Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 33 ' takjub '


__ADS_3

"saya yakin Dea hanya membuat mereka babak belur. biarkan dia meluapkan emosinya. jika sudah terlalu jauh kita yang turun tangan" ucap Tuan Yoga.


Tuan Yoga menyuruh Udin untuk menjaga Rian, karena Tuan Yoga dan Paman Jo akan pulang melihat situasi dan keadaan Dea saat ini.


Dea sudah berada di atas matras yang siap menantang orang yang telah memukul Rian. Dea tersenyum miring ketika melihat 8 orang berbadan besar yang telah menyerang Rian.


5 dari mereka terlihat meremehkan Dea. karena saat Dea latihan, mereka selalu membicarakan Dea yang memiliki badan kecil, tapi tidak akan mampu untuk menendang lawannya.


" jika kalian maju satu satu, kalian akan mati, jadi sebaiknya kalian maju semua sekaligus" ucap Dea dengan dingin.


5 bodyguard itu tersenyum tertawa mendengar ucapan Dea. " Baiklah jika kalian tidak percaya, maju lah maka jangan salahkan aku"


bodyguard yang menertawakan Dea tadi maju dengan gagahnya, dan menganggap Dea hanya seorang hama yang hanay sekali sentil langsung menangis. " maaf nona, jika aku akan menyakitimu dan membuat mu nangis" ucap bodyguard itu.


Dea tersenyum miris " kita lihat siapa yang akan menangis"


bodyguard itu langsung menyerang Dea, Dea mengelak dan sekali tendangan Dea. Buugh.. pria itu pingsan di tempat.


4 orang yang meremehkan Dea langsung menelan salivanya mengikuti 3 temannya yang memang melihat kekuatan Dea saat mematahkan jari teman mereka.


mereka semua menyerang Dea saat mendapat arahan dari Dea untuk maju. dan


baaghh.... bughh... kraakk.. aaauuwww.. baagh..... buughh... Bugh.... bughh.... auuww .. aaaa.... Bugh... aauuww....


dalam 10 menit 7 orang bodyguard yang menyerang Dea secara bersamaan jatuh menahan sakit. dari cidera babak belur, terkilir, bahkan ada yang mengalami retak tulang.


Riko melihatnya dengan mulut yang terbuka. dia seperti melihat kungfu Shaolin yang berjenis perempuan. tidak bukan kufsu Shaolin, tapi dia melihat nacha. tidak nacha memakai gelang, dia melihat jet Lee?? Jack Chan?? Joe Taslim? Iko Uwais?? Tyas Mirasih?? Angelina Jolie?? tidak mereka terlalu tinggi untuk ukuran Dea. kenapa dia bisa memiliki beberapa gerakan bela diri yang berbeda??.


Dea menatap Riko dan menyurh Riko untuk berhadapan dengannya.


sebelumnya saat Dea mengganti pakaiannya, Riko mendapatkan kabar bahwa Rian berada dalam perlindungan agen rahasia. dan bertujuan untuk melindungi Dea. pengawal yang di curigai Dea dan Rian juga sudah di bekap oleh mereka atas bantuan tuan yoga.


' aku bersalah padamu dea' batin Riko


Riko berjalan menghadap Dea. dia menatap Dea sendu. Dea hanya tersenyum miring melihat tatapan Riko. Bugh.


satu pukulan mendarat ke wajah Riko.


Riko masih diam tanpa perlawanan. Dea memukul lagi wajah Riko, dan Riko masih diam tanpa perlawanan.


" lawan aku" ucap Dea.


"aku tidak bisa melukai orang yang aku cintai" ucap Riko sendu.

__ADS_1


Dea kembali melayangkan pukulannya dengan air mata yang mengalir. " lawan aku" ..teriak Dea.


Riko masih diam dan akan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Dea kepadanya.


Dea menelan salivanya dan menatap Riko. Riko pun menatap wajah Dea. terutama manik matanya.


Plak


satu tamparan mendarat di wajah Riko. Riko kembali menatap Dea.


Plak


Dea kembali menampar Riko dan Riko masih menatap Dea sendu.


Plak.. Dea sudah tidak tahan menahan air matanya lagi. Dea menangis sambil memegang kerah baju Riko. " kenapa kau sakiti dia?? " lirih Dea ditengah Isak tangisnya.


"maafkan aku yang ceroboh, maafkan aku yang tidak percaya kepadamu" lirih Riko.


Dea memukul muk dada Riko sambil menangis tersedu dan berteriak. " kenapa kau sakiti dia hikss?? kenapa dia hiksss?? dia adik ku hikss. kenapa??" teriak Dea dengan tangisannya yang pecah. Riko langsung memeluk Dea erat dan membiarkan Dea menangis dalam pelukannya.


Tuan yoga dan Paman Jo yang melihatnya bernafas lega, setidaknya apa yang mereka takutkan tidak terjadi. walaupun wajah Riko sudah mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya, dan ada bekas memar di beberapa bagian wajahnya.


Di tempat lain, Mera yang mendapatkan kabar bahwa Rian berada di rumah sakit langsung menyuruh supir untuk mengantarnya ke rumah sakit tempat Rian di rawat.


Udin yang mengerti akan situasi langsung meninggalkan Mera dan Rian. Mera mendekati Rian dengan airmata yang terus mengalir.


"bertahanlah, maafkan aku. seharusnya aku tidak menjauhi mu hiikkss" lirih Mera.


tidak ada pergerakan dari Rian. Rian masih tertidur pulas dengan wajahnya yang pucat.


" bangunlah, aku mohon hikss"


" aku janji, aku akan membalas semua pesan mu, aku kan memberikan kabar kepadamu. dan aku akan mengangkat telpon mu. bangun lah hiikss" lirih Mera sambil menundukkan wajahnya


" apa kau mencintaiku??"


" aku sangat mencintaimu. maka dari itu kau ha.." Mera tersadar dari tangisnya dan melihat Rian yang sedang tersenyum tipis kepadanya.


Mera langsung tersenyum " aku akan panggil dokter" ucapnya sambil berdiri namun tangannya di tahan oleh Rian.


"mendekatkan, dan katakan kalau kau sangat mencintaiku" lirih rian.


"dasar mesum, kau lagi sekarat begini masih ingin menerima ungkapan cinta" Rajuk Mera.

__ADS_1


"jadi kau akan mengatakan cinta di saat aku tiada??" Mera langsung menutup mulut Rian.


" jangan katakan itu. aku tidak ingin mendengarnya. kau harus sembuh dan kuat seperti dulu"


" katakanlah"


dengan perasaan malu Mera mengatakan perasaannya " aku mencintaimu"


" aku tidak dengar, mendekatkan agar aku bisa mendengar mu" ucap Rian.


Mera mendekatkan wajah nya ke wajah Rian "aku mencintaimu, sangat mencintaimu, dan tidak ingin kehilangan dirimu"


Rian langsung memegang tengkuk Mera dan ******* bibir Mera.


mmphhh


" aku juga sangat mencintaimu." ucap Rian sat melepaskan ciumannya.


"kau, sungguh terlalu kau bang Roma" ucap Mera yang menirukan gaya bicara artis papan atas itu


" aku mencintaimu Ani" balas Rian.


dan meraka tersenyum. " apa kau tidak jadi memanggil dokter??" tanya Rian


" astaga, aku lupa " ucap Mera dan langsung berlari keluar menyuruh pengawal memanggil dokter dengan cepat.


Tuan yoga dan paman Jo kembali ke rumah sakit karena khawatir dengan keadaan Rian.


ceklek


" Mera??"


" Papi??" Mera terkejut dan berdiri melepaskan tangannya dari wajah Rian.


"permisi tuan yoga, saya akan periksa pasien dulu" ucap dokter yang ingin masuk namun terhalang oleh tuan yoga dan paman Jo yang masih berdiri di dekat pintu.


dokter memeriksa keadaan Rian.


" syukurlah, keadaanya normal. cuma kita tetap perlu melakukan beberapa tes lagi. untuk mengetahui keadaan yang lebih akurat"


ucpa dokter


" baik dok, terima kasih" ucap tuan yoga.

__ADS_1


__ADS_2