
Episode 94 : Seharusnya kau malu!
***
Ketika mendengar Hera berteriak, Hardan seolah kehilangan dirinya, dia tidak bisa memikirkan apapun lagi.
Dia ingin menghancurkan orang-orang jahat yang memiliki hati gelap yang hanya memikirkan kebahagiaan nya sendiri seperti Ibunya dan Louise.
Hardan hampir saja kehilangan dirinya sampai ketika, gadis yang menjadi cahayanya itu berdiri lagi di hadapannya.
Hal ini selalu saja terjadi ketika Hardan tak bisa lagi berpikir jernih, Bulan selalu berdiri di hadapannya dan melindunginya.
Bulan tahu jika Hardan telah kehilangan kesabarannya, dia tidak ingin kekasihnya ini lebih terluka lagi oleh ucapan dan tingkah laku Ibunya sendiri.
"Aku mungkin terdengar tidak sopan! tetapi sebagai seorang Ibu, tidakkah kau merasa gagal? apakah kau pernah merasa di hatimu sedikit saja mengenai putramu?"
"Jika memang tidak pernah memikirkan mengenai kebaikan nya, maka setidaknya pergilah ... dan jangan melukai nya lagi!"
Bulan membuat langkah yang sangat berani, dia tidak tahu mengapa ia bersikap sampai seperti ini, padahal yang ada di hadapannya ini adalah Ibu Hardan sendiri.
Tetapi Bulan tidak terima lelakinya diteriaki dan disakiti lagi.
Hera yang merasa harga dirinya terluka mendengar ucapan remeh wanita muda yang hendak ia singkirkan dari sisi Hardan langsung menatap dengan sangat tajam.
"Kau pikir kau siapa? apakah kau kira kau hebat hanya karena berada di sisi nya?"
__ADS_1
"Aku ini Ibunya! apakah kau dengar itu?"
Teriak Hera benar-benar telah diluar batas.
"Karena kau Ibunya lah harusnya kau mengerti putramu sakit karena apa? dia kesepian selama hidupnya! tidakkah kau merasa bersalah?"
"Kata kekasihku, itu semua karena mu kan? tetapi masih menganggap dirimu sebagai seorang Ibu, aku tidak akan membiarkan siapapun melukai kekasihku! aku sudah berjanji kepadanya bahwa aku akan melindungi nya!"
Bulan benar-benar tidak habis pikir, kenapa ada Ibu seperti wanita ini, mengapa begitu egois dan tak memahami putranya sendiri.
Seolah Hardan sama sekali tidak berharga kepadanya.
"KAU?" Hera benar-benar marah sekarang.
Dia membenci Bulan, dia benci Bulan karena mengatakan fakta, dia benci mendengar fakta, dia ingin menghancurkan Bulan sekarang juga.
"Glen ... tapi Ibu," berbeda dengan sikapnya kepada Hardan, Hera terlihat sangat sayang kepada putra keduanya itu.
"Hentikan, tolong ... ayo kita pulang saja!" seru Glen sudah malu.
Dia juga tidak suka semua ini, rasanya dia ingin melarikan diri saja, dia menarik tangan Ibunya tetapi sebelum pergi dia menundukkan kepala ke hadapan Hardan dan Bulan.
"Maafkan kami, kami permisi dulu ..." seru Glen membawa Ibunya ke mobil mereka dan kembali pulang.
***
__ADS_1
Di mobil Hera,
"Beraninya gadis sialan itu! dia pikir dia siapa? lihat saja apa yang akan terjadi kepadanya?"
"Apakah dia pikir dia penyelamat hanya karena Hardan tidak alergi kepadanya?"
"AWAS SAJA KAU YA!"
Hera sudah benar-benar marah sekali, dia langsung menghubungi suaminya agar segera memberikan pelajaran kepada Bulan.
"Halo Pah, gadis bernama Bulan itu, lakukan sesuai caramu! aku benci kepadanya!" seru Hera mencengkeram tangannya.
Sebenarnya yang membuat Hera sangat benci adalah bagaimana ucapan Bulan memperlihatkan keburukannya, dan hal itu sangat tidak bisa diterima oleh nya.
"Baiklah Mah, kalau begitu kau pulang saja bersama Glen, serahkan kepadaku ..." seru Louise akan menjalankan rencana sesuai dengan yang ia sebutkan saat lalu.
Ialah, jika tidak bisa menyogok Bulan maka mereka akan menyingkirkan Bulan selamanya.
Dan untuk kasus ini karena Hera tiba-tiba saja benci kepada Bulan, maka akan langsung menyingkirkan Bulan saja.
.
.
.
__ADS_1
.