
Episode 66 : Sayang, jangan menangis.
***
Ditengah-tengah kepanikan, diantara menghancurkan drama atau menerima kemarahan Hardan.
Tentu saja Bulan memilih menolak ciuman Kevin.
Sedangkan Hardan, ketika Kevin hendak melakukan ciuman dan melakukan dialog itu, kemarahan di dada Hardan sudah tak terbendung.
Dia langsung berdiri dari tempat ia duduk, dan dia mencengkeram tangannya kuat sekali.
"Bajingan! jika kau berani mencium pacar ku, aku pasti akan membunuhmu!" geram Hardan sudah hampir turun kebawah sampai ketika ia melihat Bulan menolak ciuman itu.
Tetapi bukan berarti Hardan lega, Hardan menjadi panik lagi, OCD nya membuat segalanya menjadi berlipat kali mengkhawatirkan baginya.
Hardan belum duduk sama sekali sampai ketika lampu tiba-tiba saja mati, seluruh gedung berteriak kencang karena banyak penonton wanita.
Dan hanya beberapa saat setelah itu ada slide besar yang tertera di panggung, dimana slide itu membuat semua orang mengaga dan melihat kearah Bulan dengan pandangan jijik.
"Menjijikkan, jadi apa yang dikatakan Lisa saat lalu adalah benar!"
"Wanita murahan dan menjijikkan sepertinya harusnya dikeluarkan dari kampus!"
"Dia sangat murahan, lihatlah wajah cantik dan polosnya ternyata hanya tipuan!"
"Aku ingin muntah melihat nya! aku tak akan rela belajar di satu kampus dengan wanita jalaang sepertinya!"
Bisikan para perempuan yang menonton drama demi Kevin berbicara seenaknya, menghakimi Bulan yang sebenarnya tidak salah.
Seperti masyarakat pada umumnya, ketika melihat sebuah gambar yang menampakkan sesuatu yang belum jelas, maka mereka akan mendeskripsikan gambar itu dengan pikiran liar mereka.
Menjadi manusia paling suci dan bersih di dunia, menghina seseorang hanya dari sebuah gambar yang belum jelas asal usulnya.
Mata mereka telah dibutakan oleh kebencian dan rasa iri, mulut mereka lebih berbisa dari ular, dan yang lebih parah mereka dengan mudah akan menghina korban ketika korban tidak memiliki apapun seperti Bulan.
Sedangkan Bulan yang mendengar semua kata hinaan itu kebingungan.
Mengapa mereka mengatai nya murahan dan jalaang.
Sampai ketika Bulan membalikkan badannya dan melihat proyeksi yang menempel di tirai besar.
Dunia seolah runtuh dan kepalanya menjadi pusing, semua hinaan yang masuk ke telinga nya menjadi setajam pisau.
Hatinya sakit dan takut setengah mati, disaat lampu masih gelap, Bulan bisa melihat orang-orang yang membisik itu terlihat seperti monster.
Bulan menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya, tubuhnya bergetar hebat dan jantungnya berpacu tak menentu.
Bagaimana tidak, foto yang ada di proyeksi itu adalah fotonya ketika dalam pengaruh obat perangsang yang diberikan Mona, tengah dipapah oleh pria pria berbadan besar.
Gambar itu diambil oleh Mona sebagai pesan untuk pengusaha yang membeli Bulan jika Bulan sudah siap.
Tetapi sepertinya disalahgunakannya oleh Mona untuk menaklukkan Bulan.
__ADS_1
"Tidak ... tidak! itu tidak benar! kalian tidak tahu apa yang terjadi hari itu,"
"Aku lah yang dijebak, akulah korban nya, kenapa kalian menyalahkan aku?"
"Kenapa kalian tidak percaya kepadaku?"
Bulan menangis dengan hebat, ketakutan melihat banyak orang mulai menghina dan menghujani nya dengan kata-kata mengerikan.
"Pantas saja kau begitu, kau kan memang tidak memiliki Ayah dan Ibu, jadi kau tidak terdidik! murahan! pergi kau dari sisi Kak Kevin! menjijikkan!"
Semua orang berseru dan menyuruh Bulan menyingkir panggung, sebab Bulan tidak pantas lagi menampakkan dirinya di kampus ini.
Seperti kejahatan yang tak bisa dimaafkan, ucapan orang-orang yang menghina Bulan sudah berlebihan.
Bahkan menghina Bulan yang sebatang kara.
Disisi lain,
Ketika lampu mati dan gambar Bulan terpampang nyata dengan jelas sekali, Hardan tidak berpikir dua kali untuk segera berlari turun kebawah.
Dia harus membawa Bulan pergi sekarang juga, jika tidak Bulan akan terluka oleh hinaan orang-orang yang sebentar lagi akan dihancurin olehnya.
"BAJINGAN! BERANI MENJEBAK PACARKU ARTINYA MATI!" geram Hardan berlari dan segera memerintahkan Lucas dan bawahannya yang lain untuk membubarkan semua penonton.
Dan yang paling penting adalah mencari dalang dibalik gambar itu.
Orang yang menyebarkan gambar ini dan dengan sengaja menghancurkan reputasi Bulan, akan dihancurkan oleh Hardan.
Jarak lantai dua ke lantai bawah sedikit jauh, karena aula itu cukup besar.
***
Bulan sudah tersungkur lemas, telinganya sakit dan kepalanya dipenuhi rasa ngeri.
Bagaimana orang-orang ini sangat kejam kepadanya, padahal Bulan tidak pernah menyakiti mereka, tidak pernah membicarakan yang buruk tentang mereka.
Tetapi mereka dengan mudah menghina dan meruntuhkan kepercayaan diri Bulan seolah Bulan bukanlah manusia bagi mereka.
"Kenapa tidak ada yang mempercayai aku? apakah karena aku tidak memiliki ayah dan ibu?"
"Kenapa kalian menghina aku seolah aku tidak memiliki hati dan perasaan?"
"Kenapa kalian melihat aku seperti kalian melihat sampah? kalian tidak tahu kisah ku tetapi kalian tetap membunuh ku dengan hinaan kalian? kenapa ada orang sejahat kalian?"
Bulan menutupi telinga nya, air matanya menggenang membuat pandangannya kabur.
Tubuhnya menjadi kaku dan dingin, dia tidak bisa bergerak, insiden ini sangat mengguncang batinnya.
"Sok mencari perhatian lagi! berhenti berpura-pura lacur!" teriak seseorang lagi dan disoraki yang lain.
Sampai ketika Kevin yang sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi, mengapa Bulan ada di gambar yang terlihat sangat tidak baik itu langsung menghentikan segala keraguan dalam hatinya.
Dia mengenal Bulan dan Bulan tidak akan melakukan hal aneh seperti itu.
__ADS_1
"Brak!"
Kevin melempar pedang mainan yang sebenarnya hanyalah properti drama kearah orang yang mengatai Bulan seorang lacur.
"Jika mulut kalian masih berani mengoceh, aku pastikan kaki kalian tidak akan berpijak di kampus ini lagi!" Kevin benar-benar marah.
Dia menatap dengan tatapan yang sangat tajam, tetapi ketika itu ada beberapa petugas segera membubarkan para penonton.
Mematikan proyektor yang memancarkan gambar Bulan.
Dan juga seseorang yang berwibawa, berbadan tinggi dan tegap, tengah melangkah dengan cepat kearah panggung.
Dia tidak peduli banyak orang secara tidak sengaja bersinggungan dan bersentuhan dengannya, yang ia tahu hanyalah, ia harus menggenggam tangan gadisnya dan membawanya pulang.
Kevin melihat lelaki itu dan langsung mengenali nya.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kakinya nyaring diantara kerumunan yang berisik keluar dari aula.
Ketika Bulan menutup telinga dan matanya, saat itu seseorang dengan aroma tubuh yang familiar dan rasa hangat yang sering dirasakan memeluknya dengan sangat erat.
"Sayang ... jangan menangis ... ada aku disini dan aku akan melindungi mu ..." suaranya sangat menenangkan, hawa keberadaan nya begitu besar sehingga membuat Bulan terdiam sesaat.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa diberikannya like dan komentar membangunnya ya, maaf jika masih banyak kekurangan 🥺
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa atau e-money lainnya kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu 😘
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan 100K
Gold akan mendapatkan 50K
Silver akan mendapatkan 25K
Ini hanya bentuk apresiasi saja ya, saya hanya ingin memberikan hadiah kepada pembaca setia, tidak ada pemaksaan dalam hal ini, kalian menikmati novel aku aja udah seneng banget 🥺
__ADS_1