Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 83 : Terimakasih sudah membela aku!


__ADS_3

Episode 83 : Terimakasih sudah membela aku!


***


Setelah Hardan berhasil menahan dirinya, dia mendekap Bulan begitu nyaman, walau awalnya Bulan tidak nyaman ketika wajah Hardan terbenam jelas di dadanya.


Sekarang Bulan mencoba menahan rasa malunya, dia juga bersyukur bagaimana Hardan berhasil menahan dirinya dan menghargai keinginannya.


Keduanya terdiam membisu, berbaring diatas ranjang sembari berbagi kehangatan.


Mungkin karena mereka lelah, mereka langsung nyaman ketika tubuh menyapa ranjang.


"Sayang ..." Hardan berbicara dengan nada yang pelan.


"Hmmmm?"


Bulan menjawab dengan matanya yang masih terjaga, masih memikirkan segala sesuatu yang terjadi hari ini.


"Terimakasih sudah membela aku, mengatakan jika aku kekasih mu,"


"Apakah kau tahu, selain ayahku ... tidak pernah ada orang yang benar-benar membela aku, dan hari ini kau melakukan hal yang sama seperti saat di bar, kau membela aku dengan percaya diri!"


"Aku sangat bersyukur kau ada disisi ku sekarang ini,"


Suara Hardan seperti melodi sedih di telinga Bulan, ternyata selama ini dia tidak tahu apapun mengenai Hardan.


Bulan selalu saja fokus hanya dengan penderitaannya dan rasa sakitnya saja, dia terbiasa dibela dan dilindungi oleh Hardan.


Sampai menganggap Hardan itu tidak mungkin bisa lemah.


Akan tetapi Bulan semakin sadar sekarang, jika mungkin Hardan sebenarnya lebih terluka darinya, bahkan sampai mengidap OCD alergi wanita.

__ADS_1


Bulan kemudian membalas dekapan Hardan, Bulan mengusap rambut kekasihnya.


"Aku akan membelamu lebih banyak dari sekarang, aku akan selalu berada di sisimu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kau boleh bersandar kapan pun di bahuku ..."


"Sama seperti kamu yang melindungi aku, maka aku juga akan melindungi mu,"


Bulan sudah memutuskan keputusannya, dia akhirnya sadar ucapan Hardan saat lalu yang mengatakan jika mereka datang kesini maka Bulan akan menemukan hal mengejutkan.


Dan ucapan yang selalu diingat oleh Hardan adalah, bahwa Bulan harus tetap percaya kepada Hardan.


Bulan sadar jika kedepannya akan ada banyak hal mengejutkan yang akan ia ketahui.


Mendengar kata-kata sederhana namun sangat menyentuh itu memberikan kehangatan bagi Hardan.


Dia memejamkan matanya dan menganggukkan kepalanya.


"Kau selalu membuatku semakin cinta kepadamu, kau memang tidak akan bisa pergi dariku!" balas Hardan akhirnya mencoba terlelap.


Saat Hardan sudah terlelap, Bulan terus terjaga, dia mengusap rambut Hardan.


Dan banyak hal yang tengah ia pikirkan sekarang.


***


Disaat yang bersamaan,


Ruby tengah menangis tersedu-sedu ketika dia kembali pulang.


Dia masih ada di dalam mobil ketika Louise menghubungi dirinya.


"Tring ... Tring ... Tring!"

__ADS_1


Walau sedikit kesal, Ruby tetap mengangkat panggilan dari Louise.


"Halo?"


"Bagaimana respon Hardan? apakah kau sudah melihat mereka?"


Louise langsung bertanya to the point.


Ruby terdiam sebentar namun segera memberitahukan semua yang terjadi disana.


Mendengar itu Louise menghela nafasnya berat, dia sudah menduga jika Hardan pasti tidak akan menerima Ruby kembali, tetapi tidak menduga jika Ruby akan langsung diusir hari itu juga.


"Baiklah, kalau begitu terus dekati Hardan, dan coba buat wanita itu pergi!"


Seru Louise segera mematikan panggilannya.


"Jika Ruby gagal maka masih banyak rencana yang lain! kali ini tidak boleh ada kesalahan!"


"Aku harus menyingkirkan wanita itu! Hardan harus tetap sakit dan alergi wanita!" seru Louise akan menggunakan pengaruh istrinya.


Yang merupakan ibu kandung Hardan.


Esok hari adalah tanggal peringatan hari kematian Ayah kandung Hardan, saat itu Hera harus mendekati Bulan dan mencoba melakukan trik yang sama seperti yang mereka lakukan kepada Ruby dahulu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2