Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 42 : Ciuman yang tidak akan pernah dilupakan.


__ADS_3

Episode 42 : Ciuman yang tidak akan pernah dilupakan.


***


Hardan memeluk Bulan sebentar, dia merasakan suhu tubuhnya, wangi tubuhnya dan bagaimana dia sangat suka dan nyaman memeluk Bulan.


Hardan memejamkan matanya sejenak, menikmati suasana hangat yang mereka ciptakan dari pelukan itu.


Suara gemericik hujan yang mengenai dedaunan dan bunga-bunga bermekaran di ruangan kaca terdengar seperti melodi lagu romantis menemani dua sejoli yang tak tahu mengapa bisa merasakan kenyaman padahal baru bertemu.


Seolah mereka sudah ditakdirkan bertemu dan bersama untuk menemukan sebuah jawaban yang belum diketahui.


'Astaga ... kenapa pelukan ini seperti candu bagiku? apakah aku telah berubah menjadi gadis nakal?'


'Ini adalah kali pertama aku mengalami ini dengan seorang lelaki, membolos kuliah dan pergi ke suatu tempat yang sepi!'


'Aaa ... astaga astaga, bagaimana ini, aku menyukai pelukan ini dan itu membuat aku takut!'


Nafas Bulan terasa berat, dia membenamkan wajahnya di pelukan Hardan William.


Sama seperti Hardan yang menyukai pelukan ini, Bulan juga merasakan hal yang sama.


Biasanya Bulan tidak suka berdekatan dengan lelaki manapun, tetapi sentuhan lelaki ini sangat hangat, tangannya yang kokoh seolah menopang segala derita dan luka yang ia sembunyikan rapat-rapat.


Setelah keduanya berpelukan begitu hangat, Hardan melonggarkan pelukannya.


"Bulan ..." Hardan mengusap kedua pipi Bulan dengan lembut sekali, tangannya sedikit basah akibat air hujan yang merembes.


"Ya ... Ya Tuan?"


Bulan gugup sekali, dalam hatinya dia tengah menekankan jika apa yang ia lakukan ini hanyalah job desk nya sebagai obat penyembuh Tuan Hardan.


Pipinya merah sekali, dan matanya bulat nya tak bisa fokus sama sekali.


Air hujan yang merembes dan mengenai rambut lelaki itu membuat tampilan nya semakin tampan dan luar biasa.


Kaos rumahan yang dikenakan juga sudah sedikit basah sehingga menampilkan tubuh atletisnya.


Hardan sangat tampan apalagi ketika mengenakan pakaian biasa seperti ini, Hardan adalah impian setiap gadis.


Hardan semakin mendekatkan wajahnya, dahi mereka bersentuhan dan nafas mereka bisa dirasakan oleh keduanya.


"Apakah kau sudah tahu, jika kau itu sangat cantik?"


"Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku sangat menginginkan mu ... jadi biarkan aku mencium mu lagi, aku akan membuat ciuman kali ini tidak akan bisa kau lupakan,"


"Biarkan aku mengajari mu banyak hal tentang ini ..."


Nafasnya hangat, suaranya dalam ketika mengatakan itu, matanya tajam melekat ke bibir merah Bulan.


Dan senyuman nakal di wajahnya membuat Bulan tak bisa menahan dan hanya membisu, seolah terhipnotis oleh keindahan dan keinginan tubuhnya.


"Hah!"


Nafas Bulan menjadi berat, dia gugup sekali dan hanya bisa diam membisu.


"Tuan ... apakah Tuan suka menggoda wanita? mengatakan mereka cantik agar bisa berciuman?"


Bulan menjawab dengan segala kekhawatiran dalam dirinya.

__ADS_1


Dia tak ingin terlena oleh godaan dan mulut manis lelaki ini.


"Pfft ..."


"Sayang ... apakah kau tahu? kau adalah wanita pertama yang aku goda ... dan wanita pertama yang sangat aku ingin bibirnya ..."


"Juga ini adalah ciuman pertama ku setelah bertahun-tahun, apakah kau lupa aku memiliki penyakit OCD!"


Hardan menggigit bibir bawahnya lalu dengan lembut segera mengecup bibir Bulan.


Air yang masih terus menyapa mereka membuat mereka menjadi basah.


Ciuman itu sangat lembut dan bibir yang tadinya dingin, menjadi hangat karena begitu pintar Hardan mengatur ciuman itu.


Bulan masih amatir, tidak tahu caranya berciuman dengan benar.


Yang ia lakukan hanyalah terpejam dan seperti patung.


"Sayang ..." Hardan menyeringai, dia membisik dan mengecup pipi Bulan, membisik lagi di telinganya membuat darah Bulan seperti mendesir.


"Lingkarkan tangan mu di leher ku, balas ciuman ku seperti apa yang aku lakukan, kau harus mempelajari ciuman ini agar nanti kita bisa melakukan nya lebih banyak ..."


Bisikan itu sangat nakal, terlalu nakal sampai Bulan tak mampu lagi menahan rasa malunya.


"Tu ... Tuan, jangan menggoda ku, aku tidak pernah melakukan hal nakal ini sebelumnya,"


"Ini adalah kali pertama aku membolos dan bahkan berciuman dengan lelaki di tempat sepi, aku seperti wanita nakal ..."


Bulan dengan polos dan jujurnya mengutarakan isi hatinya.


Dia mencoba mempertahankan dirinya dan kesadarannya, godaan lelaki ini amat besar, setiap ucapannya penuh godaan yang seolah akan membuat Bulan lupa diri.


"Ide yang bagus, kau bisa jadi wanita nakal khusus untuk ku saja ..."


Hardan kembali menyesap bibir Bulan, seolah Bulan adalah wanita nya dan dia adalah miliknya.


Hardan mengarahkan kedua tangan Bulan agar melingkar di lehernya.


Lalu ciuman panas dan basah karena hujan pun dimulai, Hardan menuntun Bulan agar bisa melakukan nya dengan baik.


Dan Bulan mau tidak mau mengikuti.


Suasana di ruangan kaca, dan kedua sejoli yang tengah berciuman itu seperti karakter di dongeng, sangat indah dan hangat disaat yang bersamaan.


Nafas mereka semakin panas, lidah mereka bermain dan Hardan tak pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya.


Matanya terpejam dan dia menikmati ciuman ini lebih dari apapun.


"Kau bisa membuat aku gila ..."


Hardan semakin mengeratkan pelukannya dia terlihat tergila-gila dengan sentuhan ini.


Pelukan ini dan sentuhan ini.


Sampai saat salah satu tangannya tanpa sadar menjelajahi ke bagian buah dada Bulan.


"Ah!"


"Tuan ... jangan sampai kesitu, katana hanya ciuman saja!"

__ADS_1


Bulan langsung mendorong Hardan dan menutupi dadanya menggunakan kedua tangan mungilnya.


Mata Bulan melebar dan Hardan berdiri kebingungan di hadapan Bulan.


'Astaga ... hanya karena ciuman saja aku hampir kehilangan kendali ku!'


'Ada apa dengan ku? kenapa tubuh gadis ini membuat ku hilang kendali! melihat nya berpakaian basah dan hanya mencium nya saja susah membuat ku tak bisa menahan gairahku!'


Hardan berbicara sendiri dalam dirinya, sampai akhirnya ia menarik kembali pinggang Bulan dan menciumnya dengan kuat kali ini.


"Tu ... Tuan, aku tidak bisa bernafas,"


Bulan merasa ciuman ini lebih panas dari sebelumnya.


"Tunggu sebentar, aku ingin mencari tahu sesuatu ..."


Hardan melanjutkan ciumannya dan tangannya mengehentikan tangan Bulan untuk tidak memberontak.


***


Disaat yang bersamaan,


Kevin seperti biasa akan mencari keberadaan Bulan di kampus, dia tidak menemukan dia dimanapun, ini adalah hal yang belum pernah terjadi.


Bulan adalah seseorang yang rajin dan tidak pernah bolos sekalipun.


Entah mengapa rasa khawatir nya langsung mengingatkan dia akan Lisa yang saat lalu mengganggunya.


"Apakah wanita rubah bernama Lisa itu membuat masalah dengan Bulan?"


"Awas saja ya!"


Kevin sudah mengambil ponselnya, hendak menelepon kepala pelayan yang selalu membantunya dalam segala hal.


Hendak mencari tahu keberadaan Bulan sekarang.


.


.


.


.


Author : Hello jangan lupa berikan like dan komentar sebagai dukungan ya.


Sekali lagi mau mengingatkan jika para pembaca setia yang memiliki label fans akan aku hadiahkan pulsa saat novel ini tamat 😍


Label fans Diamond : Pulsa 100K


Label fans Gold : Pulsa 50K


Label fans Silver : Pulsa 25K


Terimakasih semuanya, lope you sekebon jeruk.



__ADS_1


__ADS_2