
Episode 92 : Permohonan sekali lagi.
***
Sama seperti di makam Ayah Bulan, di makam Ayah Hardan juga ada pohon, tetapi daunnya sudah rontok.
Angin dingin yang kencang mulai menyapa mereka, genggaman tangan semakin erat pula karena udara semakin dingin.
Setelah Hardan mengatakan seluruh isi hatinya, di melihat kearah Bulan yang sekarang sudah menggandeng tangannya karena dingin.
Hardan tersenyum dan dia mengusap rambut kekasihnya.
"Sayang ... kau pasti memiliki banyak pertanyaan, tapi suatu hari nanti aku akan menceritakan semuanya, saat hatiku benar-benar telah sembuh,"
Hardan tahu betul isi hati Bulan, dimana benar, memang Bulan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup Hardan mengapa dia bisa trauma dan bahkan mengisap OCD langka yang hanya khusus alergi wanita.
Tetapi karena Bulan menghargai hati Hardan, Bulan menahan dirinya dan terus menunggu, hingga nanti Hardan memberitahukan segalanya dengan sukarela.
Bulan tersenyum lembut, air matanya sudah kering karena angin dingin yang kering.
"Aku akan menunggu, kita memiliki banyak sekali waktu untuk bersama, ketika kau siap maka ceritakan lah, bukankah kita akan bersama selamanya?"
"Jadi, tenang saja, apapun yang terjadi aku akan tetapi menunggu dan terus mendukungmu,"
__ADS_1
"Berada di sisimu dan tak akan meninggalkan mu seperti kamu yang tidak akan pernah meninggalkan aku ..."
Ucap Bulan selalu saja membuat Hardan takjub.
Adakalanya Bulan sangat kekanak-kanakan, ngambek dan mengomel sendiri, namun di waktu yang dibutuhkan dia akan menjadi sangat bijak dan bisa menjadi tempat untuk bersandar.
Ketika Hardan sudah pusing dengan segala pekerjaan yang ia punya, dia akan kembali pulang ke tempat Bulan.
Ya, bagi Hardan, Bulan adalah rumahnya.
"Iya, tentu saja kita akan bersama selamanya, bahkan jika kau mau pergi dariku suatu hari nanti, aku akan mengikat mu," balas Hardan dengan sisi posesif nya yang tidak pernah berubah.
***
Karena udara semakin dingin, Hardan khawatir akan membuat Bulan sakit, jadi dia memutuskan untuk membawa Bulan pulang dan dia pergi ke perusahaan.
"Ummm baiklah ..."
"Tapi, aku ingin berdoa disini, karena hari ini adalah hari ulangtahun ku, aku ingin membuat permohonan sekali lagi dalam hatiku ..." Bulan berubah dengan lembut dan manis.
"Lakukan saja, aku akan menunggu ..." balas Hardan membuka kancing jasnya dan melingkarkan nya di tubuh Bulan.
Kemudian mengancing nya lagi, jadi Hardan memeluk Bulan dari belakang dalam jas yang sama agar Bulan tidak terlalu kedinginan.
__ADS_1
Setelah itu Bulan mulai berbicara dalam hatinya, yang sebenarnya dia ingin mengucapkan beberapa janji di makam Ayah Hardan.
'Aku akan menyembuhkan luka hati Hardan, aku berjanji kepadamu, bahwa dia akan bahagia jika bersamaku, dia pasti akan sembuh seutuhnya, tidak akan kubiarkan siapapun menyakitinya lagi ...'
'Semoga Paman tenang disana, sekarang biarkan aku yang menjaga putramu,'
Bulan berjanji dalam hatinya, dia seolah berbicara dengan ayah Hardan jika dia pasti akan membuat Hardan sembuh seutuhnya dan tak akan menderitanya kesepian lagi.
Setelah itu Bulan membuka matanya, dia menoleh keatas karena dia tak bisa bergerak.
"Aku sudah selesai, ayo kita kembali ..." balas Bulan membuka kancing jas yang ada di tubuhnya.
"Baiklah sayang ..." seru Hardan langsung merangkul Bulan lagi di bahunya dan mereka melangkah pergi menuju mobil dimana sudah ada Pak Sam disana menunggu.
Akan tetapi sebelum akhirnya sampai ke parkiran mobil, Hardan bertemu seseorang yang juga sepertinya hendak mengunjungi makam Ayahnya.
Mata Hardan menjadi sangat tajam dan kemarahan dalam hatinya menggebu-gebu tak karuan.
.
.
.
__ADS_1
.
Author : Masih ada beberapa episode lagi Bentar lagi nyusul ya ❤️