Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 58 : Jangan dilanjutkan.


__ADS_3

Episode 58 : Jangan dilanjutkan.


***


Hardan sudah melepaskan kancing bra yang melekat di tubuh Bulan, lalu ketika itu mata Bulan Segera terbuka lebar dan mendekap Hardan sangat kencang agar bra nya tidak terlepas dari tubuhnya.


"Ah!" Bulan berteriak sedikit namun kalah kuat dari hujan yang menderu diluar.


"Ja ... jangan, tolong jangan dilanjutkan ..." Bulan gemetaran, dia entah mengapa merasakan kecewa kepada dirinya sendiri karena baru saja hampir terlena oleh keinginan tubuhnya.


Hardan yang merasakan getaran dari tubuh Bulan hanya bisa menelan salivanya lagi, dia memejamkan matanya dan dalam hatinya dia merasa kali ini mungkin belum saat yang tepat mereka melakukannya.


"Kenapa kau memelukku sangat erat? apakah kau menggodaku?"


Bisik Hardan sudah menyeringai, padahal dia suka ketika wajahnya menyentuh dan berhimpitan dengan buah dada kekasihnya.


Mata Bulan langsung melebar seketika, dia melihat ke bawahnya dan benar saja dia memeluk Hardan erat sekali dan dia bisa melihat senyuman super nakal Hardan yang sepertinya puas ketika ia memeluknya.


"AAAHHH!"


Bulan tentu tidak sadar dengan tindakan refleks nya, dia mendorong Hardan namun karena itu bra nya terlepas sehingga menampakkan segalanya.


"Glek!"


Hardan menelan salivanya kuat ketika matanya terkunci ke buah dada Bulan.

__ADS_1


Sedangkan Bulan terdiam membatu seperti patung yang memerah karena malu dan tak tahu harus bagaimana lagi.


Bulan langsung menarik selimut untuk menutupi dirinya dan dia kesal dengan diri sendiri karena membiarkan semua ini terjadi.


'Aku malu ... aku malu!'


'Seandainya aku bisa mengembalikan waktu atau menghapus ingatan! aku tidak tahu lagi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan!'


'Aku malu sampai ingin melarikan diri!'


Tanpa sadar Bulan menangis karena kenakalannya sendiri, menangis karena kecewa kepada dirinya sendiri karena terlena dengan keinginan tubuhnya.


Sungguh, Bulan merasa dia benar-benar telah menjadi wanita nakal yang melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan ketika dia belum menikah.


Dari Bulan, Hardan belajar banyak hal jika tidak semua wanita rela melakukan hal itu secara cuma-cuma, dia memakai kembali bajunya dan memeluk Bulan yang meringkuk di dalam selimut.


"Aku hanya bercanda, jangan menangis lagi ..." Hardan memeluk gundukan selimut itu tanpa masuk ke dalam selimut.


Dia tidak ingin membuat Bulan semakin merasa malu tentunya.


Bulan diam saja sembari memejamkan matanya, dia terlalu malu dan ingin melupakan apa yang baru saja terjadi.


Hujan diluar semakin lebat, mereka berdua sudah kelelahan karena bermain sejak tadi.


Seolah masa muda mereka yang telah terlupakan bisa mereka nikmati lagi.

__ADS_1


Tanpa sadar Bulan sudah terlelap sedangkan Hardan, dia sudah membangkitkan sesuatu di dalam dirinya dan hal itu tidak akan bisa didiamkan begitu saja.


Perlahan Hardan membuka selimut dan mengecup dahi Bulan yang sudah terlelap tidur di atas ranjang.


"Dasar gadis penggoda, setelah membuatku bergairah sekarang kau malah tertidur!"


Gerutu Hardan mengusap rambut Bulan sebentar, dia kemudian bangkit dari ranjang dan mulai pelepasan sendiri.


Tidak mungkin dia melakukannya dengan Bulan, dimana Bulan sepertinya sangat tidak siap melakukan hal itu dengannya.


"Haahh!"


Hardan berakhir dengan mandi air dingin lagi, sejak bertemu dan bersama dengan Bulan, gairahnya benar-benar memuncak dan dia tak akan bisa menahan ini lebih lama lagi.


"Aku harus mencari cara agar dia mau melakukannya denganku! aku akan gila jika menahan ini lebih lama!"


gerutunya menyelesaikan mandi dan mengeringkan tubuhnya, dia akan tidur bersama Bulan dengan lantunan suara hujan diluar.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2