Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 57 : Aku ingin kamu.


__ADS_3

Episode 57 : Aku ingin kamu.


***


Saat Hardan sudah bangkit dan berada di atas tubuh Bulan, keduanya menjadi terpaku dan terdiam.


Gejolak yang membara dalam diri Hardan seolah tak akan bisa lagi dia pendam, matanya sangat tajam dan nafasnya yang berat itu terasa di wajah Bulan.


"Sayang ... kau cantik sekali ... biarkan aku mencium mu!"


Bisik Hardan mulai menyentuh bibir Bulan dengan bibirnya, dia mencium Bulan dengan begitu lembut dan hangat.


Tanpa disadari Bulan memejamkan matanya, dia yang memang belum pernah berpacaran atau merasakan hal hal seperti ini seolah dituntun oleh Hardan.


"Bibir mu manis, membuatku ingin kamu ..."


Bisikan nya terasa panas, diikuti oleh ciuman yang semakin menekan dan juga panas tentunya.


Tangan kokoh Hardan mulai mengusap kedua pipi Bulan, kemudian mulai menjelajahi pundaknya.


"Hah!"


"Sayang ... aku ingin kamu ..."


Hardan melihat ke wajah Bulan, yang tengah memejamkan matanya lupa diri dan juga tenggelam dalam keinginan tubuhnya.


Darah muda yang tengah bergejolak dalam dirinya seolah menghalangi akal dan pikirannya untuk bisa berpikir dengan jernih.


Yang dirasakan oleh Bulan sekarang hanyalah rasa panas dan memabukkan.


Setiap kali jemari Hardan menyentuhnya Seperti ada kembang api yang bermekaran dalam dirinya.

__ADS_1


Rasanya aneh, Seperti tersengat listrik, geli namun membuat ketagihan.


Hardan yang sadar mereka sudah selaras dan mau sama mau tentu bersemangat, dia sudah mendapatkan kode dan dia akan mengambilnya.


Bibirnya mulai turun ke arah leher, menggigit nya pelan disana dan memberikan banyak tanda.


Dia bersikap lembut dan tidak terburu-buru, agar Bulan tidak terkejut dan menyudahi semuanya ini.


'Ah ... ada apa denganku? kenapa aku merasa jika aku tidak bisa mengendalikan tubuhku!'


'Seolah tangannya yang menyentuhku membuatku kehilangan akal!'


Bulan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya, dia memejamkan matanya tanpa sadar.


Dia juga kebingungan mengapa dia tidak bisa menolak lelaki ini.


Sedangkan Hardan yang juga sebenarnya belum pernah melakukan penyatuan dengan siapapun akibat penyakit OCD nya semakin menggila.


Mungkin ciuman pertamanya bukanlah kepada Bulan akan tetapi kali pertamanya akan bersama dengan Bulan.


"Kau membuat ku gila! kau memang ditakdirkan hanya untuk menjadi milikku!"


Bisik Hardan lagi meraih tangan Bulan, agar keduanya duduk bersama secara berhadap-hadapan.


Dia menggendong Bulan agar duduk di pangkuannya lalu keduanya berciuman lagi.


Tangan Hardan tak berhenti meraba disana-sini, dia mulai meraih baju Bulan tanpa Bulan sadari bajunya sudah terlempar entah kemana.


"Warna pink, cantik ..." Hardan membisik sembari menempelkan wajahnya di buah dada kekasihnya, rasanya empuk dan nyaman.


Warna pink itu merupakan warna bra Bulan yang dikenakan Bulan sekarang.

__ADS_1


Hardan memejamkan matanya sembari hendak membuka kancing bra yang menghalangi pandangannya kepada buah dada Bulan yang pas di genggaman tangannya.


'Ah! tidak ... tidak ..."


'Tidak boleh seperti ini! aku harus mengentikan dia!'


'Cepatlah Bulan! gerakan tangan mu untuk mendorong nya!'


Bulan benar-benar kehilangan kendalinya, Bulan tak mengerti akan tetapi tubuh nya dan tubuh lelaki ini seperti magnet yang saling tarik menarik.


Ketika bersentuhan maka sangat sulit untuk dilepaskan.


Tetapi Bulan masih sadar jika ini merupakan hal yang salah, dia masih memilih prinsip jika melakukan hal itu hanya boleh ketika mereka sudah menikah.


"Haaah!"


Nafas Hardan terasa di kulitnya, rasanya hangat dan memabukkan.


Hardan sudah melepaskan kancing bra yang melekat di tubuh Bulan, lalu ketika itu mata Bulan Segera terbuka lebar dan mendekap Hardan sangat kencang agar bra nya tidak terlepas dari tubuhnya.


"Ah!" Bulan berteriak sedikit namun kalah kuat dari hujan yang menderu diluar.


.


.


.


.


__ADS_1



__ADS_2