
Dea dan Riko kembali beraktifitas seperti biasa. Paman Jo, Tante Rahma, dan Rian pun sudah kembali ke kampung. Karena Rian harus mempersiapkan dirinya menghadapi Ujian Nasional.
" Pagi pak Dino, ini laporan untuk meeting hari ini, oh ya hari ini kita kedatangan karyawan dari Delhi yang akan mengurus projek kerja sama kita dalam pembangunan resort," ucap sekretaris dino bernama Desi yang baru 2 Minggu di rekrut.
" Baik lah, siap kan ruang meetting" ucap Dino.
Desi pun undur diri dan meninggalkan ruangan Dino. Dino mengecek semua laporan yang di berikan oleh Desi.
" Pekerjaan yang bagus" gumam Dino.
Dino melangkahkan kakinya ke ruangan Riko. saat melewati meja Dea, Dino tidak melihat keberadaan Dea di mejanya. dan Dino pun berlalu memasuki ruangan Riko.
" wah, gue ganggu nich kayaknya." ucap Dino yang saat membuka pintu melihat Riko dan Dea sedang saling pandang.
" Sialan Lo, lain kali ketuk pintu dulu" ucap Riko kesal dan kembali ke kursi kebesarannya.
Dea pun canggung dan merapikan berkas yang sedang di pelajarinya dengan Riko dan bergegas keluar ruangan Riko, namun Riko menahannya, dan Dea pun menghentikan gerakannya.
" Mau ngapain Lo ke sini??" ucap Riko.
Dino pun memberikan laporan yang sudah diperiksanya tadi untuk di tanda tangani oleh Riko.
" Jangan lupa 20menit lagi kita meeting. oh ya, utusan dari perusahaan Delx bakal tinggal beberapa bulan di sini, dan dia akan bekerja di kantor kita sampai pembangunan resort selesai." ucap Dino kemudian berlalu keluar dari ruangan Riko.
" Kenapa harus bekerja di kantor ini??" tanya Dea penasaran.
" Mereka hanya ingin mengawasi pembangunan. Entahlah, itu syarat untuk bekerja sama dengan mereka. dan kita terpaksa menyetujuinya, karena ini termasuk proyek besar, bukan satu resort yang akan di bangun, melainkan ada 10 resort di bangun di negara ini." jelas Riko.
Dea pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
" apa kamu mengerti yang ku ucapkan?" tanya Riko.
" Entah lah, aku hanya tidak ingin terlalu pusing mikirin nya" jawab Dea santai.
Riko pun membuka lembar demi lembar laporan yang di berikan oleh Dino tadi. kemudian dia beranjak pergi ke ruang meeting dan meninggalkan Dea di ruangannya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Riko memasuki ruangan meeting yang di dampingi oleh Dino. Betapa terkejutnya Riko saat melihat perwakilan dari Perusahaan Delx. Tidak hanya Riko, Dino pun ikut membelalakkan matanya.
" Apa kabar Tuan Riko " ucap wanita tersebut yang menjadi perwakilan dari Perusahaan Delx.
Sudah 3 jam yang lalu meeting selesai, tapi Riko masih berdiam diri di dalam ruangan meeting. Ntah apa yang dipikirkannya, yang jelas saat ini Riko tidak menyadari seseorang sedang mengetuk pintu.
Ceklek..
" Hai "
Riko tersentak saat mendengar suara wanita yang selama ini di rindukannya.
" Boleh aku duduk?" tanya wanita itu.
Riko menganggukkan kepalanya.
" Apa kabar?? sudah lama kita tak berjumpa, kau semakin tampan" ucap wanita itu dan duduk di sebelah Riko.
" Aku merindukanmu Riko" bisik wanita itu, dan hendak mencium Riko.
" Ke mana saja kau selama ini, Priya" tanya Riko kepada wanita itu, yang bernama Priya.
__ADS_1
Priya yang tadinya hendak mencium Riko, mengurungkan niatnya karen mendengar pertanyaan Riko.
Priya tersenyum dan memegang tangan Riko. di genggamnya tangan besar dan hangat itu.
" Aku pergi karena dirimu, dan aku kembali hanya untuk mu" ucap Priya yang masih menggenggam tangan Riko.
" Aku mencari mu selama ini, namun kau tidak ada di Delhi" ucap Riko menatap wajah wanita yang selama ini di rindukannya.
" Aku di London "
" Kenapa kau tidak memberi kabar kepada ku??"
" Aku ingin, namun aku tidak bisa, karena aku__"
Ceklek..
" Kau disini rupanya, aku__" ucap Dea yang baru masuk ke ruangan meeting tempat Riko berada.
Riko langsung melepaskan tangannya dari Priya, dan berdiri berjalan kearah Dea.
" Kau mencari ku?? " tanya Riko.
Dea mengangguk, namun matanya beralih ke arah wanita cantik keturunan India yang bersama Riko. Riko yang menyadari kemana arah mata Dea, langsung memperkenalkan Priya kepada Dea.
" ehem, Dea, ini Priya, perwakilan dari Perusahaan Delx, yang dari Delhi" ucap Riko.
Dea menghampiri Priya yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
" Dea " sambil mengulurkan tangannya.
" Kamu bisa berbahasa Indonesia??" tanya Dea.
" Tentu, dulu saya pernah tinggal di Indonesia, semoga kita bisa berteman baik" ucap Priya.
" Dengan senang hati, saya senang bisa berteman dengan orang luar negri" ucap Dea semangat.
" Ehem, De, kita pulang sekarang? " ucap Riko dan menggandeng tangan Dea.
Priya hanya tersenyum melihat pemandangan di depannya.
" Kalau begitu, kami duluan ya Nona Priya" ucap Dea yang ditanggapi anggukan oleh Priya.
Riko dan Dea pun meninggalkan Priya. Priya hanya memandang punggung Riko hingga menghilang di balik pintu.
" Kau masih mencintaiku Riko" lirih Priya.
Dea menatap Riko yang sedari tadi hanya diam. Tidak seperti biasa yang selalu akan menggodanya.
" Emm, tadi di ruangan meeting, kamu dan nona Priya__"
" Kami hanya membahas bisnis" potong Riko.
Dea hanya menganggukkan kepalanya.
" Dia cantik sekali ya" ucao Dea yang tidak di tanggapi oleh Riko.
Sesampainya didepan lobi apartemen Dea, Riko langsung pamit pulang, dengan alasan jika dirinya sangat lelah. Dea pun menyetujuinya tanpa menatap curiga.
__ADS_1
drrttt... drrtt. drrtt..
" Halo, Assalamualaikum "
" ......."
" Benarkah Rian?? terima kasih. oh ya, kapan kau akan ke sini??"
" ...... "
" ok, assalamualaikum ".
Dea Merebahkan dirinya ke atas sofa, dan Dea membuka email yang di kirimkan oleh Rian tadi.
" Siapa dia??" gumam Dea saat melihat video yang di kirim oleh Rian.
Di kediaman keluarga Artmaja.
" Sudah ku bilang jangan sampai wanita itu kembali lagi ke Negara ini" bentak Tuan Yoga kepada anak buah kepercayaannya.
" Maaf Tuan, mereka memanipulasi data diri wanita itu"
Tuan Yoga memukul meja kerjanya. dan menyuruh Orang kepercayaannya tersebut untuk memata-matai Wanita tersebut.
" Apa rencana mu kali ini. Priya Sasmita" gumam Tuan Yoga.
Riko merebahkan dirinya di sofa luar kamarnya, dan menatap langit senja.
" Apa yang harus ku lakukan, kenapa dia harus datang sekarang?? kenapa di saat aku sudah membuka hatiku kepada Dea?? kenapa??" lirih Riko.
Riko menutup matanya dan memukul mukul pelan keningnya.
" Aku masih mencintai mu Priya. Tapi aku tidak bisa menyakiti perasaan Dea, Karena aku juga mencintainya. Apa yang harus ku lakukan??. Ya Allah, berilah petunjuk mu." Batin Riko.
" APA?? Perempuan itu kembali?? " teriak Oma Meta kepada Tuan Yoga.
" Apa yang harus kita lakukan ma? jangan sampai Riko tersakiti lagi, dia wanita yang sangat berbahaya." ujar tuan Yoga.
" Kita ikuti saja alur permainan dia. Dan percepat pernikahan Riko dan Dea." ucap Oma Meta.
" Kita harus cari cara agar mereka setuju untuk mempercepat pernikahan mereka." ucap Tuan Yoga yang di setujui oleh Oma Meta.
.
.
.
.
.
Hai readers...
Jangan lupa Like dan beri masukan positif ya..
salam hangat dari Author..
__ADS_1