GARA-GARA NGGAK CANTIK

GARA-GARA NGGAK CANTIK
71. Gosip Tentang Ken


__ADS_3

Gara-gara kejadian pingsan tadi pagi di mall, akhirnya sore ini ibu berinisiatif untuk memanggil terapis salon kecantikan untuk melakukan perawatan pada aku dan ibu sore ini.


Siapa sangka, salah satu terapisnya adalah mbak-mbak yang dulu pernah melakukan perawatan saat aku baru putus dari Arif. Dia langsung heboh saat berada dalam kamarku untuk melakukan perawatan.


"Ya ampun, dunia ini benar-benar sempit ya mbak. Ternyata mbak Rara jodohnya anak Bu Intan. Kalau tahu, dulu saya nggak akan berani mengatakan mbak Rara buluk. Duh, maaf banget ya mbak, benar-benar nggak sopan nih mulut. Maaf banget ya mbak." kata mbak terapis tersebut padaku dengan raut wajah menunjukkan penyesalan. Ia sampai memukul mulutnya sendiri.


"Hehehe, enggak apa-apa kok mbak. Gara-gara mbak bilang buluk itu, akhirnya saya sadar diri dan menurunkan standar saya dengan menikah dengan putranya ibu. Coba kalau enggak, entah nikah dengan siapa saya." aku menjawab santai


"Hah, beneran mbak?"


"Hehehe, ya enggaklah. Saya cuma becanda. Berjodoh dengan Ken adalah salah satu hal yang saya syukuri." kataku.


"Memang benar mbak, mas Ken kan diidolakan banyak gadis-gadis kaya raya."


"Jangan-jangan mbak juga mengidolakan?"


"Ya bagaimana ya mbak. Kalau kagum sih iya, kalau suka saya nggak berani mbak. Saya sadar diri saja, mas Ken yang tampan dan kaya raya pasti milihnya anak orang kaya yang cantik."


"Tapi mbak bilang saya burik. Enggak kaya juga lho. La saya ini kan cuma pegawai biasa di kantor Ken."


"Iya juga sih mbak. Tapi begitulah jodoh ya mbak, kalau sekarang mah mbak Rara juga sudah hampir sama lah dengan gadis-gadis kaya raya itu. Bahkan mungkin sudah lebih soalnya kan mbak Rara yang memenangkan hatinya mas Ken."


"Hehehe, bisa saja mbak ini."


"Iya lho, kayak mbak-mbak yang sering ngegosip tentang mas Ken."


"Ah, masa mbak?"


"Iya lho mbak."

__ADS_1


"Memang mbak tahu dari mana?" aku jadi penasaran dengan berita yang diberikan oleh mbak terapis tersebut. Memang sih, Ken punya wajah yang rupawan, ia juga berasal dari keluarga terpandang. Pastilah jadi target gadis-gadis.


"Itu mbak, tapi mbak Rara jangan marah ya. Toh sekarang sudah terbukti kalau mbak Rara adalah pemenangnya. Mbak Rara dan mas Ken sudah menikah."


"Iya, Alhamdulillah."


"Saya sering dengar, mbak-mbak yang nyalon kalau datang berdua atau lebih, biasanya pada nyebut-nyebut nama mas Ken. Mereka ngomongin mas Ken, terakhir malah curhat saling patah hati gitu karena mas Ken sudah nikah. Duh, kalau mbak Rara dengar pasti bakalan gemes, soalnya mereka nekat, katanya siap nunggu dudanya mas Ken, bahkan ada yang mau jadi yang kedua, ketiga atau keempat. Parah nggak tuh, mbak."


"Hah, sampai segitunya?" aku geleng-geleng kepala sekaligus gemas juga mendengarnya. Ternyata Ken punya fans garis keras juga. Tapi mau bagaimana lagi, aku sudah menikah dengan Ken, semuanya harus aku hadapi, mau tidak mau.


"Iya mbak. Mereka memang memuji-muji mas Ken."


"Tapi itu beneran Ken suami saya? Jangan-jangan Ken yang lain. Misalnya Ken Ken yang artis itu, atau Ken yang lain lagi. Bisa saja kan mbak salah? Namanya Ken kan banyak."


"Ya ampun mbak Rara, saya nggak akan salah kalau masalah ini. Nih ya, saya kasih tahu, yang namanya mas Ken anaknya Bu Intan kan cuma suaminya mbak Rara."


"Iya sih."


"Iya sih." aku tergelak, tapi juga menelan ludah mendengar nama Monika yang disebut.


"Nih, kalau mbak Rara nggak percaya, saya izin ya, lihatin video mbak-mbak yang ngegosip tentang mas Ken." tanpa menunggu jawaban dariku, mbak tersebut mengambil Hp dari saku bajunya, lalu memperlihatkan video dengan durasi dua menit padaku.


"Siapa itu? Kok ada sama mbak?"


"Saya ambil mbak, pas mereka lagi asyik ngegosip."


"Lho, memangnya sudah izin?"


"Ya nggaklah mbak. Kalau izin nggak bakalan dikasih."

__ADS_1


"Nggak boleh begitu lho mbak, nanti bisa dituntut sama mbak yang ada dalam video tersebut. Bisa kena UU ITE."


"Astagfirullah, iya kah mbak?"


"Iya dong."


Mbak tersebut buru-buru menghapus video yang diambilnya secara diam-diam, lalu memintaku untuk tutup mulut.


"Boleh saja, tapi ada syaratnya.". kataku.


"Syarat apa mbak? Jangan bilang mbak mau minta uang dari saya. Duh mbak, saya ini cuma terapis biasa, gajinya cuma cukup untuk makan dan biaya keluarga, jangan diperas ya mbak."


"Siapa juga yang mau merasakan, saya cuma mau minta tolong, kalau mbak mendengarkan ada perempuan lain yang coba-coba membicarakan suami saya, katakan sama mereka Ken sudah punya istri dan kami saling mencintai." kataku.


"Oke mbak!"


***


Andai aku tahu tentang gosip-gosip tersebut sebelum menikah dengan Ken, pastilah aku tak akan pernah berani menerima lamarannya. Bayangkan saja, yang mengincar Ken adalah perempuan-perempuan good looking. Bahkan di atas Monika adapun Bianca. Sementara aku, hanya gadis biasa yang mungkin tak ada menarik-menariknya di mata lelaki kebanyakan yang melihat perempuan dari wajah dan bodinya.


Sudah dua jam pesan yang kukirimkan pada Ken belum berbalas. Aku memilih berselancar di dunia maya, sembari menanti balasan darinya.


Saat melihat akun Ken, aku langsung menghela nafas melihat foto yang ditandai oleh Bianca. Benar sekali dugaaanku. Ia mencari kesempatan dalam kesempitan. Terlihat jelas dari foto yang ditandai, tampak Ken sedang makan semeja dengan Bianca. Mereka hanya berdua. Ini adalah bukti bahwa Bianca belum menyerah, bisa saja ia salah satu dari fans garis keras Ken yang rela menunggu status Ken jadi single lagi, atau malah menawarkan diri jadi simpanan. Nauzubillah.


Orang lain yang melihat, tetapi tidak tahu bagaimana Ken sebenarnya pasti akan menduga-duga bahwa Ken ada sesuatu dengan Bianca. Tetapi aku percaya seratus persen pada Ken. Aku yakin ia tak akan melakukan hal-hal terlarang.


Laki-laki yang tahu syariat, nggak akan pernah menyakiti perempuannya sebab ia takut pada Allah. Kalaupun ia menemukan cinta yang lain, ia pasti akan menempuh jalan yang halal, bukan dengan jalan haram yang dilarang oleh


Allah.

__ADS_1


Untuk menghadapi Bianca, aku tak mau terpancing lagi. Aku sangat yakin ini adalah caranya memancingku.


__ADS_2