Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 26 : Membantu Bulan.


__ADS_3

Episode 26 : Membantu Bulan.


***


"Tubuhmu kecil tapi nyaman sekali di peluk!" Hardan tetap mengusap rambut Bulan lembut.


Hardan juga istirahat sebentar, dan menikmati kenyamanan yang entah mengapa tiba-tiba saja datang kepadanya.


Setelah beberapa saat, Hardan merasa jam istirahat nya sudah usai, dia masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus ia lakukan sebelum pergi ke bar malam ini menghabisi bawahannya yang curang dan korupsi.


Saat Hardan membuka matanya yang masih duduk kursi kebesarannya, dia melihat jika Bulan masih tertidur lelap sekali di dadanya.


Wajah Bulan polos tanpa makeup, bahkan tak mengenakan pemerah bibir sekalipun namun bibirnya sudah merah alami seperti buah Cherry.


Hardan bisa melihat dari jarak yang sangat dekat, wajah yang sangat cantik dan manis, saat dadanya naik dan turun ketika bernafas entah mengapa terlihat sangat menggemaskan dan menggoda disaat yang bersamaan.


"Apakah karena kau adalah wanita pertama yang bersamaku setelah berpuluh tahun? tetapi kau cantik sekali ...." bisik Hardan masih tahu batasan.


Walau ia sudah merasakan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, dia tidak akan memaksakan gairahnya kepada gadis polos ini.


Apalagi Bulan masih muda, tetapi hal itu hanya untuk sekarang, Hardan juga tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, apakah dia masih bisa mempertahankan prinsip nya itu.


Hardan menggendong Bulan di tangannya, agar Bulan bisa tidur dengan nyenyak, dia meletakkannya di sofa.

__ADS_1


"Tring ... Tring ... Tring!"


Saat sudah memastikan Bulan tidur dengan nyaman, Hardan kembali ke kursi kerjanya dan menghubungi assiten.


"Halo Pak?"


Lucas segera menjawab tentunya.


"Mengenai penyelidikan tadi yang sudah kau informasikan kepadaku, yang rumah orangtua Bulan yang hendak dijual, urus hal itu sampai tuntas, rumah itu tidak boleh dijual ..."


Hardan meminta Lucas agar rumah yang merupakan peninggalan orangtua Bulan jangan sampai dijual.


Walau Bulan tidak meminta tolong, akan tetapi Hardan merasa haru melakukan sesuatu, karena mengenai penjual belian rumah itu sedikit rumit jadi pasti Bulan tidak akan mudah menangani nya.


Akan tetapi mengenai ibu tiri dan saudari tirinya, Hardan ingin melihat bagaimana Bulan menangani mereka, sebab Bulan sepertinya ingin membalas mereka dengan caranya sendiri.


"Baik Pak,"


Lucas hanya menyanggupi peringan dari atasannya, walau disaat yang bersamaan dia bingung sekali mengapa Hardan perhatian sekali dengan gadis yang baru bersama Hardan.


"Ah, mungkin karena wanita itu adalah obat Pak Hardan ..." seru Lucas merasa jika perhatian Hardan pastilah karena Bulan merupakan obat bagi atasannya.


Setelah itu Lucas langsung melakukan sesuai dengan perintah Hardan William.

__ADS_1


"Ayah ... jangan pergi ..."


"Jangan tinggalkan Bulan sendirian,"


"Ayah ..."


"Ayah ..."


Bulan tengah bermimpi, dia berada di sebuah tempat yang gelap, dimana cahaya hanya terlihat di tempat ia berdiri dan ayahnya.


Akan tetapi dalam mimpi itu Bulan tidak bisa bergerak dan mengejar ayahnya, yang melangkah semakin jauh dari tempat Bulan berdiri.


"Ayah ..." Bulan tanpa sadar menangis dalam tidurnya, dia lalu terbangun karena sesuatu yang hangat menyentuh wajahnya.


Saat bangun, Bulan terkejut sekali dan tak hampir terjatuh dari sofa.


Bagaimana tidak, saat Bulan bangun yang ada di depan matanya adalah wajah Hardan yang kelihatan menatapnya dekat sekali, sehingga nafas hangatnya terasa di bibirnya.


"Tu ... Tuan, apa yang kau lakukan?"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2