Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 77 " BAHAGIA "


__ADS_3

Semua keluarga sudah berkumpul di ruangan rawat inap Dea. Termasuk Lian yang masih bayi, karena bagaimana pun Tante Rahma tidak ingin ketinggalan momen berharga ini. Bagaimana tidak, Dea sudah menjadi bagian dari dirinya. Tidak ada ibu yang tidak ingin melihat putrinya menikah bukan.


Akad nikah telah berlangsung. Dea dan Riko telah resmi menjadi sepasang suami istri. Pooja sangat senang, akhirnya Pooja bisa memberikan kebahagiaan kepada Papa-nya, Orang yang di sayanginya.


Sudah 3 bulan Dea menjadi istri Riko, dan mereka juga sudah tinggal di rumah yang di beli oleh Riko tidak jauh dari kediaman keluarga Artmaja.


Drrtt.... drrt..


Ponsel Riko bergetar, saat melihat nama si penelpon, Riko mengernyitkan keningnya.


" Siapa? Tanya Dea.


" Telepon dari lapas" Ujar Riko.


Saat ini Riko tengah memanjakan istrinya yang tengah hamil muda, ya.. Dea akhirnya hamil dan membawa kebahagian yang sangat luar biasa kepada Riko. Tidak hanya satu, tapi Dea memberika dua bayi sekaligus kepada Riko.


Riko mengangkat panggilan tersebut, dan wajah Riko tiba-tiba berubah.


" Ada apa?" Tanya Dea.


" Priya, dia masuk rumah sakit. dan keadaannya kritis."


" Pergilah, dia saatbini membutuhkan mu" Ujar Dea.


Sebenarnya Riko ragu, tapi karena Dea meyakinkannya, Riko pun mendatangi rumah sakit dimana Priya di rawat.


Keadaan Priya memang sangat memprihatinkan, Priya sangat kurus dan pucat.


" Mendekatlah" Ujar Priya saat melihat kedatangan Riko.


Riko perlahan mendekat kepada Priya.


" Maafkan aku, tolong sampaikan maaf ku juga kepada Dea. Aku tidak punya banyak waktu, tolong jaga putri ku, jaga dia dan sayangi Pooja. Tolong jangan katakan tentang kejahatan ku kepadanya, aku tidak ingin dia merasa menjadi seorang putri narapidana dan pembunuh. Aku mohon" Pinta Priya.


" Aku tidak akan mengatakan jika kaubyang mencelakain Dea, tapi Pooja berhak tau atas keadaan mu saat ini" Ujar Riko.


" Tidak, aku tidak ingin dia melihat ku seperti ini. Aku mohon"


" Maaf, aku tidak bisa mengabulkannya, karena Pooja sudah ada di sini."


Riko berjalan keluar dan membawa Pooja masuk kedalam ruangan Priya. Sebelumnya Riko meminta tolong kepada pihak lapas agar tidak mendekati Priya saat bersama Pooja, dan melepaskan borgol Priya yang berada di tanganya. Bahkan baju Priya juga sudah di ganti dengan baju yang layak.


" Mama" lirih Pooja.


Pooja berlari dan memeluk mamanya.

__ADS_1


" Sayang, maafin Mama ya, Mama tidak bisa menjaga mu. Kamu harus patuh dengan Papa ya, dan nurut apa kata Mama Dea." Ujar Priya.


" Mama jangan pergi, Mama harus sembuh" Ujar Pooja di Isak tangisnya.


Priya tak sanggup menahan tangisnya lagi, tangis Priya pun pecah, hingga Priya mengalami sesak napas. Riko langsung berteriak dan menekan bel darurat memanggil perawat. Riko memeluk Pooja yang saat ini terlihat pucat dan kaku melihat keadaan Mama nya.


Dokter dan perawat masuk, CPR pun dilakukan, hingga kejut jantung juga di berikan, tapi kondisi Priya semakin memburuk, hingga terdengar suara nyaring dari alat yang terpasang dari tubuh Priya.


Tiiiiiiiiiiiiitt..


" Waktu kematian, Selasa, pukul 10.23 WIB." Hingga terdengar suara dokter mengumumkan kematian Priya.


Pooja menjerit histeris dalam pelukan Riko.


Priya di semayamkan di kediaman Artmaja, dan dikuburkan di kuburan milik keluarga Artmaja.


Priya selama ini sudah menderita kanker serviks, dia mengetahui penyakitnya ini saat umur Pooja 3 tahun 4 bulan, Demi kesembuhan Pooja, dia mengabaikan penyakitnya hingga menjadi parah. Dan masuk ke stadium 4 dengan cepat, karena Priya tidak melakukan pengobatan pada penyakitnya. Priya menyimpan semuanya sendirian, harapannya hanya satu, bisa hidup bahagia dengam Riko dan Pooja, tapi sayang, karena ambisiusnya, Priya harus menelan pil pahit akibat ulahnya.


Sudah sebulan kepergian Priya, Pooja juga sudah terlihat tidak terlalu sedih, walaupun terkadang sering terdengar oleh Dea jika Pooja menangis saat malam.


Dea sangat mengerti akan kehilangan orang yang di cintai. Maka dari itu Dea sebisa mungkin menjadi ibu yang baik untuk Pooja.


Riko saat ini sedang merajuk dengan Dea, pasalnya Dea ngidam ingin bertemu dengan seorang pria, dan Dea sangat merindukannya. Membuat Riko cemburu.


" Hai, " Ujar Tian dengan memberikan setangkai bunga mawar putih kepada Dea yang saat ini sedang duduk santai di tepi kolam bersama Pooja.


" Tian?" Pekik Dea kegirangan.


Dea berdiri dan memeluk Tian, Membuat Riko dengan sigap menjauhkan Tian dari Dea. Tian tersenyum geli melihat wajah Riko yang cemberut.


" Ini untuk mu" Ujar Tian sambil memberikan setangkai bunga tersebut.


" Terima kasih. Tian aku sangat senang kau disini. Apa kau tau, Aku marah pada mu. Kau pergi tanpa memberi kabar dengan ku" Rajuk Dea.


Riko mengeraskan rahangnya melihat kelakuan istrinya yang tiba-tiba saja manja kepada Tian, bahkan saat usia kehamilannya masuk 7 bulan, Dea tidak ingin tidur satu ranjang bersama Riko, alasannya Dea merasa mual karena berlama-lama dekat dengan Riko. Dan Dea memilih tidur bersama Pooja. Dan saat ini Dea berkata manja dengan Tian? Oh tidak, jangan tanyakan lagi wajah Riko yang menahan kesal, dan wajah Tian yang menahan Geli melihat Riko.


" Kita kedalam yuk, Tadi aku menyuruh Tante Rahma untuk di buatkan Kue. Ayo Pooja" Ajak Dea.


Seakan terlupakan, Riko hanya menatap kepergian mereka bertiga, dengan Dea yang menarik tangan Tian, dan tangan satunya memegang tangan Pooja.


Jika ada karung, rasanya Riko saat ini ingin memasukkan Tian kedalam karung dan menenggelamkan nya ke lautan terdalam.


Jika tidak mengingat istrinya yang tengah hamil.


Riko mengikuti mereka dari belakang denahn wajah di tekuk. Kemudian Riko menarik Dea kedalam pelukannya.

__ADS_1


" Kau melupakan ku sayang" Ujar Riko.


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Riko, selama tiga bulan ini Dea memang susah di sentuh, bahkan untuk di cium pun Dea tidak mau. 'Wahai ibu hamil, apa seperti inikah jika mengidam?' Batin Riko.


Dea mengecup bibir Riko didepan Tian, Pooja, Dan Tante Rahma. Yang tidak pernah Dea lakukan sama sekali selama pernikahan mereka yang masih seumur jagung itu.


" Terima kasih sayang" Ujar Dea membalas pelukan Riko dan tersenyum.


Tau gini dari dulu saja Riko membawa Tian.


Mereka pun menikmati Kue buatan Tante Rahma, hingga Dea merasakan perutnya sangat sakit.


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Riko sedikit panik.


" Perut ku sakit. Aww" Rintih Dea.


Tantebm Rahma yang melihat perut Dea mulai turun pun, membuka suaranya


" Itu Dea sudah waktu nya melahirkan Riko, ayo di bawa ke rumah sakit" Ujar Tante Rahma Tenang.


walaupun tante Rahma memberi tahunya dengan tenang, tapi kepanikan Riko langsung naik. Riko berteriak memanggil supir untuk menyiapkan mobil, berjalan sana sini tidak tau berbuat apa. Membuat Tante Rahma menggelengkan kepalanya.


Tante Rahma mengintruksi Riko untuk mengambil tas bayi yang memang sudah di persiapkan saat mendadak begini. Dan membawa Dea ke rumah sakit.


Dengan perjuangan seorang ibu, Dea melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan wanita secara normal. kebahagiaan pun terpancar di seluruh wajah keluarga Dea dan Riko. Karena mendapatkan bayi kembar sepasang.


Keluarga Riko dan Dea juga sudah berada di rumah sakit. Saat mendapatkan kabar Dea akan melahirkan.


Dan Tian? Tentu saja ikut bahagia dan ikut serta ke rumah sakit. Bahkan Tian yang mengendarai mobil, karena supir Riko mendadak sakit perut.


Seluruh keluarga berkumpul di kamar inap Dea. Yaa, Dea sudah di pindahkan kekamar saat di nyatakan dokter baik-baik saja. Mereka terlalu sibuk memperhatikan bayi yang lucu-lucu itu.


" Uncle Tian, Jika Pooja besar, Pooja ingin menikah dengan Uncle Tian. " Ujar Pooja kepada Tian di depan seluruh keluarganya, membuat semua keluarga terdiam, dan kemudian tertawa karena melihat wajah polos Pooja dan wajah gugup Tian yang dilamar oleh anak kecil. Tapi tidak dengan Riko, yang menatap sinis kepada Tian.


" Sampai kapan pun gue gak bakal terima Lo jadi menantu" Ujar Riko, yang membuat seluruh keluarga tertawa.


Setelah 4 bulan Dea melahirkan, Rian dan Mera menggelar acara pernikahan, dan Sahabat Dea, Lula pastinya ikut hadir setelah pernikahan Dea yang tiba-tiba dan tanpa resepsi karena Dea yang terlanjur hamil setelah 1 bulan akad nikahnya. Dan Dea yang mabuk berat maka itu juga salah satu alasan tidak di adakan nya resepsi pernikahan yang megah.


\=\= THE END \=\=


Terima kasih author ucapkan kepada seluruh pembaca yang setia dengan cerita perdana author. Terima kasih yang sudah memberikan Like dan Vote nya. dan terima kasih juga telah memberikan dukungan serta kritik dan saran. semoga author bisa menjadi penulis yang lebih baik lagi kedepannya.


sukses selalu buat kita semua, sampai jumpa lagi di novel author selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2