Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 65 " Tian Lagi "


__ADS_3

7 Bulan kemudian.


.


.


" Pooja, jangan lari-lari. Nanti kamu jatuh" Teriak Tante Dizah.


" Ha..Ha..Ha.. Ayok Oma kejar Pooja."


Bruukk..


"Aduuhh" Pekik Pooja.


"Hai anak cantik "


" Om Rian!!" Pekik Pooja, dan menghambur ke pelukan Rian.


Rian pun menggendong bidadari cantik yang berada di depannya.


" Haah.. haah.. Aduhh Pooja, Oma Capekk.. Kamu jangan lari-lari. Kaki kamu belum kuat sayang" Ucap Tante Dizah.


Setelah operasi transplantasi sumsum tulang belakang untuk kesembuhan leukimia nya. dan sekarang untuk Pooja berjalan lancar, Riko membawa Pooja ke Amerika untuk mengobati kaki Pooja. Dengan teknologi dan Tenaga medis yang semakin canggih, kaki Pooja bisa berfungsi kembali. tapi dengan alat bantu sebagai penyangga kakinya. Pooja bisa berdiri dan berjalan dengan kakinya sendiri.


" He..he..He.. Maaf Oma" Ucap Pooja.


" Kamu sudah datng Rian?" Ucap Tante Dizah.


" Sudah Tante" Jawab Rian sambil mencium punggung Tante Dizah.


" Ayo kita masuk, Merasudah menunggu" Titah Tante Dizah.


Merek pun masuk kedalam rumah. Tante Dizah menyuruh Rian menunggu di ruang keluarga. Disana terdapat Riko yang sedang sibuk dengan gadget nya.


" Assalamualaikum kak, apa kabar" Sapa Rian.


Riko melihat ke arah Rian dan tersenyum "Seperti yang kau lihat" .


Rian pun duduk dan memainkan Handphone nya. Namun tak berapa lama suara Riko kembali membuatnya menatap Riko dengan serius.


" Bagaimana Dea? Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Riko.


" Sebulan lalu dia sempat pulang ke kampung" Ucap Rian.


" Apa kau berjumpa dengannya?" Tanya Riko dengan antusias.

__ADS_1


" Tidak, setelah dia bertemu dengan Mama dan adik ku, dia pergi lagi. Orang suruhan Ayah juga sudah mengejarnya, namun mereka kehilangan jejak." Ucap Rian.


" Kenapa dia sungguh pintar bersembunyi. Di mana dia selama ini?" Gumam Riko.


" Kak Riko belum juga mendapatkan titik cerah?" Tanya Rian.


" Hmm, fikiran ku terpecah belah, satu sisi aku harus fokus dengan pengobatan Pooja, satu sisi pekerjaan kantor menumpuk, dan satu sisi seluruh isi fikiran ku hanya untuk Dea." Lirih Riko yang masih di dengar Rian.


" Di minum Rian" Ucap Priya sambil memberikan segelas teh hangat kepadanya.


" Terima kasih" ucap Rian sembari tersenyum. Entah lah, senyum yanh sangat di paksakan.


" Kalau begitu silahkan di lanjutkan ngobrolnya, Saya kebelakang dulu" Ucap Priya, Namun tangannya meremas kuat nampan yang di pegangnya.


Rian dan Riko kembali berbicara masalah Dea. Merek tidak tau jika ad seseorang yang mendengar pembicaraan mereka, dan merutuki Dea di dalam hatinya.


" Kita berangkat sekarang?" Tanya Mera yang baru turun dan menghampiri Rian da Riko.


Rian terperanga melihat kecantikan Mera. Tidak hanya sekali, tetapi setiap kali melihat penampilan Mera, Rian selalu terpesona.


Rian dan Mera pun berpamitan kepada Riko, dan kemudian berpamitan kepada Tante Dizah. Rian dan Mera saat ini sedang mengurus acara pertunangan mereka.


Seperti janji Rian, Seusai diriny tamat SMA, Dia akan melamar Mera, Dan menikahinya. Rian tidak perlu menunggu mendapatkan kerja. Karena pekerjaannya yang mengejar dirinya. Bahkan Rian semoat di tawarkan bergabung dengan FBI dari luar negeri. Rian menolaknya karena takut akan membahayakan keluarganya. Jadi saat ini Rian hanya membantu dari jarak jauh. Dan dia juga sedang merintis perusahaan IT miliknya.


" Istirahat dulu, sekarang makan lah, Aku membawakan mu bubur ayam." Ucap pria tampan yang sedang membawa dua bungkus bubur dan air mineral.


" Apa kau tidak bosan melakukannya setiap hari?" Ucap gadis itu.


" Entah lah, ini sudah menjadi kebiasaan ku sejak 7 bulan belakang ini" Ucap si pria tampan itu.


" Tian, aku tau perasaan mu, tapi aku minta maaf, aku belum bisa membuka hati" Ucap gadis itu sendu.


" Aku tidak menyuruh mu mencintai ku sekarang, aku berharap suatu saat kau bisa membuka hati mu untuk ku, Dea." Ucap Tian dan menatap wajah Dea dengn serius. " Dan untuk saat ini, saat nya kita mengisi perut kita. Aku sudah lapar" Ucap Tian sembari membuka 1 Styrofoam yang berisi bubur ayam.


Dea hanya tersenyum melihat Tian. Berkat Tian lah, dia bisa bersembunyi. Dea benar-benar tidak ingin mendengar tentang Riko. Dan Dea butuh waktu untuk semua itu.


FLASHBACK ON


Dea secara perlahan keluar dari ruangan tengah milik keluarga Artmaja yang sedang di laksanakan ya prosesi ijab Qabul Riko. Setelah Dea berhasil keluar tanpa ada yang menyadari keberadaannya, Dea langsung bergegas lari menjauh dari rumah tersebut.


Di pertengahan jalan, Dea merasa dadanya sangat sesak karena air mata yang di tahannya sedari tadi. Dea merasa kakinya lemas dan Dea berjongkok agak dirinya tidak terduduk di tanah. Dea menangis sejadi-jadinya, hingga sebuah motor berhenti di depannya.


" Nona, kenapa kau menangis, ada yang bisa aku bantu?" Tanya pria tersebut.


Dea yang merasa tidak asing dengan suara tersebut pun mendongakkan kepalanya, dengan air mata yang terus keluar tanpa permisi.

__ADS_1


" Dea??" Pekik Tian.


Tian langsung turun dari motornya dan menghampiri Dea yang jongkok di pinggir jalan.


" Apa yang terjadi?" Tanya Tian.


" Tolong.. hiks.. tolong bawa.. hiks.. bawa aku pergi.. hiks.. pergi jauh dari sini.. hiks.. dari tempat ini...hiks.. dari kota ini.. hiks.. aku mohon" Pinta Dea.


Tian pun membantu Dea berdiri, dan dia menuntun Dea untuk naik keatas motornya.


Tian membawanya jauh dari perumahan Riko, bahkan dari kota di mana Riko berada. Tak ada satu orang pun yang tau ke mana Tian membawa Dea pergi.


" Kau aman di sini " Ucap Tian.


" Tempat siapa ini?" Tanya Dea.


" Ini tempat Nenek Mala, dia adalah Nenek angkat ku" Ucap Tian. "Masuk lah" Titah Tian.


Dea pun melangkahkan kakinya. Dengan mengucapkan Bismillah, dan meminta perlindungan dari Allah. Dea takut jika Tian akan berbuat yang tidak-tidak kepadanya. Saat dia menangis dan meminta Tian membawanya pergi, Dea tidak memikirkan apa pun, yang difikirkannya hanya menjauh dari Riko.


" Jangn takut, aku tidak akan melakukan apa pun kepadamu." Ucap Tian yang melihat raut wajah Dea yang meragukannya.


Tian benar, dia tidak melakukan apa pun. Bahkan Tian sangat baik kepadanya, termasuk Nenek Mala dan Anaknya Dewi.


Sudah 2 Minggu Dea berada di rumah Nenek Mala. Awalnya Dea ingin mencari rumah kos. Namun Nenek Mala melarangnya, dan menyuruhnya tinggal di rumahnya. Dan kebetulan Dewi memiliki usaha toko bunga. Jadi Dea sering membantu di sana. Dea memang suka bunga, seperti mendiang Mama nya.


Hingga setelah 2 bulan, Tian menyatakan perasaannya kepada Dea. Namun Dea menolaknya. Dea merasa lebih nyaman berteman dengan Tian, tanpa ada melibatkan perasaan apapun. Dan Tian dengn sabar selalu menjadi teman Dea. Walau di hati Tian terbesit doa agar Dea bisa memberikan kesempatan untuknya.


VISUAL TIAN.



.


.


.


.


Hai readers, yang mau jatuh cinta sama Tian boleh ya.. xiixixiixi..


Jangan Lupa dukungannya dengn cara..


LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA YA..

__ADS_1


__ADS_2