rian mengeram frustasi karena kekeras kepalaan sang kakak.


Hari ini, sudah 2 hari Tian di rawat di rumah sakit, tapi Tian masih dalam keadaan koma. Rian sudah menyuruh anak buahnya untuk menjaga Tian. Sedangkan mereka berlatih Ilmu Naga atau Kungfu Naga.


Dea, Rian, dan Boy tengah belajar bela diri tersebut. Tanpa mereka sadari bahwa Riko sedang memperhatikan mereka.


Saat selesai berlatih, Rian kembali memperingatkan Dea agar jangan dia yang melawan Daus.


" Pokoknya kakak tidak boleh melawan Daus" Ujar Rian.


" Jika kau tidak ingin aku yang melawannya, maka kau harus bisa menguasainya" Ujar Dea sambil mengacak rambut Rian.


Tiba-tiba Rian merunduk dan terdengar isakan tangis dari dirinya.


"Haii" panggil Dea dan menarik wajah Rian untuk menatapnya.


" Kak, kau bisa berlatih ilmu Naga, tapi kau tidak bisa memakai ilmu ini kak. Karena resikonya besar. Kau akan kehilangan masa depan mu kak. Kau tidak akan bisa memiliki keturunan apabila kau mendapatkan pukulan di bagian perut jika kau bertahan dengan ilmu Naga." teriak Rian membuat Riko membulatkan matanya.


Dengan langkah besar, Riko berjalan kearah Dea dan menarik tangannya menjadi menghadap dirinya.


Dea, Rian, dan Boy terkejut dengan kehadiran Riko.


" Itu bukan urusan mu" Ucap Dea dan menghempaskan tangannya. Dea berjalan meninggalkan Rian, Boy, dan Riko.


Riko mengejar Dea dan menarik tangan Dea. Dea memberontak, tapi entah kenapa Dea merasa jika tenaga Riko saat ini tidak seperti dulu.


Riko memasukkan Dea kedalam mobil secara paksa. Dan Riko mengemudikan mobilnya jauh dari tempat mereka tadi.


Riko membawa Dea ke apartemennya. Yang mana tidak akan ada orang yang akan melihat dan mendengar pertengkaran mereka.


Riko menghempas tubuh Dea ke sofa.


" Katakan"


" Tidak "


" Baiklah, sepertinya aku tidak ada cara lain" Uajr Riko.


Dengan cepat Riko berada di atas Dea, dan mencium Dea dengan brutal.


Bukkk


" Aaauuww" pekik Riko.

__ADS_1


Dea menendang bagian sensitif Riko agar dirinya bisa terlepas dari ciuman pemaksaan Riko.


" Dea, ini sakit"Rintih Riko.


Dea mulai panik saat melihat wajah Riko yang memucat. Dea mencoba membaringkan Riko. tapi Riko tetap meringkuk menahan sakit di bagian banana.


" Maaf" Lirih Dea dengan meneteskan air matanya karena melihat wajah Riko yang pucat dan kesakitan.


Riko melihat Dea yang menangis, di raihnya tangan Dea, dan didudukkan ya di sebelahnya.


Riko mengelus pipi Dea yang basah, dan di dekatkan wajahnya, kemudian Riko mulai memagut bibir Dea dengan lembut. Dea hanya terdiam merasakan ciuman lembut yang di berikan oleh Riko. Dan Dea pun menutup matanya menikmati perlakuan lembut dari Riko.


" Biarkan aku ikut latihan" Ujar Riko setelah melepas ciumannya.


Dea hanya menganggukkan kepalanya.


" Kita baikan? Pokoknya kamu tidak boleh jadi milik orang lain. Kamu hanya milik ku" Bisik Riko.


" Aku masih marah dengan mu" Ujar Dea.


" Aku akan menerima semua pukulanmu, asalkan diobati seperti ini"


Cup


" Auuww.. auuw, Perih banget sih cubitan kamu sayang" Ujar Riko sambil mengelus pinggangnya ya di cubit oleh Dea.


" Katakan, kenapa Rian melarang mu melawannya?" Ujar Riko.


" Hmmm, Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku SMP, aku pernah mencoba berlatih Ilmu Naga. Aku berlatih dengan keras, sehingga aku melupakan kesehatanku. Dan saat itu aku mengalami pendarahan hebat pada perutku. Dokter melarang ku berlatih dengan keras saat itu, dan Impian ku menjadi atlet bela diri pun pupus. Selama ini aku hanya belajar mengelak serangan musuh agar mereka tidak memukul perut ku. Jika orang biasa yang memukulnya, mungkin tidak akan mengalami pengaruh besar, tapi jika terkena pukulan dari orang yang memiliki ilmu Naga juga, maka organ bagian dalam tubuhku akan rusak. Dan itu berpengaruh kepada rahim ku." Ujar Dea. Dea mantap mata Riko, entah kenapa Dea ingin menguji cinta Riko dengan perkataannya barusan.


" Aku akan menikah dengan Tian, karena dia tidak akan mempermasalahkan soal keturhhhmpppppp"


Ucapan Dea terputus karena bungkaman bibir Riko.


" Kau ... sudah .. Selesai... Bicara?" Ujarbriko saat melepaskan ciumannya.


" Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan siapapun, kecuali dengan diriku. Aku tidak peduli kau bisa memberikan keturunan untuk ku atau tidak. Yang aku tau, kau hanya harus jadi milikku. Menjadi istri ku" Ujar Riko dan menenggelamkan Dea kedalam pelukannya.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya yaa.

__ADS_1


Like dan vote d tunggu..


__ADS_2