Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 19 ' rahasia baru 2 '


__ADS_3

' atlet bela diri?? pantes saja dengan sekali pukul tu si bayu langsung memar. ' batin Mera sambil mencuri pandang ke arah rian yang sedang menikmati makannya dengan santai.


" apa kau segera kembali?? " tanya Dea kepada rian sambil menggandeng tangannya.


" aku harus istirahat untuk mengumpulkan tenaga. kau baik baik Disini karena aku curiga dengan beberapa orang yang ada di rumah ini " bisik Rian kepada Dea sambil mengelus kepalanya.


Riko menggertakan rahangnya melihat kemesraan yang sedang live di depannya. sampai detik ini Riko masih belum tahu Rian itu siapa.


_____


Hari ini tepat di mana hari tournamen yang diikuti oleh Rian.


tok tok tok


" kak Dea, bolehkah Mera masuk??" tanya Dea dari balik pintu kamar Dea


" masuk saja Dea, tidak di kunci kok "


Mera membuka pintu dan masuk ke kamar Dea dengan wajah yang berseri


" eemmm, itu.. kak Dea ..apa.. apa.."


Dea menoleh ke arah Mera yang gugup dan meremas jarinya. sepertinya Dea mengerti apa yang akan di katakan Mera, namu Mera pura pura tidak mengerti. karena semenjak Rian pulang dari rumah mereka, Mera selalu bertanya tentang Rian.


" apa nya yg apa Mera ?? " tanya Dea sambil mengulum senyum.


" ituu.. apaa kak Dea tidak .... tidakk.. "


" katakan saja, jangan takut. dan ini akan menjadi rahasia kita " bisik Dea saat akhir kalimatnya.


Mera tersenyum tipis " kak Dea tidak pergi menonton Rian??"


" kenapa?? Mera ingin melihatnya?? "


Mera menganggukkan kepalanya.


" lalu ??"


" apa kak Dea tidak ingin melihat rian?? "


Dea memegang bahu Mera .


" pertandingannya jam 11, dan kak Dea masih kerja. "


" kalau kak Riko memberi izin kepada kak Dea??"

__ADS_1


Dea menaikkan alisnya sebelah. ' mera... Mera.. andai kau tau saja, kalau kakak mu itu selalu membuat ku bekerja extra. dan tidak pernah mengajakku pergi meetiing. sehingga aku harus tersiksa makan di kandang macan.' batin dea


Dea hanya memberikan senyum manisnya dan menepuk bahu Mera. seakan mengerti dengan maksud Dea, Mera tertunduk lesu dan mengikuti Dea yang keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.


_______


drrrtt drrttt drrttt


" hallo "


"........."


" mau ke mana mengajak Dea?? ini masih jam kerja Mera "


" ........"


" hmmm.. berikan alasan yang jelas. "


" ......."


" baik lah "


" .........."


" ha ha aha dasar manja "


" No, kayaknya kita pergi meeting kali ini tidak usah mengajak Dea " ucap Riko kepada Dino yang saat ini berada di dalam ruangannya


" kenapa?? bukannya dia harus banyak belajar dari Lo ya "


" males gue ngajak dia, lemot banget. trus saat kita sibuk menjelaskan proyek kita, Lo tau apa yang d kerjakannya?? "


Dino hanya mengendikkan bahunya dan membuat bibir memble.


" dia malah coret coret buku catatannya abstrak ."


dino membelalakkan matanya dan sepersekian detik dia tertawa


" gue kira dia lagi nyatat poin poin penting yang Lo sampein. " ucap Dino Masih dengan tawanya yang receh.


" gue kira gitu juga, makanya gue males ngajak dia. gak enak gue kalo di tengok dengan klien "


Dino mengangguk anggukan kepalanya . "oke, sebaiknya kita kasih kerjaan yang ringan aja dulu dengan dia, agar dia bisa belajar. dan gue rasa dia emang lemah dalam berhitung." ucap Dino menyetujui Riko untuk tidak membawa Dea dulu bertemu klien sampai Dea benar benar bisa di katakan siap.


aku dan Dino keluar dari ruanganku secara bersamaan. dan sebelum pergi Dino menghampiri meja Dea.

__ADS_1


" de, kami pergi meetting dulu yaa, kamu tolong siapin berkas ini setelah istirahat " titah Dino lembut


aku hanya mendengar Dino berbicara kepada Dea, dan memberikan Dea pekerjaan selama kami pergi.


aku mendengar kembali suara Dino yang menjelaskan bahwa kami buru buru dan sudah di tunggu klien, maka dari itu tidak mengajak Dea karena masih ada yang harus Dea kerjakan. aku tau Dino hanya mencari alasan yang tepat agar Dea tidak tersinggung dan merasa tidak di anggap.


persoalan tentang menghadapi wanita Dino memang jagonya. buktinya hampir setiap hari dino selalu kedatangan wanita cantik. terkadang sehari sampai 3 wanita cantik yang datang. aku yang bosnya saja tidak sering didatangi cewek cantik. sebenarnya bukan tidak ada yang datang, tapi memang aku nya saja yang tidak ingin di datangi oleh wanita wanita 'pengincar uang' menurut ku. kecuali Viona yang memang tidak tau malu itu. walaupun sudah ku larang, ku maki, dan ku usir, tetap saja dia selalu mendatangi ku. sampai aku harus berbohong dan mengatakan Dea adalah calon istriku.


gara gara kebohongan ku, aku melihat setiap karyawan wanita selalu menatap Dea dengan tatapan membunuh. kasihan memang Dea, tapi apa peduli ku. yang penting buat ku adalah tidak ada yang mengganggu kenyamanan ku. dan aku akan menggunakan segala cara agar tidak ada wanita ' murahan ' yang mendekati ku.


saat ini dino sedang persentasi di depan klien. dan syukurlah hasilnya memuaskan sehingga kami bisa memenangkan proyek besar ini.


aku dan Dino makan siang di sebuah restoran yang dekat dengan kantor ku. handphone ku berbunyi, dan aku mendengarkan apa yang di katakan oleh orang yang berada di seberang panggilanku. aku menyuruh Dino kembali duluan ke kantor, karena aku harus bertemu dengan seseorang.


aku kembali kekantor saat jam kantor sudah selesai. aku harus kembali ke kantor dan mengambil beberapa berkas yang akan aku kerjakan di rumah.


saat mobilku memasuki depan lobi, aku melihat Dea berlari ke seorang pria yang mengendarai motor. mereka tertawa dan entah kenapa aku merasa kesal melihat mereka tertawa selepas itu. Dea memakai helm yang diberikan oleh pria itu dan naik keatas motor. pria itu pun melajukan motornya entah ke mana.


aku turun dari mobil dan menyuruh supir untuk memarkirkan mobil ku, karena aku mungkin akan pulang agak terlambat.


ku lihat dini sedang membereskan meja nya, saat aku mendekat ke arahnya, aku mengambil berkas yang dia berikan kepada ku. dan dia berlalu pergi meninggalkan ku.


aku masuk kedalam ruangan ku dan berkutat dengan pekerjaan ku. tapi entah kenapa bayangan Dea yang berlari dan tertawa selalu saja terlintas di fikiran ku.


aku merasa tidak fokus bekerja, dan aku memutuskan untuk pulang .


ku langkahkan kaki masuk kedalam rumah. sayup sayup aku mendengar suara tawa oma, Dea dan seorang pria. aku menghampiri mereka untuk melihat siapa pria itu.


aku menggenggam erat tas yang ku pegang saat melihat Dea mengacak rambut pria itu.


aku pun berdehem untuk menyadarkan mereka atas kehadiran ku.


" eheemmm"


kulihat mereka bertiga menolehkan wajahnya ke arah ku.


" Riko sayang, kau sudah pulang??" tanya Oma meta


aku yang tadi menatap wajah pria yang duduk di sebelah Dea, langsung memutuskan pandangan ku dan beralih menatap Oma.


" iyaa Oma "


" bersihkan diri mu, lalu kita makan bersama. kebetulan lagi ada tamu Dea di sini." ucap Oma meta


aku hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya dengan fikiran yang berkecamuk. tamu?? siapa dia?? apa pacarnya?? tapi informasi yang kudapat dia tidak punya pacar?? apa dia baru berkenalan di sini??

__ADS_1


tunggu... tunggu... kenapa aku harus memikirkannya?? apa urusannya dengan ku. terserah dia, mau itu pacarnya atau bukan. tidak ada hubungannya dengan ku.


__ADS_2