Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 72 : Hukuman setimpal untuk mereka!


__ADS_3

Episode 72 : Hukuman setimpal untuk mereka!


***


Hardan terdengar sangat mengerikan, kali ini Bulan yang ketakutan melihat keadaan Mona dan Lisa yang memprihatinkan sadar betul, jika Hardan hanya lembut dan manis kepada nya saja.


Kepada orang lain, Hardan sungguh terlihat seperti monster.


Bulan tetap tak mau melihat kearah Mona dan Lisa, dia tidak menyalahkan Hardan, akan tetapi dia juga tidak ingin Mona dan Lisa mati di tangan Hardan, kekasihnya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN? APA KALIAN MAU DUDUK SELAMANYA DISINI? CEPAT MEMINTA MAAF KEPADA PACARKU!"


Hardan berteriak, matanya tajam sekali, aura keberadaan nya dan caranya melihat kearah Mona dan Lisa sangat menekan, seolah bagi Hardan, Mona dan Lisa bukanlah manusia.


Dengan kekuatan yang sudah habis dan rasa sakit di sekujur tubuh, Mona terlebih dahulu menundukkan kepalanya.


"Bulan ... maafkan aku dan Lisa, tolong maafkan kami, kami tidak akan mengganggu mu lagi, kami bersalah ..."


Suaranya kecil sekali, terdengar gemetaran karena masih merasa kesakitan.


Bulan masih bersembunyi di belakang tubuh kekasihnya, dia tidak mau melihat Mona dan Lisa dalam keadaan terluka seperti itu.


Walau sebenarnya kedua orang itu telah menyakiti nya begitu dalam, bahkan menjualnya ke lelaki tua, bukan hanya itu tadi malam juga mempermalukan dirinya di depan umum, tetap saja Bulan tidak tega melihat keduanya tersiksa.


"Har ... Hardan, to ... tolong lepaskan mereka, jika mereka sudah berjanji tidak akan mengganggu aku lagi, maka aku akan memaafkan mereka, tolong jangan buat aku melihat mereka ..." Bulan berbisik dari belakang.


Tangannya mencengkeram baju bagian belakang Hardan, saat ia melihat kedua orang itu maka hatinya akan sakit.


"Cih! kenapa kau baik sekali sih? inilah alasan kenapa orang-orang sampah seperti kedua orang ini memanfaatkan mu!"


Hardan masih marah, dia tidak terima keduanya dimaafkan secepat itu.


Dikala Mona dan Lisa sudah tidak memiliki tenaga terisa, Hardan memanggil para petugas yang tadi malam memberikan hukuman kepada Mona dan Lisa.


"Bawa mereka keluar, pacarku tidak mau melihat mereka ..." Tangan Hardan sembari menggenggam tangan Bulan sekarang.


Tangan satu lagi menarik pundaknya dan mendekap Bulan agar tidak melihat keadaan memprihatinkan kedua orang itu.


Kemudian Hardan melanjutkan ucapannya,


"Dan ingat, buat mereka melunasi kesalahan mereka sampai tuntas, aku tidak percaya mereka akan menjauh dari pacarku ketika mereka bebas! keduanya harus masuk penjara! paham?"

__ADS_1


Hardan dengan arogan nya meminta keduanya harus mendapatkan hukuman yang setimpal.


Bagaimana pun, bagi Hardan kesalahan kedua orang ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi.


"Pen ... penjara? tidak ... tidak ... tidak! aku dan putriku sudah memohon maaf, kenapa harus dipenjara lagi?"


Mona tentu saja tidak terima, jika dia dipenjara maka bagaimana dengan hidup mereka, bagaimana dengan kemewahan yang ia sukai.


Yang jelas bagi Mona, mereka tidak boleh dipenjara.


"Cepat bawa mereka keluar! jangan membuat mereka mengotori ruangan ini!" teriak Hardan lagi tidak Sudi melihat Mona yang lagi-lagi hendak mempengaruhi dirinya dan Bulan agar dia membebaskannya.


"Ba ... baik Tuan," balas Kelima orang bawahannya dan hendak menyeret Mona dan Lisa keluar.


Kelima orang ini sebenarnya bingung sekali dengan Tuan Hardan William, entah mengapa dia kelihatan baik-baik saja ketika berbincang dengan wanita, bahkan berbagai ruangan yang sama.


Seolah Hardan tidak menderita penyakit OCD alergi wanita itu.


"Bulan ... tolong Bulan ... bukankah kita pernah jadi keluarga? jangan biarkan aku dan Lisa dipenjara, tolong Bulan ..." Mona mencoba mempengaruhi Bulan lagi.


Mencoba membuat Bulan kasihan dengan keadaan nya.


Hardan menutupi telinga Bulan dengan kedua tangannya, lalu dia menatap tajam kearah Mona yang masih mencoba berteriak sekuat tenaga.


Mona sampai menunduk takut ketika melihat mata tajam yang mengerikan itu.


"Jika kau masih memanggil nama pacar ku menggunakan lidahmu, maka aku akan memotong nya sehingga kau tidak bisa berbicara lagi!"


"Berhenti memainkan trik sialan! sebelum aku membunuh mu!" Hardan tak bercanda sama sekali.


Dia serius, dia bisa melihat betapa manipulatif nya Mona yang mencoba mempermainkan hati lembut Bulan.


Hal itu semakin membuat Hardan murka.


Setelah mendengar ancaman itu, Mona langsung menunduk takut sekali, dari ucapan Hardan, Mona langsung tahu jika hal itu bukan lelucon.


"Ka ... kami permisi dulu Tuan," seru kelima orang itu mengangkut paksa Mona dan Lisa keluar.


Setelah itu, akhirnya Hardan bisa melepaskan tangannya yang tadi menutup telinga kekasihnya.


"Sayang ... apakah kau baik-baik saja, kau jangan mengalahkan aku karena memberikan mereka pelajaran, orang seperti mereka tidak akan berubah!"

__ADS_1


"Mereka pasti sedang memikirkan bagaimana caranya membalas mu, dan aku sebagai kekasih mu tidak akan membiarkan hal itu!"


"Jadi mulai sekarang kau tidak perlu takut lagi, kau dengar aku?"


Hardan langsung berbicara dengan sangat lembut, berbeda dengan nada saat ia berbicara dengan Mona dan Lisa.


Bulan sedikit mengintip ke sisinya dan memastikan jika sudah tidak ada Mona dan Lisa disana.


"Ummm ... aku mengerti, tapi jangan tunjukkan padaku hal hal seperti itu lagi, aku takut ..." balas Bulan menganggukkan kepalanya.


Dia percaya dengan ucapan Hardan, mengenai sifat Mona yang pastinya mencari segala cara untuk membalaskan dendam kepadanya.


Jika mereka tidak berikan hukuman mungkin Mona akan melakukan hal yang lebih kejam lagi.


"Kalau begitu, temani aku hari ini di kantor ya ... tadinya aku mau cuti tetapi ada masalah penting di kantor, sebelum aku membawa mu pulang ke tempat keluarga ku, aku harus menyelesaikan nya," Hardan segera menggenggam tangan Bulan.


Dia mengajak Bulan ikut ke kantor, tadinya Hardan hanya ingin menemani Bulan saja di mansion, karena Bulan baru saja mengalami hal traumatis tadi malam.


Tetapi apa boleh buat, Hardan adalah seorang pemimpin, dimana dia juga harus profesional secara pekerjaan.


"Aku baik-baik saja kok, kamu bisa meninggalkan aku sendiri disini, aku sudah dewasa jadi pasti bisa menjaga diri sendiri, jangan terlalu khawatir," seru Bulan sembari melangkah mengikuti langkah kaki Hardan.


"Aku tidak percaya kau bisa menjaga dirimu sendiri sayang,"


"Mulai hari ini aku akan mengawasi mu secara pribadi, jika hatimu selembut itu maka akan banyak orang yang memanfaatkan mu! sudah dengar aku saja, ikut aku ke kantor dan temani aku, aku ingin kau ada di sisiku sepanjang waktu!"


Hardan tidak menerima penolakan dari Bulan tentunya, Hardan semakin posesif dan khawatir kepada Bulan.


Hardan tidak ingin Bulan dimanfaatkan oleh siapapun lagi.


Mendengar itu, Bulan langsung terdiam, dia kalah telak dalam perbincangan berat sebelah ini.


"Baiklah, aku ikut ..." Bulan memutuskan untuk menurut saja.


Lagian dia memang merasa aman jika berada di sekitar Hardan, dia merasa dilindungi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2