
Episode 87 : Genap berusia 20 tahun
***
Makanan sudah tersedia satu persatu, koki handal yang berada disana menyiapkan makanan paling enak yang ia bisa.
Bulan dan Hardan menikmati makanan enak itu sembari saling menatap, cinta mereka semakin kuat bahkan ketika mata mereka bertemu keduanya merasa semakin dekat.
"Enak sekali makanan ini, aku ingin belajar membuat nya ..."
Seru Bulan selalu saja merasa bahagia ketika memakan makanan yang belum pernah ia makan sebelumnya dan rasanya sungguh luar biasa.
Bulan suka sekali bicara jika sedang bersama Hardan, dia sejak tadi berbicara banyak hal, dan Hardan adalah seseorang yang suka mendengarkan ucapan Bulan.
Hardan menyukai bagaimana kekasihnya ini begitu cerewet.
'Ah, nanti jika kami menikah dan memiliki anak, maka dia pasti cerewet Seperti ini, membangun aku dan anak kami karena terlambat ...'
'Memenuhi ruangan dengan suaranya dan kehadiran nya, mimpi yang sangat kuinginkan sekarang ... aku benar-benar tidak sabar mengarungi rumah tangga denganmu ...'
Hardan tersenyum, sembari berpangku tangan dan matanya menatap Bulan sangat intens dan dalam.
Setiap Bulan berbicara, Hardan akan melihatnya seperti bergerak lambat dimana menambah keindahan dan detak jantungnya yang semakin berpacu.
"Kenapa kau hanya tersenyum saja? apa kau mendengarkan aku?" gerutu Bulan ketika melihat Hardan terlihat super tampan ketika menatapnya begitu dalam sembari berpangku tangan.
__ADS_1
Bulan sebenarnya sudah Berdebar-debar melihatnya malam ini, dengan setelan rapih dan bersih, Hardan benar-benar sangat tampan dan pantas saja menjadi idola banyak wanita.
"Tentu saja aku dengar ..."
"Sayang ... ayo bicara lagi, aku suka ketika kau berbicara, rasanya menjadi ramai ..."
Balas Hardan benar-benar manis sekali malam ini, dia menaikkan tangannya di atas meja dan meraih tangan kekasihnya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Bulan rasanya berdegup terlalu kencang melihat betapa manis dan romantisnya Hardan sekarang.
"Jangan membuatku malu, ada banyak orang disini ..." bisik Bulan menjadi malu sendiri.
Dia menunduk ketika Hardan memainkan tangannya dengan cara yang nakal.
"Wahh ... udaranya enak sekali kan? pandangannya juga sangat bagus ... ayo kita lihat disana ada lampu yang sangat terang ..."
Bulan mencoba mengalihkan pembicaraan, dia malu sekali ketika Hardan mengusap tangannya dengan cara yang nakal dan menggodanya begitu padahal ada pelayan disana.
Tetapi saat Bulan melihat ke sisinya dimana menunjukkan pemandangan kota, Bulan melihat sesuatu yang menakjubkan.
*Terdengar suara kembang api megah di telinga*
Bulan melihat kembang api yang sangat besar mekar seolah berada di samping mereka.
__ADS_1
Bahkan kembang api itu ada tulisannya.
"Bulan ... Aku mencintaimu!"
Lalu diikuti oleh kembang api berwarna indah menghiasi langit malam.
Bulan terharu sejak, Hardan benar-benar menyiapkan segalanya untuknya, dan disaat yang sama Bulan bahkan belum pernah memberikan apapun.
Bulan hendak melihat ke tempat Hardan duduk tetapi saat ia menoleh, Hardan sudah berdiri di belakangnya, memeluknya dari belakang dan memasangkan kalung berbentuk bulan dengan hiasan bunga Lily of the valley disana.
"Sayang selamat ulangtahun, kau sudah resmi berusia 20 tahun sekarang ..." bisik Hardan memeluknya dan mencium tengkuknya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Waktu seperti berhenti berputar, dengan hiasan kembang api super indah, malam penuh bintang dan seperti berada di rumah kaca tempat ciuman pertamanya.
Bulan mendapatkan kado pertama paling indah seumut hidupnya.
Bulan tidak menyangka Hardan sengaja membawa mereka pergi malam hari, menunggu jam 12 malam untuk memberikan semua kejutan paling indah ini.
.
.
.
__ADS_1
.