
Episode 88 : Aku akan melindungi hatimu.
***
Setelah Hardan memasangkan kalung yang ia design sendiri dengan makna yang dalam, beberapa pelayan akhirnya membawakan kue ulangtahun dengan hiasan berbentuk bulan sabit yang sangat indah.
Mereka semua serempak menyayikan selamat ulangtahun kepada Bulan, membuat Bulan semakin terharu.
Sebelum Bulan meniup lilin yang menyala terang, Bulan membuat permohonannya.
'Aku tidak ingin sesuatu yang mewah atau keinginan yang lain, aku hanya ingin Hardan William terus bersamaku, saling mencintai dan hatinya menjadi damai, aku ingin Hardan sembuh dari segala rasa sakitnya yang belum ia ceritakan kepadaku ...'
Setelah mengucapkan permohonan itu di hatinya, Bulan melihat kekasihnya yang tetap berada di sisinya dengan senyuman manis.
Bulan menghembusnya lilin dan indahnya malam itu menjadi sangat lengkap.
Bulan meraih tangan Hardan ketika musik sudah terdengar, Hardan bahkan menyewa pemusik untuk mewarnai ulang tahun ke 20 Bulan.
"Sayang ... naikkan kakimu keatas kakiku, aku akan mengajarkan mu cara berdansa ..." bisik Hardan lembut sekali.
Bulan yang sudah terharu dan terhipnotis dengan keindahan malam itu mengikuti apa yang dikatakan oleh Hardan.
__ADS_1
Hardan meraih tangan mungil kekasihnya, mengajaknya berdansa walau kaki Bulan memijak kakinya.
Bulan tak bisa menurunkan matanya ketika menatap wajah kekasihnya, Bulan menyadari betapa beruntungnya ia bertemu dan bersama lelaki yang memiliki hati besar dan hangat ini.
Tetapi disaat yang bersamaan, dia juga jadi kesal mengapa ada orang yang tega melukai hati Hardan, dimana hatinya sangat hangat dan lembut.
Bulan memeluk Hardan ketika hatinya semakin sakit jika membayangkan apa sebenarnya yang terjadi sampai Hardan terkena penyakit psikologis.
Bulan tanpa sadar meneteskan air matanya dan memeluk Hardan dengan sangat kuat.
"Sayang ... aku berjanji akan melindungi mu, aku tidak akan membiarkan siapapun melukai hatimu, sama seperti kamu yang melindungi harapan ku, maka aku juga akan melindungi hatimu ..."
Bulan menjadi sangat sensitif, dia tahu seberapa tulus Hardan, dia tahu bagaimana Hardan akan sangat membahagiakan orang-orang yang dia sayangi.
Tetapi Bulan sama sekali tidak habis pikir, mengapa hati lelaki yang begitu lembut ini harus dihancurkan.
Hardan yang mendengar itu mengecup dahi kekasihnya, dia kemudian melihat kearah bintang yang sangat banyak, dia sudah berhenti berdansa dan mereka tengah berdiri di tangah rooftop dimana disana pemandangannya sangat spektakuler seolah berada di negeri dongeng.
"Hehe ..." Hardan terkekeh tersenyum, dia memeluk Bulan lebih erat lagi.
Hardan tersenyum namun disaat yang bersamaan hatinya sangat terluka dan pilu, ucaoan Bulan yang mengatakan tak akan meninggalkan dirinya sungguh mengharukan.
__ADS_1
"Kau mengatakan ini berulang kali, akan menjagaku dan melindungi ku, aku akan ingat janji itu selama nya, aku sangat sangat mencintai mu,"
"Aku tahu hatiku, walau perjumpaan kita hanya sebentar tetapi aku yakin, semesta telah menyiapkan kita untuk satu sama lain, terimakasih sudah ada di sisiku sampai hari ini, dan selamanya sampai sisa hidup aku ingin kau berada di sisiku!"
Hardan menekan Bulan agar tak melihat wajahnya, Hardan sangat rapuh sekarang.
Sebenarnya di hari ulangtahun Bukan merupakan tanggal yang sama dengan tanggal kematian ayahnya.
Dia memeluk kekasihnya itu dan bersandar di tengkuknya, menundukkan kepala dan bersedih.
Hardan memang memiliki satu hari dalam setahun untuknya mengurung diri dan bersedih, ialah tanggal hari ini.
Tetapi sekarang berbeda, Hardan tidak mengurung dirinya malah bersandar dengan kekasihnya dan menikmati malam yang sangat indah.
.
.
.
.
__ADS_1