Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 70 : Hukuman untuk orang yang mengganggu Bulan.


__ADS_3

Episode 70 : Hukuman untuk orang yang mengganggu Bulan.


***


Tetapi sebelum beranjak, Hardan terlebih dahulu mengecup dahi Bulan dan menyelimuti nya dengan benar.


"Tunggu sayang, akan ku buat mereka membayar seribu kali lipat, tangisan mu tidak akan jatuh dengan sia-sia!" bisik Hardan melangkah ke luar ruangan.


Dia pergi menuju ruangan kerja nya.


Sesaat dia sampai di ruangan kerja, dia langsung menghubungi assiten nya.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo Bos?"


Lucas menjawab panggilan itu, ketika dibelakangnya sudah ada Mona dan Lisa menangis ketakutan.


"Bagaimana mereka? sudah bawa kesini?" seru Hardan dengan sangat serius dan dingin.


Amarahnya benar-benar tidak mereda sedikitpun.


"Sudah Bos, mereka ada di belakang mobil sekarang ..." balas Lucas sembari melirik kearah Mona dan Lisa yang ketakutan itu.


"Bagaimana dengan orang-orang yang menghina Bulan tadi?"


Hardan memastikan mengenai orang-orang yang tadi menghina Bulan juga.


"Sudah dalam proses Bos, sebentar lagi mereka akan dipanggil ke kantor polisi dan mereka tidak akan bisa lagi menginjakkan kaki di kampus Nona Bulan,"


Seru Lucas lagi memberikan laporan dengan lugas kepada atasannya.


"Bagus! mereka harus diberikan pelajaran yang menyakitkan! beraninya mereka mengganggu kekasih ku!"


"Khusus untuk dua sampah yang kau tangkap itu, sebelum menyerahkan mereka ke polisi berikan mereka perlakuan khusus seperti yang aku katakan padamu tadi!"


Hardan memberikan perintahnya kepada Lucas lagi.


Setelah itu panggilan mereka berakhir.


***


"Tuan, kalian siapa? kami tidak bersalah ... kami hanya penonton biasa di drama tadi!"


Mona mencoba menanyakan mengenai informasi orang-orang yang menangkap mereka ini.


Ketika mendengar pertanyaan itu, Lucas melihat ke belakang sebentar.


"Saya bawahan Tuan Hardan William, kau dan putrimu telah melakukan sesuatu yang tidak bisa dimaafkan, kalian mengganggu kekasih Tuan, jadi kalian akan mendapatkan ganjaran nya!"

__ADS_1


Seru Lucas dengan tegas, sedikit menakutkan dan mendominasi.


"Ganjaran? ganjaran seperti apa? kami tidak melakukan apapun, kami bahkan baru tahu foto itu di ruangan aula, jika kalian macam-macam maka aku akan melaporkan kalian atas dasar penculikan!"


Teriak Mona masih mencoba mendominasi agar mereka bisa bebas dari semua ini.


Tetapi tentu saja usahanya akan sia-sia.


Lucas hanya menyeringai saja, lalu melihat kearah Mona dengan tatapan yang tajam.


"Coba saja kalau berani, jika kalian ingin mati dan mayat kalian tak ditemukan dimanapun, laporkan saja! apakah kalian lupa dengan siapa kalian berurusan?"


"Kalian kira kalian bisa mengalahkan Tuan Hardan? cih! sebentar lagi kalian juga akan memohon ampun!"


Lucas langsung membuat Mona dan Lisa terdiam, ketakutan dan Lisa semakin menangis.


"Bagaimana ini Ibu? aku takut, bagaimana jika aku tidak bisa kuliah lagi, aku tidak mau ..."


Segala kekhawatiran dan ketakutan memenuhi kepala Lisa sekarang, membuat Mona semakin kesal dengan rengekan putrinya.


"Sudah diam lah, semuanya akan baik-baik saja!" geram Mona yang sudah kesal dengan rengekan Lisa yang benar-benar ketakutan.


Ketika keduanya masih berdebat, mobil yang mereka kendarai akhirnya sampai di sebuah mansion yang sangat besar.


Tetapi mereka tidak menuju loby utama melainkan kearah belakang mansion, menuju sebuah ruangan yang dimana disana sudah ada beberapa perempuan berbadan tegap Seperti petugas keamanan handal menunggu mereka.


"Seperti yang aku katakan di telepon tadi, berikan kedua orang ini perlakuan khusus, tangan dan kakinya harus lumpuh beberapa saat ..." seru Lucas kemudian pergi masuk ke dalam mansion.


Lucas masih harus berdiskusi dengan bosnya mengenai beberapa masalah di perusahaan.


Tentang masalah yang diakibatkan oleh Ibu kandung Hardan sendiri, Hardan ingin menyelesaikan permasalahan keluarga nya saat ia kembali nanti.


Agar di kemudian hari tidak akan ada masalah yang akan menantinya, juga Bulan yang sepertinya benar-benar telah merebut hati sang tuan muda.


***


Setelah Lucas pergi,


Lisa bersembunyi di belakang Ibunya, ke lima orang wanita yang diperintahkan Lucas tadi sudah tahu apa yang diperbuat oleh kedua orang ini.


"Apa yang kalian lakukan? cepat masuk!"


Salah seorang dari perempuan yang bertugas untuk memberikan Mona dan Lisa pelajaran membentak keduanya agar segera masuk ke dalam ruangan itu.


"Mau apa kalian? jangan macam-macam ya, jika kalian macam-macam denganku, aku akan menuntut kalian dan ...."


Mona masih tetap saja menantang, dia sebenarnya takut sekali tetapi harga dirinya tidak rela jika dia dibentak dan diperlakukan semena-mena Seperti ini.


"Plak!"

__ADS_1


Tamparan yang sangat kencang dan bahkan menimbulkan luka di pipi Mona langsung mendarat.


"Berhenti berbicara sialan! jika tidak ingin mati! maka cepat masuk atau aku akan mengarak mu ke depan Tuan Hardan, dan nyawamu tidak akan pernah selamat!"


Seru seseorang dari kelima orang yang bertugas memberikan pelajaran yang akan diingat oleh Mona dan Lisa seumur hidup.


"Ibu ... jangan pukul Ibuku, tolong ..." Lisa tentu panik dan menangis.


Melihat ibunya tersungkur dan dipukul seperti itu.


"Ibu ..." Lisa mencoba membantu Ibunya akan tetapi tangannya segera dihempas oleh Mona dan mencoba melawan orang yang menampar nya.


"Sialan, kau kira dirimu siapa ha? aku akan menuntut kalian semua ..." Mona dengan kemarahan yang tidak bisa ia kontrol mencoba menjambak rambut orang yang menampar nya.


Akan tetapi sebelum tangannya sampai ke rambut nya, tangan Mona sudah dipelintir ke belakang memberikan rasa sakit yang begitu hebat.


Sampai sampai Mona berteriak kesakitan dan tak bisa mempertahankan dirinya lagi.


"Para BAJINGAN ini mencoba melawan, ternyata apa kata Tuan Lucas benar! dia ini sangat angkuh bahkan tega menjual kekasih Tuan Hardan kepada lelaki tua,"


"Perbuatannya sangat keji, dan sekarang hendak melapor kan kita juga! hahahah!"


"Lihat saja apa yang akan kami lakukan kepadamu! sialan!"


geramnya menarik Mona kedalam ruangan remang-remang, sedangkan Lisa ikut diseret juga ke dalam ruangan itu.


Dan di dalam ruangan itu, penyiksaan yang mengerikan sampai Mona yang sombong, angkuh dan selalu merasa benar itu memohon ampun sembari menangis.


Sedangkan Lisa, dia sudah pingsan hanya karena satu pukulan, karena Mona adalah dalang yang paling andil maka Mona diberikan hukuman yang berlipat ganda.


"Ampun ... tolong, tolong maafkan aku, ampun ... sakit!"


Mona berteriak, tak terasa sudah subuh, dan siksaan itu belum berakhir.


Tangan dan kakinya sudah tidak bisa bergerak, Mona tidak tahu jika dia akan menerima perlakuan ini di jalan sekarang.


Mona bahkan belum juga sadar, separah apa dia melukai Bulan, tetap saja merasa dia adalah pihak yang terluka dan menderita.


"Tuan Lucas mengatakan, keduanya harus dibawa pagi hari ke ruang belakang," seru salah seorang dari kelima orang yang sudah bekerja keras untuk memberikan pelajaran kepada Mona dan Lisa.


"Baiklah, sebentar lagi sudah akan pagi, aku juga sudah lelah bersama manusia biadab yang ada disini!" serunya melirik sinis kearah Mona yang masih sadar dan kesakitan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2