Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 51 : Kencan dengan kekasih.


__ADS_3

Episode 51 : Kencan dengan kekasih.


***


Rasanya seperti terikat kontrak dengan sesuatu yang mengerikan, Bulan Tak akan pernah tahu jika lelaki yang awalnya semena-mena dan sepertinya hanya mengganggap dia sebagai obat hidup, akan menyukai dirinya.


Dan bahkan mengatakan rasa sukanya dengan cara yang blak-blakan tanpa menutupi perasaannya sedikitpun.


"Tuan, bukankah Tuan mengatakan kepadaku jika aku hanyalah kekasih rahasia? hubungan kita akan berakhir ketika Tuan sembuh ..."


"Bukankah itu isi kontrak yang Tuan katakan kepadaku?"


"Kenapa sekarang ..."


Belum selesai Bulan mengatakan apa yang hendak ia katakan, Hardan yang sangat benci ditolak itu langsung melahap bibir Bulan.


Begitu kencang sampai Bulan tak bisa mengelak dan mendorong Hardan.


"Uhmm ... Tu ... Tuan, aku tidak bisa bernafas ... tolong hentikan,"


Bulan mencoba dengan sangat kuat untuk mendorong Hardan, memukul dada bidang Hardan sekuat yang ia bisa.


Matanya terpejam kuat dan dia merasa tertekan oleh kekuatan besar lelaki ini.


Hardan melonggarkan ciumannya sejenak lalu dia membisik lagi.


"Kau itu sudah menjadi milikku, jika aku mendengar kau mengatakan ingin pergi ketika aku sudah sembuh maka aku akan menghabisi mu tanpa ampun!"


"Kau tahu kan maksud ku?"


Hardan membisik begitu dekat, dengan mata yang sangat tajam.


Hardan tanpa sadar membuat Bulan ketakutan lagi, menekan dan membuat Bulan tak memiliki pilihan.


Bulan mencengkeram tangannya dengan kuat.


"Aku datang kesini karena khawatir denganmu, aku khawatir dengan kesehatan mu!"


"Tetapi ternyata rasa khawatir ku tidak ada artinya, Tuan tetap saja memaksa ku dan mengancam aku!"


"Selalu membuat aku tidak memiliki pilihan!"


"Tuan ... apakah sangat menyenangkan membuat aku menderita? apakah sangat menyenangkan membuat aku takut?"


"Aku tahu aku sudah tidak memiliki ayah dan ibu, aku sendirian dan sebatang kara, tidak memiliki uang dan kedudukan, tetapi kenapa kalian semua tetap mempersulit hidupku?"


"Tuan, Ibu tiriku, Lisa, bahkan semua orang di kampus, kalian selalu menyudutkan aku, mengatakan sesuatu yang membuat ku takut dan mengancam ku!"


"Aku salah apa sebenarnya? aku hanya ingin bertahan hidup, lulus kuliah, bekerja dan bebas ... kenapa kalian semua jahat dan menyudutkan aku? kenapa?"


Bulan sudah tak bisa menahan rasa sakitnya lagi, demi datang ke perusahaan Hardan karena katanya Hardan membutuhkan nya.


Bulan sampai membolos lagi di satu mata kuliah, tetapi yang ia dapatkan hanyalah ancaman lagi.

__ADS_1


Hanyalah kata-kata yang menyudutkan dan membuat Bulan takut lagi.


"Deg!"


Hardan yang sebenarnya tak tahu cara memperlakukan wanita yang ia suka lagi lagi merasakan rasa sakit di hati ketika melihat wanita sebatang kara ini menangi.


Dia menangis tersedu-sedu dan bahkan sembari memukul dadanya dengan tangan mungilnya.


Hardan yang menyadari dia menyakiti Bulan segera melepaskan Bulan, membiarkan Bulan menangis sepuasnya.


"Aku hanya takut kau pergi, aku tidak tahu jika ucapan ku menyakiti mu!"


"Aku tidak sama dengan semua orang yang kau sebutkan, aku tidak pernah berbohong dengan ucapan ku!"


"Jangan menangis lagi, aku bersalah ... aku hanya tidak bisa membayangkan kau pergi seperti oranglain."


Bulan sudah tidak peduli lagi apa yang dikatakan oleh Hardan, sekarang Bulan sudah terlanjur menangis sampai sesenggukan dan hal itu sulit dihentikan sekarang.


Disaat yang sama, melihat Bulan menangis dengan hebat, Hardan juga bingung bagaimana caranya membujuk dan membuat Bulan tak akan menangis lagi.


Jadi, dia tengah berpikir keras dan akhirnya ia memiliki sebuah ide di kepalanya.


"Sayang ..." Hardan menggenggam kedua bahu Bulan.


Bulan yang masih sesenggukan tak mau melihat kearah Hardan, dia masih marah dan kesal sekali.


Bagaimana dia sudah sangat khawatir dengan Hardan tetapi malah mengancam nya barusan.


"Berdasarkan penyelidikan anak buah ku, kau suka pantai kan?"


"Besok kita bisa langsung pulang dan kau tidak akan membolos,"


Hardan dengan sangat antusias memberikan ide kepada Bulan.


Bulan masih belum menjawab, tetapi Hardan sudah menghubungi anak buahnya untuk mempersiapkan kendaraan mereka menuju pantai.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Hardan segera memanggil Lucas melalui telepon genggamnya.


Sembari menggenggam tangan Bulan yang masih diam dan kesal untuk segera duduk di kursi sofa.


"Halo Bos?"


Lucas tentu dengan sigap mengangkat panggilan itu.


"Siapkan kendaraan untukku sekarang, aku ingin membawa pacarku kencan di pantai, lakukan dengan cepat!"


Hardan memberikan perintah dimana saat itu Lucas dibuat mengaga lagi, bagaimana Hardan sudah memanggil Bulan sebagai kekasihnya.


"Sudah kuduga ada yang tidak beres dengan Tuan, sepertinya Tuan benar-benar suka dengan Nona Bulan, wah wah!"


Lucas yang baru saja diberikan perintah segera menyanggupi perintah Bosnya dan menyiapkan kendaraan untuk Hardan dan Bulan menuju villa Hardan yang di dekat pantai.

__ADS_1


Sebenarnya Bulan ingin menolak, dia sudah duduk di kursi sofa tetapi dia terlalu marah hanya untuk sekedar berbicara dengan Hardan.


Bulan mungkin tidak sadar jika tidak akan ada orang yang berani mendiami Hardan kecuali dirinya.


Dan walaupun Bulan mendiami Hardan, tetap saja Hardan tersenyum dan malah sekarang mengusap pundak nya.


"Aku akan memberikan mu segalanya, hanya saja jangan pergi dari sisiku, siapa tahu aku tidak akan pernah sembuh kan? jadi kau harus bertanggung jawab!"


Hardan duduk bersama Bulan, sembari menyeringai dan mengusap rambut Bulan.


'Cih! dasar arogan, monster, sialan!'


'AAAAAA! aku sudah tidak tahan lagi! aku tidak tahan dengan kearoganan lelaki ini!'


'Hah!'


'Bagaimana sekarang hidupku? bagaimana cara nya agar aku bisa bebas sekarang!'


Seperti biasa jika Bulan tengah marah, Bulan hanya akan bertengkar dalam dirinya sendiri.


Bulan saat ini sedang bingung memikirkan cara agar bisa lepas dan bebas dari Hardan.


Tetapi Bulan tahu hal pertama yang harus ia lakukan adalah membuat Hardan sembuh dulu.


***


Disaat yang bersamaan,


Ruby yang sudah tidak sabar bertemu dengan Hardan setelah sekian lama melakukan berbagai perawatan tubuh.


Selama ini sangat sulit mencari informasi mengenai Hardan, bahkan Hardan tak pulang selama beberapa tahun ke kediaman keluarga nya.


Membuat Ruby tak bisa bertemu dan menjelaskan segalanya kepada Hardan.


"Aku yakin pasti bisa meyakinkan Hardan kembali kepadaku, lagian hanya aku yang membuat nya tidak alergi!"


"Aku sudah sangat merindukan dia!"


Ruby yakin sekali, dia sangat yakin jika sebentar lagi dia akan kembali bersama Hardan.


Dengan fakta bahwa sampai sekarang Hardan belum menikah, hal itu sudah menjadi jawaban bahwa hingga sekarang hanya dia yang tidak membuat Hardan alergi.


Entah apa hubungan Hardan dan Ruby dahulu, akan tetapi sampai sekarang pun Ruby tetap menginginkan Hardan berada di sisinya.


.


.


.


.


Author : Maaf ya jika masih banyak kekurangan dan typo dimana-mana, akan diperbaiki saat author punya waktu luang ya.

__ADS_1


Terimakasih banyak.


__ADS_2