Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 44 ' Malam pertunangan'


__ADS_3

Paman Jo dan Tante Rahma harus segera kembali ke kampung, karena ada urusan yang harus di selesaikan. Rian masih berada di Ibu kota, karena masih harus cek up ulang setelah kepulangannya.


Untuk sementara Rian tinggal di rumah keluarga Artmaja. Mera tampak bahagia karena bisa melihat Rian di setiap harinya.


Sudah seminggu sejak kepulangan Rian, kondisi Rian pun sudah kembali normal. Paman Jo dan Tante Rahma kembali ke ibukota untuk membahas acara pertunangan Dea dan Riko.


Ferdi pun berencana akan kembali ke Korea setelah pertunangan Riko dan Dea di langsungkan.


Persiapan untuk acara pertunangan sudah 80%, semua tanggung jawab acara di serahkan kepada pihak WO.


Dea dengan balutan gaun berwarna gold, dengan baju yang berlengan Karena atas permintaan Dea yang tidak menyukai baju yang terbuka. dan sepatu high heels yang selama seminggu menuju pertunangannya, Dea belajar menggunakan sepatu yang runcing itu. walaupun masih grogi dan belum sepenuhnya seimbang, namun Riko berjanji akan selalu memeganginya, tanpa melepaskan tangannya sedetik pun.


Riko dengan balutan jas yang berwana senada dengan Dea pun terlihat sangat tampan. Akhirnya bisa meluluhkan hati Dea.


Mera yang tak kalah terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna coklat susu, Tante Dizah, Tante Rahma, dan Oma meta pun menggunakan gaun indah dengan warna senada dengan Mera. Serta Tuan Yoga, paman Jo, dan Rian pun menggunakan baju jas dengan nada yang senada dengan para wanita.


Ferdi terlihat tampan dengan balutan jas berwarna Hitam, Dia tetap hadir walaupun ada luka di hatinya. selama dirinya dekat dengan wanita, baru kali ini, dan hanya Dea yang dapat menggetarkan hatinya. Namun Ferdi akan segera kembali ke Korea setelah acara pertunangan Dea dan Riko selesai. Ada pekerjaan yang sudah menantinya. karena Ferdi membuat kontrak dengan artis yang berasal dari negeri opa opa cantik tersebut.


Semua tamu undangan sudah berdatangan di aula hotel tempat berlangsungnya acara pertunangan mereka. Awak media pun sudah sangat penasaran dengan sosok Dea yang sedang menjadi topik hangat pembincangan di dunia bisnis. Karena Dea yang di sebut sebut sebagai anaknya dari anak angkat keluarga Artmaja.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, semua tamu undangan dan awak media yang di undangan dalam acara tersebut, sudah menantikan kedatangan Riko dan Dea. Pembawa acara pun mulai membuka suaranya dan memberikan pembukaan kata. dan mempersilahkan untuk Tuan Yoga Artmaja untuk memberikan kata sambutan kepada seluruh tamu media.


Tuan Yoga : " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.. selamat malam, selamat datang ke acara pertunangan putra sulung kami. Riko Prayoga Artmaja, yang seperti sudah saudara kenal, dia lah CEO yang memimpin beberapa perusahaan milik keluarga Artmaja. Dan setelah dia menikah, semua perusahaan akan di kelola oleh Riko. Karena seperti yang saudara lihat, perusahan yang di kelola oleh Riko sangat berkembang dengan pesat, hingga dapat bersaing dengan perusahaan yang sudah lama sekalipun.


Dan saya akan memperkenalkan wanita yang akan menjadi tunangan anak saya, dia adalah Dea Natasha, anak dari adik angkat saya, Nita Artmaja, yang selama ini berada dalam asuhan pamannya. Karena semenjak ibunya meninggal, ananda tinggal bersama ayahnya, dan saat umurnya 9 tahun, sekali lagi annda Dea harus kehilangan ayahnya.


Pertunangan ini bukan berasal dari perjodohan yang kami lakukan, melainkan permintaan dari anak sulung kami, Riko. dia meminta langung kepada paman Dea, untuk menjadikan Dea sebagai pendamping hidupnya. Dan mereka saat ini saling mencintai satu sama lain.


Untuk itu, mari lah kit sambut bintang kita malam ini, Riko dan Dea"


Semua para undangan pun bertepuk tangan dengan sambutan yang diberikan kepada tuan yoga, dan bersamaan dengan itu muncullah Sosok Dea yang sedang berjalan sambil merangkul lengan Riko.


beberapa tamu undangan melihat takjub kepada Dea, karena wajah Dea yang sangat imut dan ramah, serta make up yang tidak terlalu glamor tapi berkesan mewah walupun terlihat natural. Tapi ada juga sebagian undangan yang mengatakan kalo mereka tidak serasi, karena badan Dea yang terlalu kecil. dan diperkirakan hanya sedada Riko jika tidak menggunakan high heels. Namun walaupun begitu, mereka tetap kagum dengan kecantikan Dea yang natural.


Mera membawa dua buah kotak yang berada di atas nampan yang sudah dihiasi. Kotak yang berisikan sepasangan cincin pertunangan untuk Dea dan Riko. Mera menghampiri mereka yang sudah di dampingi oleh kedua orang tua riko, dan Tante Rahma serta paman Jo yang selaku wali Dea. Termasuk Oma meta. yang juga berdiri mendampingi. Pembawa acara mengarahkan Riko dan Dea untuk saling bertukar cincin.

__ADS_1


Di sisi lain, terlihat Ferdi yang menampilkan senyumnya dan menahan perih yang berasal dari hatinya. Gemuruh tepukan tangan memenuhi ruangan tersebut. Kekurangan Dea, menjadi kelebihan Riko. Begitupun sebaliknya.


Suara alunan musik mulai terdengar, Riko memberikan tangannya untuk mengajak Dea berdansa.


" aku tidak bisa berdansa" ucap Dea


" ikuti saj gerakan ku" bisik Riko.


Dea pun menerima uluran tangan Riko. Sebelah tangan Riko meraih pinggang Dea agar lebih mendekat dengan dirinya, dan tangan Dea yang bebas pun di arahkan oleh Riko untuk memegang bahunya. mereka berdansa mengikuti alunan musik. walaupun sesekali Dea menginjak kaki Riko, dan Riko pun meringis kesakitan di dalam senyumnya.


Om Yoga dan Tante dizah pun ikut berdansa, begitu juga dengan Paman Jo dan Tante Rahma yang tidak mau kalah dan ikut berdansa merasakan kemesraan di umur mereka yang sudah tidak muda lagi.


Walaupun Paman Jo dan Tante rahma tidak bisa berdansa, namun mereka menikmati berpelukan di depan orang ramai, dan diiringi musik yang beralun indah.


Beberapa pasangan pun ikut berdansa dan terlena dengan kemesraan masing masing.


Rian mendekati Mera, dan mengulurkan tangannya.


" maukah kau berdansa dengan ku" ucap Rian


Mera menganggukkan kepalanya dan menyambut tangan Rian. Mereka pun ikut berdansa.


" Aku belajar semalaman, demi untuk bisa berdansa dengan mu" bisik Rian di telinga Mera. yang membuat Mera merinding dan merona.


" Lihatlah anak kita, mereka sepertinya sudah tidak tahan untuk menyusul kakaknya" ucap paman Jo kepada Tante Rahma.


" Rian sudah besar, tapi sayang dia masih SMA" ucap Tante Rahma.


" siapa suruh dia tinggal kelas" ucap paman Jo dan di sambut tawa merdu dari istrinya.


" Aku mencintaimu" bisik Riko di telinga Dea.


Dea merasa bulu kuduknya merinding dan wajahnya pun merona.


" Apa kau mencintai ku??" tanya Riko.

__ADS_1


" aku menyukaimu, dan mungkin saat ini aku mulai mencintaimu." ucap Dea


" Aku akan membuat kau sangat mencintai ku" ucap Riko.


" Aku akan menunggu waktu itu" ucap Dea dengan senyum di wajahnya.


" oh baby, jangan tunjukkan wajah imut mu seperti itu, aku tidak tahan ingin menciummu. jika tidak di depan orang ramai, pasti aku akan melahap bibir mungil mu yang menggoda itu" ucap Riko yang merubah gerakan mereka menjadi berpelukan. dan mengeratkan pelukannya kepada Dea.


Dea hanya tersenyum dalam pelukan Riko.


Ferdi yang sendiri tidak sengaja menabrak dan menumpahkan minumannya ke dres yang di pakai seorang wanita berhijab.


" maaf" ucap Ferdi.


" Tidak apa, saya yang salah" ucap wanita itu.


" tidak, saya yang salah karena saya tidak memperhatikan jalan" ucap Ferdi.


" Tidak apa tuan, saya permisi dulu " ucap wanita itu sambil menundukkan wajahnya dan meninggalkan Ferdi.


Ferdi hanya menatap kepergiannya dan kembali menikmati pesta yang membuat hatinya nyeri.


.


..


.


.


.


hai readers, jangan lupa like yaa..


vote and komennya juga boleh..

__ADS_1


salam hangat dari ku.


selamat membaca..


__ADS_2