Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 100 : Hukuman untuk Louise.


__ADS_3

Episode 100 : Hukuman untuk Louise.


***


Louise yang sudah sadar masih diborgol dengan ketat, dia masih sangat sombong, dia kemudian melihat kearah polisi yang ada di hadapannya dengan tatapan yang remeh.


"Apakah kau kenal dengan Hardan William? dia itu anak tiriku, aku Ayahnya!"


"Kalian semua akan mati jika berani bertindak lebih jauh!"


"Apa kalian dengar aku?"


Louise mencoba mempengaruhi polisi yang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai semua bukti kejahatan yang dilakukan oleh Louise.


Yaitu, merencanakannya pembunuhan tingkat satu, dan sering melecehkan wanita muda yang ia temui dimanapun, menggelapkan dana perusahaan William.


Dan untuk semua itu karena Louise dianggap sangat berbahaya dan licik bisa dikenakan hukuman penjara seumur hidup.


"Haah!"


Petugas polisi itu melipat tangannya dan menghela nafasnya dalam-dalam.


Dengan wajah yang kesal, dia menunjukkan berita utama yang sudah beredar di seluruh negeri.


Louise menonton berita itu dan akhirnya ia baru tahu jika dia sudah berakhir.


Adapun isi berita itu adalah mengenai kejahatannya, merebut istri sahabatnya, melecehkan banyak wanita muda, menggelapkan dana perusahaan William dan bahkan merencanakan pembunuhan tingkat satu.

__ADS_1


"Tidak! itu tidak benar!"


Louise tertawa seperti orang gila namun sembari meneteskan air mata.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Saat Louise tidak bisa menerima kenyataan jika dia telah kalah telak, seseorang mengetuk ruangan interogasi.


"Pak, ada pesan dari Tuan Hardan ..." serunya menyampaikan sebuah kertas untuk Louise.


Polisi yang bertugas menginterogasi Louise segera membuka kertas dan membiarkan Louise membaca surat itu.


Ketika Louise membaca surat itu, Louise marah sekali dan berteriak.


"BAJINGAN! SIALAN! KU BUNUH KAU!"


"Heh, kau! ini bukan tempat tamasya untukmu bisa berteriak, jika tidak ingin di hukum mati cepat jawab semua pernyataan dengan benar! mengerti?"


Bisik petugas itu membuat Louise gemetaran ketakutan.


Ini adalah kali pertama dia diremehkan, dan dia tak bisa melakukan apapun.


Petugas itu mengambil kertas itu lagi dan menyimpannya, adapun isi tulisan di kertas itu adalah.


'Sampah selamanya akan menjadi sampah! aku sudah memberikan kesempatan hidup bebas untukmu selama ini, dan kau merasa bisa menguasai kekuasaan Ayahku!'


'Ayahku sangat jauh berbeda dari rongsokan seperti mu! nikmati saja hidupmu membersihkan kamar mandi narapidana seumuran hidupmu! akan ku buat kau hina sehina perilaku mu!'

__ADS_1


'Salam, mantan TUANMU HARDAN WILLIAM!'


Pesan di kertas itu menunjukkan betapa Hardan menganggap Louise hanya seorang sampah.


Oleh karena itulah Hardan tidak mau bertatap muka dengan Louise, karena Hardan ingin menunjukkan jika Hardan bisa menghancurkan Louise berkeping-keping hanya dalam satu malam.


***


Disaat yang bersamaan,


Glen akan pergi ke luar negeri, Glen sudah terlalu malu memiliki ayah dan ibu seperti ayah dan ibunya.


Glen sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini, dia bahkan membantu kepolisian untuk menjadi saksi tentang bagaimana Ibunya berteriak di mobil untuk segera melenyapkan Bulan.


Setelah kesaksian itu Glen pergi entah kemana, tidak memberitahu siapapun, akan tetapi dia mengirimkannya pesan kepada Hardan William.


'Kak Hardan, aku tahu ini tidak pantas, tetapi aku selalu mengangumi sebagai seorang yang hebat! walau bagaimanapun kita satu Ibu, aku tidak memintamu memaafkan Ayah dan Ibuku, karena mereka sangat bersalah, hanya saja tolong maafkan keberadaan ku, jika kita bertemu suatu hari nanti, aku ingin sekali saja bertegur sapa dan memanggil mu Kakak tertua!'


Itulah pesan yang dikirimkan oleh Glen kepada Hardan sebelum ia pergi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2