Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 69 : Akan ku buat mereka membayar air mata kekasih ku!


__ADS_3

Episode 69 : Akan ku buat mereka membayar air mata kekasih ku!


***


Sebelum Hardan membawa Bulan kembali pulang ke mansion,


Mona senang sekali ketika melihat layar yang penuh dengan foto Bulan yang memang sengaja ia ambil saat lalu.


Ketika melihat Bulan tersungkur lemah dan menangis, dihina banyak orang.


"Heh, dengan begini tidak akan ada orang yang akan berada di sisimu, kau akan kembali kepadaku dan saat kau lemah aku akan mengambil alih rumah ayahmu,"


"Hahaha! inilah akibatnya jika kau berani menentang ku, selama nya kau tidak akan bisa melawan ku Bulan!"


Mona tertawa ketika melihat Bulan terlihat sangat lemah, dia senang karena dengan begitu, dengan mudah Mona akan membuat Bulan menyerahkan kepemilikan rumah ayah Bulan kepadanya.


"I ... Ibu, apakah ini tidak terlalu berlebihan? bagaimana jika Bulan menuntut kita ke polisi ..." Lisa sangat khawatir, akan tetapi bukan kepada keadaan Bulan, melainkan khawatir karena takut Bulan akan melaporkan mereka ke polisi.


Jika Bulan sampai melaporkan mereka ke polisi, maka Lisa tidak akan bisa menjalani hidupnya dengan normal lagi, teman-temannya juga akan meninggalkan dirinya.


"Dia tidak akan melaporkan kita ke polisi, dia tidak memiliki siapapun sekarang, Ibu juga sudah periksa jika yang saat lalu membeli dia tidak memperdulikan Bulan, pasti Bulan sendirian dan tidak bisa melawan kita!"


Mona begitu percaya dengan spekulasi nya.


Mona memang mencari tahu mengenai keberadaan Bulan, apakah bersama lelaki tua yang menjadi pembeli Bulan.


Setelah ia periksa ternyata lelaki tua itu tidak pernah bersama Bulan, yang artinya Bulan bisa lolos dan tidak memilih dukungan apapun sekarang.


Jadi mereka bisa melakukan segalanya dan memanfaatkan Bulan sekali lagi.


Sampai ketika, beberapa petugas yang tidak dikenali membubarkan para penonton.


Mona sedikit bingung mengapa secepat ini keamanan sampai dan membubarkan penonton.


Dan ketika itu, ada seseorang melangkah ditengah kerumunan itu, begitu gagah dan tampan sekali.


Wajahnya familiar karena sering masuk majalah bisnis menjanjikan pebisnis sukses dan kaya raya.


Mata Mona langsung melebar, apalagi ketika lelaki itu jelas-jelas meraih tangan Bulan dan menggendongnya pergi.


"Apa-apaan itu? mengapa Bulan bisa bersama lelaki terkaya di negeri ini?"


"Apakah selama ini, Bulan bersama lelaki itu? bagaimana bisa?"


Mona menjadi panik, ketika itu Mona langsung sadar jika dia telah menuang bensin kepada kobaran api.

__ADS_1


Dia akan berada dalam masalah besar jika dia tidak kabur sekarang.


"Lisa, ayo kita kabur dulu, kenapa kau tidak bilang Bulan bersama lelaki itu?" geram Mona malah menyalahkan anaknya.


Padahal Lisa tidak tahu apapun, bagaimana mungkin Lisa bisa tahu jika Bulan sekarang bersama lelaki berkuasa itu.


Dengan ketakutan yang teramat sangat, Mona dan Lisa melangkah terburu-buru keluar dari gedung.


Mencari jalan belakang agar bisa bebas untuk malam ini.


"Pantas saja, rumah itu tiba-tiba tidak bisa dijual, ternyata anak sialan itu menjadi simpanan lelaki berkuasa bersama Hardan! mampus lah kita, kita harus segera kabur!"


Mona semakin panik, tangannya sudah dingin dan tubuhnya bergetar hebat.


Dia mendengar rumor mengenai Hardan, bagaimana kengerian Hardan jika ada orang berani mengusiknya.


Menurut rumor yang beredar, Hardan sungguh tidak akan memberikan ampun kepada siapapun yang mengganggu nya.


Bahkan memberikan hukuman berkali lipat hingga orang itu trauma dan tidak mau bertemu Hardan lagi.


Lisa hanya mengikuti ibunya, ketakutan ibunya membuat Lisa panik.


Tetapi ketika keduanya merasa sudah hampir bisa bebas, di hadapan mereka sudah ada Lucas dan anak buahnya menanti mereka.


Lucas dengan sigap dan cepat, langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera menangkap kedua orang itu.


***


Disaat yang bersamaan di mansion Hardan William,


Hardan masih kesal sekali, bagaimana orang-orang tadi dengan berani menghina dan membuat Bulan menangis.


Bagi Hardan, air mata wanitanya ini sangat berharga.


"Sayang ... apakah kau sudah baikan?" Bulan sudah duduk di atas ranjang, Hardan memberikan air minum kepada kekasihnya dan duduk di sisinya sembari mengusap rambutnya.


Bulan menganggukkan kepalanya, "Aku baik-baik saja, jangan khawatir, aku lelah ingin tidur ..." Bulan terlihat lesu sekali.


Dia tidak bersemangat, hatinya masih hancur dan rapuh atas kejadian yang baru saja menimpa dirinya.


Setelah meminum air minum yang diberikan Hardan, Bulan masih menunduk dan hendak merebahkan dirinya di atas ranjang.


Akan tetapi ...


Hardan segera meraih kedua pipi Bulan, dan berbicara dari arah yang sangat dekat.

__ADS_1


"Sayang ... jangan sedih lagi, kau punya aku, jika ada masalah atau ada yang mengganggu mu, kau bisa mengadu kepadaku, aku akan menghabisi nya untukmu, kau harus ingat jika sekarang kau sudah memiliki aku!"


Hardan berbicara sangat lantang, matanya yang tajam melihat jauh ke dalam diri Bulan.


Bulan sampai tertegun mendengar ucapan lelaki ini, lelaki yang awalnya tidak ingin ia cintai, tidak ingin ia berikan hatinya.


Tetapi, lelaki ini selalu saja membuat jantung nya berdebar, membela nya lebih dari orang lain, menggenggam tangannya ketika tak ada seorang pun yang memperhatikan dirinya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Disaat jantung nya berdegup kencang sekali, air matanya mengalir lagi, sekarang ini hatinya memang masih sangat rapuh.


Dihina oleh banyak orang, dipermalukan di depan umum, dikatai tidak memiliki ayah dan ibu, dinilai sangat rendah, tetapi lelaki ini yang biasanya memberikannya tekanan malah adalah orang yang ada disaat paling terpuruk dalam hidupnya.


Mengatakan jika Bulan tidak sendirian di dunia ini, mengatakan jika Bulan bisa bersandar kapan pun jika mau.


Bulan menangis semakin keras, dia bahkan sesenggukan, dia tidak tahu jika digenggam tangannya dan dibela seperti ini akan terasa sangat hangat dan menenangkan.


Tentu saja Hardan panik, dia tidak tahu apa yang membuat Bulan semakin menangis.


Dengan sedikit panik dan gugup, Hardan kembali memeluk Bulan.


"Apakah aku salah bicara? jangan menangis lagi ..." Hardan hanya bisa memeluk Bulan sekarang ini.


Dia mengusap pundaknya lembut, sembari menepuk-nepuk mencoba menenangkan Bulan yang semakin menangis dengan kuat.


Sama seperti seseorang yang sedih jika ditanyakan mengenai keadaan nya maka orang itu akan semakin menangis dengan kuat.


Begitupun dengan Bulan, dia menangis semakin kuat ketika Hardan mencoba menenangkan nya dan mengatakan jika dia ada di sisinya.


Hardan tetap sabar menemani Bulan sampai Bulan tenang, dan akhirnya benar-benar tidur.


Ketika Bulan tidur dengan mata bengkak, Hardan beranjak dari ranjang untuk menghubungi bawahannya mengenai orang-orang yang membuat kekasihnya menangis malam ini.


Tetapi sebelum beranjak, Hardan terlebih dahulu mengecup dahi Bulan dan menyelimuti nya dengan benar.


"Tunggu sayang, akan ku buat mereka membayar seribu kali lipat, tangisan mu tidak akan jatuh dengan sia-sia!" bisik Hardan melangkah ke luar ruangan.


Dia pergi menuju ruangan kerja nya.


.


.


.

__ADS_1


.


Author : Masih ada dua lagi nyusul ya ❤️


__ADS_2