Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 74 : Sangat Merindukan Ayah.


__ADS_3

Episode 74 : Sangat Merindukan Ayah.


***


Jika Hardan sembuh maka dia akan mendapatkan istri dan pasangan hidup, dan hal itu akan merugikan rencananya.


"Jadi bagaimana Pah? berdasarkan penyelidikan ku, hanya wanita itu saja yang bisa dekat dengan Hardan, seperti Ruby dulu ..." balas Hera menunggu jawaban dari suaminya.


Mendengar hal itu, Louise menyeringai, dia menatap istrinya dan berbicara dengan lembut.


"Kalau begitu kita lakukan seperti dahulu saja, bagaimana kita menyingkirkan Ruby dari sisinya,"


"Dan jika wanita yang kau sebut tidak bisa disingkirkan dengan cara damai seperti Ruby ... maka kita singkirkan dia selamanya ..." bisik Louise benar-benar gelap mata.


Dia tidak peduli apapun, yang jelas Hardan tidak boleh mendapatkan pasangan hidup sampai akhir hayat, agar Hardan tidak memiliki keturunan.


"Maksudnya Pah?" Hera mengernyitkan dahinya, dia menatap suaminya yang sudah menyeringai itu.


"Maksudnya adalah, jika wanita yang berada di sisi Hardan sekarang tidak bisa kita pisahkan dengan Hardan menggunakan uang, maka apa boleh buat kita harus membunuhnya,"


Louise secara terang-terangan telah merencanakan pembunuhan bahkan sebelum ia mengenal wanita yang disebutkan oleh Hera.


"Me ... membunuh? ta ... tapi Pah, bukankah itu sedikit berlebihan?" balas Hera sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk membunuh wanita yang bernama Bulan itu.


"Sayang ..." Louise meraih kedua pipi istrinya, lalu membisik mempengaruhi istrinya lagi.


"Apakah kau kira Hardan menyayangi kita? aku yakin sebentar lagi kita akan disingkirkan, saham milik kita tidak banyak, dengan mudah dia bisa menyingkirkan kita,"


"Apalagi dengan semua hal yang kita lakukan di hadapannya,"


"Bukankah karena itu dia mendapatkan trauma psikologis, bahkan sampai trauma kepada wanita? itu semua karena kita?"


"Jadi, dia tidak akan pernah memaafkan kita, bayangkan jika aku dan kau disingkirkan ketika Hardan menikah dan memiliki anak, menurut mu putramu, Glen akan baik-baik saja?"


"Kau dan aku akan menderita, dan impian putra kita, Glen akan musnah."


"Kita bahkan tidak akan bisa bertahan hidup!"


Louise memberikan penjelasan kepada Hera, bagaimana sebenarnya Hardan pasti akan menyingkirkan mereka secepatnya.


Saat mendengar itu, Hera langsung percaya.


Hera percaya jika Hardan tidak perlu menikah, jika Hardan menikah maka mereka akan menderita sama seperti yang dikatakan suaminya.


"Baiklah Pah, lakukan saja seperti yang kau mau, tetapi jika membunuh sepertinya aku tidak bisa ..." balas Hera berterus terang, jika membunuh sepertinya dia tidak akan bisa melakukannya.


"Haha, tenang saja Mah, aku akan membereskan segalanya, demi kehidupan putra kita, Glen," bisik Louise menyeringai.


Dia akan melakukan segalanya agar Hardan tidak menikah, tidak sembuh.


Dengan begitu harta warisan akan jatuh ke tangan mereka dan putra mereka.

__ADS_1


***


Waktu akhirnya berlalu,


Tanpa sadar Bulan tertidur di atas meja kerja Hardan, karena menunggu dengan bosan.


Bulan juga tidak mau memainkan ponselnya, dia tidak mau melihat berita apapun dalam minggu ini.


...


"Ayah ... jangan pergi," Bulan menangis dalam tidurnya.


Dia sedang bermimpi hal yang sama lagi.


Ketika dia berdiri ditempat gelap sendirian, dan ayahnya pergi membelakangi nya dan tak pernah menoleh walau Bulan berteriak memanggil.


"Ayah, jangan tinggalkan Bulan sendirian, Bulan tidak memiliki apapun lagi," Bulan menangis begitu pilu, hatinya sesak melihat ayahnya pergi.


Mungkin karena dia baru saja dijebak oleh Mona dan Lisa, Bulan memimpikan ayahnya.


Dalam mimpi itu, Bulan merasa dingin sekali, dia tidak bisa melihat apapun dan hanya bisa menangis meringkuk sendirian.


Rasa kehilangan ayah selamanya memang terlalu sakit, sakitnya tak terbantahkan, dan Bulan akan merindukannya selama sisa hidup.


"Ayah," Bulan mengigau sembari dia menangis.


Sekarang, Hardan sudah ada di sisi Bulan, dia bertumpu untuk bisa melihat wajah kekasihnya dari dekat, dia mengusap rambut nya lembut sekali.


Hardan khawatir melihat Bulan mengigau, jadi Hardan membisik dengan lembut.


Merasakan seseorang bernafas hangat di wajahnya, dan tangan kokoh mengusap rambutnya, Bulan segera terbangun.


Dia melihat Hardan di hadapannya, sama seperti saat lalu, ketika ia masih takut kepada Hardan dan memimpikan ayahnya, Hardan juga ada di sisinya, memberikan rasa hangat.


Seolah semesta telah memberikan seseorang untuk menjadi tempat sandaran hidupnya.


Bulan dengan wajah yang masih sedih karena mengingat ayahnya langsung memeluk Hardan dengan erat sekali.


Bulan menangis, dia sesenggukan karena mengingat ayahnya.


"Ada apa sayang? kenapa kau menangis?" seru Hardan membalas pelukan Bulan dan mengusap pundaknya.


"Aku rindu Ayahku, aku sangat merindukan nya sampai rasanya hatiku sakit sekali ..."


"Berjanjilah ... jangan meninggalkan aku seperti ayahku, ku mohon, jangan membuat aku sendirian lagi, aku benar-benar tidak bisa lagi jika sendirian ..."


Bulan yang menangis dengan pilu itu berbicara sembari bergetar, dia merasa jika tidak ada Hardan ketika Mona dan Lisa menjebaknya maka mungkin Bulan tak akan bisa hidup lagi.


Mendengar Bulan merindukan ayahnya membuat Hardan ikut tenggelam dalam kesedihan juga.


"Harusnya aku yang mengatakan agar kau jangan meninggalkan aku, mana mungkin aku meninggalkan mu ketika hidupku bergantung padamu ..."

__ADS_1


"Sayang ... kau itu sangat penting dalam hidupku, jadi jangan khawatir ..."


Hardan bisa merasakan kerinduan yang pilu di hati Bulan.


Karena dia juga merasakan hal yang sama, sangat merindukan ayahnya, ayahnya yang meninggal dalam kepedihan hati sampai Hardan mengalami OCD alergi wanita.


Dia semakin memeluk Bulan kencang sekali, dia akhirnya tahu mengapa hati mereka terhubung sejak awal, karena Bulan dan dirinya merasakan rasa sakit yang sama.


***


Di sisi lain,


Kevin tengah menggalau berat, dia tidak tahu lagi harus bagaimana cara mengejar Bulan.


Dimana ternyata pacar yang disebut Bulan adalah Hardan William, idolanya sejak dulu.


"Jadi ... gosip mengenai Hardan yang penyuka sesama jenis itu salah ya! hah!" keluh Kevin semakin galau.


Tetapi saat ia melihat berita bagaimana hebatnya Hardan memberikan pelajaran kepada semua orang yang menghina Bulan, Kevin langsung sadar seberapa jauh kemampuannya dari Hardan.


"Selama dia melindungi Bulan ku maka aku akan mendukung, tetapi jika Bulan ku disakiti aku akan merebut nya, bahkan jika kekasihnya adalah idolaku!" seru Kevin benar-benar bersungguh-sungguh.


.


.


.


.


Author : Hello, terimakasih semua atas saran untuk aku ya hehe ❤️ aku senang kok kalau kalian kasih saran membangun, soalnya aku memang masih memiliki banyak sekali kekurangan hehe 😘


Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu 😘


Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.


Dan ketentuannya harus ada level fans.


Level fans :



Diamond akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 100K


Gold akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 50K


Silver akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 25K



Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.

__ADS_1


Lope you sekebon 🍊🤍


__ADS_2