Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 35 : Hardan alergi karena sentuhan wanita.


__ADS_3

Episode 35 : Hardan alergi karena sentuhan wanita.


***


"Balik badan dan jangan pernah melihat ke belakang!" perintah Hardan William lagi.


Dituruti oleh Bulan yang sudah terlalu waspada kepada lelaki yang ada di dekatnya.


"Buka matamu, dan kenakan sepatu mu ini." Hardan memberikan sepatu yang tadi dilempar olehnya ke kepala karyawannya itu.


Dengan tangan bergetar Bulan menerima sepatu itu, walau tak enak hati memakai sepatu yang digunakan melempar oleh lain.


Sekarang Bulan harus fokus mengasihani diri sendiri terlebih dahulu.


Bulan menelan salivanya kuat dan memakai sepatunya.


Sesuai dengan perintah Hardan, dia sama sekali tak mau melihat ke belakang karena takut melihat darah.


***


Setelah Bulan usai mengenakan sepatunya, Hardan langsung melangkah menuju luar.


Hardan sudah tak tahan ingin segera pulang, kekhawatiran nya bertemu dengan wanita yang lain memenuhi kepalanya dan membuat dirinya mengalami rasa khawatir yang berlebihan.


Bulan bisa melihat wajah Hardan yang semakin pucat dan kelihatan tubuhnya menggigil.


Mungkin tadi sentuhan tak sengaja wanita malam itu membuat Hardan William alergi.


Bulan baru kali ini mendapati hal seperti ini, dimana saat disentuh wanita seorang lelaki malah alergi dan kelihatan pucat sekali.


Bulan hanya mengikuti langkah Hardan, dimana disaat yang sama para anak buah Hardan yang tadi sudah diperintahkan oleh Lucas memeriksa keadaan bar memastikan tak akan ada yang melihat dan menyadari keberadaan Hardan William.


Untungnya hal itu berhasil dan keduanya sampai di dalam mobil dengan selamat.


"Tuan ... apakah anda baik-baik saja?" Lucas yang melihat gejala tak baik dari Tuannya langsung khawatir.


"Cepat jalankan mobil saja, aku ingin cepat sampai rumah ..."


Tanpa menjawab ucapan dari Lucas, Hardan langsung bersandar di kursi mobil dengan nafas yang berat dan terdengar terengah-engah.


***


Malam ini Bulan melihat terlalu banyak sisi dari lelaki yang menjadi tuan nya ini.


Sisi paling mengerikan juga sisi paling lemah.


Dan semuanya itu terlalu mengejutkan baginya, hal hal seperti yang ada di bar hanya pernah dia tonton di televisi, dan sekarang dia menyaksikannya secara langsung.


Saat dalam perjalanan ....


"Tring ... Tring ... Tring!"


Lucas menghubungi anak buah yang masih ada di bar.


"Halo?"

__ADS_1


"Iya, urus sisanya disana, jangan sampai ada yang tahu,"


"Lelaki itu bawa ke rumah sakit segera, jika terlalu lama dia akan kehilangan darah dan mati!"


Lucas memberikan perintah yang sudah dikoordinasikan oleh Hardan sebelum menjalankan rencana malam ini.


Hardan memang menghajar mantan karyawan itu dengan sangat kuat dan sampai babak belur, tetapi Hardan memastikan jika dia menghajarnya sampai pingsan tidak sampai meninggal.


Karena Hardan tahu, mantan karyawannya itu memiliki seorang anak, dan hal itu sangat ia pertimbangkan.


Disaat Lucas berbicara dalam telepon ....


"Hah!"


"Hah!"


"Hah!"


Nafas Hardan semakin terdengar kuat dan berat, Bulan yang ada di sisinya tak bisa tenang sama sekali.


Bulan mencoba sekeras mungkin untuk menggerakkan tangannya agar berani mengusap bahu Hardan.


Setidaknya untuk menenangkan Hardan.


Bulan akhirnya bisa memberikan dirinya, dia mengusap bahu Hardan, dimana Hardan yang kelihatan sakit dan tak nyaman mulai bisa bernafas dengan normal.


Mengetahui hal itu, Bulan merasa sedikit tenang.


Bulan tak berhenti mengusap bahu tuan nya.


Dan saat wajahnya menyentuh bahu wanita yang menjadi obatnya ini, perasaan tenang, jantung yang tadi berpacu terlalu kencang mulai mereda.


Dan yang lebih penting rasa sakit yang ditimbulkan alergi seolah mereda dengan ajaibnya.


'Ahh ... berat sekali ...'


'Tapi tak apa, yang penting Tuan Hardan merasa sedikit nyaman,'


Bulan merasa tidak nyaman dan berat, tetapi ia tahan karena Hardan kelihatan sakit.


***


Tak berapa lama mereka akhirnya sampai di kediaman Hardan William.


Di kediaman luas itu, kebetulan hari ini pelayan wanita sudah di kosongkan, hanya ada pelayan perawat kebun, penjaga gerbang dan tukang cuci saja.


Karena sekarang sudah ada Bulan yang akan memenuhi segala kebutuhan Hardan William.


Hardan yang masih kelihatan lemah, dan matanya yang terpejam, terlihat terlihat tengah di papah oleh Lucas sang asisten serba bisa.


Sedangkan Bulan menenteng tas tuannya.


Lucas meletakkan Bos nya di atas ranjang, lalu meminta kepada Bulan agar mereka berbicara sebentar.


"Bulan ... ayo kita bicara sebentar ..."

__ADS_1


Seru Lucas yang sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika Bosnya ini tengah alergi karena sentuhan wanita.


"Baik Coach ..." balas Bulan mengikuti Lucas ke luar kamar pribadi Hardan sebentar.


Lalu Lucas segera menjelaskan keadaan yang tengah dialami oleh Bosnya itu.


"Tuan Hardan tengah mengalami alergi hebat, itu semua karena penyakit psikologis OCD nya, dimana saat berdekatan, atau mencium bau juga menyentuh wanita, rasa khawatir berlebihan memacu jantung Tuan Hardan berpacu tidak sebagai mestinya,"


"Lalu karena kekhawatiran berlebihan itu muncul lah gejala alergi dari OCD itu sendiri, dan sampai sekarang tak ada obatnya karena penyakit itu termasuk penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh dirinya sendiri ..."


"Awalnya Tuan diberikan obat penenang, tetapi baru diketahui jika hal itu merusak kesehatan, jadi sudah beberapa waktu Tuan meredakan alergi nya dengan istirahat saja ..."


"Yang aku ingin beritahu adalah, kau sepertinya bisa meredakan rasa sakit Tuan Hardan, tolong temani Tuan malam ini, dan rawat dia ..."


"Aku sedang tak bisa karena aku harus mengambil alih beberapa pekerjaan, karena jika Tuan sudah alergi dia akan jatuh sakit selama kurang lebih tiga hari dan lebih parah bisa sampai satu minggu."


Lucas menjelaskan dengan detail, apa yang harus dilakukan oleh Bulan.


Bulan mendengarkan dengan seksama, entah mengapa Bulan merasa sedikit kasihan, bagaimana Hardan bisa sakit selama itu hanya karena bersentuhan sedikit saja dengan wanita.


Penyakit Psikologis OCD benar-benar berbahaya dan menyakitkan bagi penderitanya.


"Baik Coach, aku pasti bisa merawat Tuan Hardan dengan baik, sebelumnya aku juga merawat ayahku saat sakit, jadi ini bukan pertama kalinya ..."


"Jadi Coach bisa bekerja dan melakukan urusan mu dengan tenang." Bulan meyakinkan Lucas dengan ekspresi wajahnya yang bersungguh-sungguh.


"Baiklah Bulan, terimakasih ya, kalau begitu aku undur diri dulu, karena aku masih harus ikut membereskan masalah yang di bar tadi,"


Lucas akhirnya undur diri pergi dari kediaman Bulan.


Bulan yang sudah diberitahu kondisi Hardan dengan sigap kembali masuk kedalam kamar pribadi Tuannya.


Pertama-tama Bulan harus membersihkan keringat Hardan dulu, lalu mengusap tubuh bagian atasnya dengan air hangat agar Hardan merasa segar.


Bulan melihat wajah Hardan yang pucat itu ...


"Aku kadang kesal kepada mu, takut juga, tapi melihat mu sakit seperti ini membuat aku kasihan, aku jadi ingat Ayahku ..."


Bulan berbicara sendiri, sembari melepaskan dasi tuannya.


Setelah itu melepaskan kedua sepatu dan kaos kakinya.


"Ini adalah bagian paling sulit,"


Seru Bulan secara perlahan membuka kancing baju Hardan satu persatu.


"Aku tidak tertarik padamu Tuan, jadi kau bisa percaya padaku, aku akan membuatmu sembuh dengan cepat!"


Bulan sepertinya menyemangati dirinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2