
Episode 63 : Bulan tidak akan goyah.
***
Ketika Hardan mendengar kata pernikahan, wajahnya berubah dan dia terdiam sejenak, dia tak tahu mengapa tetapi kata pernikahan seolah menjijikkan baginya.
Bagi Hardan, pernikahan itu hanyalah sebuah ikatan kebohongan yang saling menyakiti salah satu pihak.
Dan pernikahan itu akan mengingatkan dirinya kepada Ibunya dan juga Ruby.
Ada masa dimana Hardan sangat mempercayai pernikahan, ingin menikah dan memiliki keluarga kecil yang berharga, namun yang ia lihat hanyalah kekecewaan, pengkhianatan dan kebohongan.
"Sayang ... kau pasti lelah ... aku akan membiarkan mu kali ini, tetapi aku tidak bisa menjanjikan pernikahan kepadamu," bisik Hardan kemudian menjauh dari Bulan dan berbaring di sisinya untuk tidur bersama.
Ketika Bulan mendengar itu, entah kenapa dia menjadi marah.
Bukannya Bulan ingin menikah secepatnya atau apapun, Bulan juga tidak ingin menikah secepatnya akan tetapi ucapan Hardan sama sekali tidak bisa ia percayai.
Diawal saat Hardan memintanya untuk berpacaran, Hardan mengatakan tak akan meninggalkan dirinya, tetapi sekarang mengatakan tak bisa menjanjikan pernikahan.
'Jadi ... aku sungguh hanya dijadikan simpanan saja!'
'Kenapa hatiku sakit sekali?'
'Yah, siapa juga yang mau menikahi gadis miskin sebatang kara seperti aku! dari ucapannya aku yakin, setelah ia sembuh, dia akan segera meninggalkan aku!'
__ADS_1
Bulan berbicara dengan dirinya sendiri, dia secara perlahan mengenakan pakaiannya di dalam selimut, namun ia sudah tahu langkah apa yang harus ia ambil selanjutnya.
Disaat Hardan tak memiliki pikiran untuk menjadikan hubungan mereka serius maka Bulan juga akan tidak akan luluh kepada Hardan.
Bulan sudah cukup tersakiti selama ini, Bulan tidak akan siap menerima rasa sakit dari lelaki ini lagi.
Hardan mungkin tidak sadar, jika malam itu dia telah memberikan tembok pembatas diantara mereka berdua.
Bulan bukan wanita lemah yang hatinya mudah luluh, Bulan tahu apa yang ia inginkan dan tidak inginkan, jadi Hardan salah besar ketika mengatakan tak ada niatan untuk menikahi Bulan.
***
Waktu berlalu begitu saja, sudah pagi dan Bulan melakukan tugasnya Seperti biasa, membuatkan makanan untuk Hardan dan menyiapkan baju kantornya.
Hardan juga sudah bangun dan seperti biasa akan menikmati makanan yang disiapkan oleh Bulan.
"Sayang ... apakah kau marah padaku? kenapa wajah mu muram begitu?" Hardan berpangku tangan dan mencubit pelan pipi Bulan.
Seperti yang ia lakukan biasanya, dia suka mencubit pelan pipi kekasihnya ini.
"Haaahh!"
'Bulan, lakukan saja peran mu, memangnya kau pantas marah? tidak kan? jadi biarkan saja semuanya berjalan Sesuai dengan arusnya, dan saat semuanya sudah berakhir tak akan ada penyesalan di dirimu!'
Bulan menghela nafasnya panjang, lalu ia tersenyum untuk menutupi kesalahan hatinya, dan sebagai simbol jika dia akan melakukan perannya dengan sangat baik.
__ADS_1
"Tidak ... untuk apa aku marah? aku hanya sedikit gugup untuk melakukan peran drama nanti ..." balas Bulan sudah selesai memakan sarapannya.
Disaat yang sama Hardan juga akan pergi ke kantor, lalu sekitar sore hari dia akan ke kampus Bulan dan menonton drama Bulan dari ruangan khusus untuk dirinya.
Lucas sudah mengurus segalanya, agar kedatangan Hardan William tidak diketahui siapapun dan menyiapkan ruangan khusus untuk Hardan.
Saat melihat senyuman itu Hardan menangkap perasaan yang aneh, seolah Bulan kembali menjadi Bulan yang pendiam saat mereka pertama kali bertemu.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tetapi sebelum Hardan bisa menanyakan hal itu, Lucas menelepon bos nya karena sekarang ada pertemuan penting dimana mereka tidak boleh terlambat.
"Sayang ... aku harus pergi ke kantor dengan cepat, nanti ada supir ku yang akan mengantar mu ke kampus ya ..."
Hardan mengambil jas nya dan mengecup dahi Bulan, saat itu Bulan hanya tersenyum saja.
Melihat Hardan pergi dengan cepat menuju pintu apartemen.
Pundaknya yang lebar itu membuat Bulan merasa sedikit perih, dia akan melihat lelaki itu pergi suatu hari nanti.
.
.
.
__ADS_1
.
Author : Hello, mulai hari Senin selama satu minggu crazy up lagi ya 😍