Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 81 : Kekasihku terus menggodaku!


__ADS_3

Episode 81 : Kekasihku terus menggodaku!


***


'Gadis ini ternyata pernah jadi kekasih Hardan, AAAAAA! AKU KESAL!'


'JIKA KAU MENCOBA MELAKUKAN PERMAINAN KOTOR DENGAN MENANGIS! MAKA AKU JUGA BISA!'


geram Bulan dalam hatinya.


Bulan kemudian beranjak memeluk Hardan, dia bersandiwara menangis juga.


"Huhu ... sayang, dia bilang kau mencintai dia! lalu apa aku bagimu? apa kau sudah tidak mencintai aku lagi? apa kau akan mencampakkan aku? begitu?"


Bulan menangis dan memeluk Hardan, membuat Hardan semakin berdebar-debar.


'Astaga ... dia menggodaku sejak tadi, ini bahaya!'


'Dia berteriak mengatakan aku kekasihnya, melindungi aku dan sekarang memeluk aku dengan manja! bagaimana aku tahan dengan ini semua!'


Hardan semakin berdebar-debar, dia sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi jika Bulan terus begini kepadanya.


Ruby yang melihat Bulan bukanlah gadis yang bisa ia tidak sesukanya mengepal tangannya.


Dia benci bagaimana Bulan memeluk Hardan yang merupakan lelaki yang ia cintai.


Tetapi saat Ruby memastikan ekspresi Hardan, Ruby bergetar hebat.

__ADS_1


Ruby jelas-jelas melihat wajah yang sungguh jatuh cinta disana, hanya fokus kepada wanita yang bernama Bulan itu dan seolah tak melihatnya di tempat itu.


'Tidak mungkin Hardan sungguh jatuh cinta dengan gadis ini! tidak mungkin! aku tidak mungkin kalah!'


Ruby menatap dengan tatapan seolah tak percaya, kali ini air matanya adalah air mata yang nyata.


Dia sakit hati ketika melihat lelaki yang cintai menanyai gadis lain dengan tatapan penuh cinta.


***


Ditengah semua itu, Bulan sudah tidak sadar agar gadis cantik bernama Ruby itu pergi dari kamar pribadi Hardan.


"Sayang ... kalau kau masih mencintai dia maka kau bisa mengusir aku!"


"Tapi jika kau memang mencintai aku, suruh dia pergi!"


Bulan tidak tahu saja jika sebenarnya Hardan sedang menahan gairahnya, dia terlalu senang sampai dia tak bisa bergerak.


Hardan menelan salivanya dengan kuat, dia menatap kearah Ruby yang menatapnya dengan nanar dan sedih.


Hardan kemudian mengalihkan pandangannya seolah tak mau melihat Ruby.


"Kau dengarkan apa yang dikatakan oleh wanita ku? dia tidak suka kau disini, jadi pergilah!"


Perintah Hardan tak mau melihat Ruby.


Seperti dunia yang runtuh, Ruby tak menyangka Hardan mengatakan hal itu kepadanya.

__ADS_1


Menyuruhnya pergi ketika mereka baru saja berjumpa, bagaimana Ruby sangat merindukan Hardan tetap Hardan sudah memiliki wanita lain.


Ruby menunduk, dia kemudian berbicara lagi, dengan nada yang bergetar dan pilu.


"Saat Ayahmu meninggal sebenarnya aku ..." Ruby belum sempat melanjutkan ucapannya akan tetapi Hardan langsung menatap Ruby dengan sangat tajam.


"Jangan membahas mengenai Ayahku! jangan mengasah kesabaran ku! kau pikir siapa dirimu menyebut mengenai Ayahku? ha?"


Hardan bergetar hebat, kemarahannya ketika mendengar Ruby membahas mengenai ayahnya sampai membuat tangannya mencengkeram kuat dan wajahnya merah.


Matanya tajam sekali dan dia membuat Ruby semakin takut.


Ruby terdiam, dia seperti orang asing dalam ruangan ini.


"Hardan, aku tahu masih ada aku di hatimu, walau mungkin itu hanya sedikit ... aku tidak akan menyerah, aku tahu aku bersalah tetapi kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama!"


"Untuk sekarang aku pergi dulu ..."


Ruby tahu sepertinya dia telah mengambil langkah yang salah, dia kemudian melangkah pergi.


Tetapi dia tidak akan menyerah.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2