Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 6 : Kau tidak bisa menolak aku.


__ADS_3

Episode 6 : Kau tidak bisa menolak aku.


***


Mendengar hal itu Bulan yang tidak mau menjadi wanita mainan dan murahan yang dibeli segera tersungkur dan berlutut, dia menangis dan memohon.


“Tuan, tolong maafkan saya, tetapi saya tidak bisa Tuan, seperti yang saya bilang tadi, saya telah dijebak oleh Ibu tiri dan saudari tiri saya,"


"Saya berjanji akan mengembalikan uang yang mereka terima, saya akan mengembalikannya tetapi mungkin hanya dalam bentuk cicilan, tolong jangan membuat saya menjadi mainan mu, saya mohon,” Bulan langsung menangis.


Hidupnya yang begitu menderita hanya karena kedua ular yang menjebaknya itu sungguh menyakitkan, hanya karena mereka ingin hidup senang tanpa bekerja keras sampai tega menjual Bulan yang tidak memiliki salah apapun.


Bulan merasa dunia sangat tidak adil padanya.


Hardan bisa melihat jika wanita yang bernama Bulan ini berkata jujur, matanya begitu tulus dan air matanya yang menetes itu seolah menunjukkan betapa pilu hatinya yang telah dijebak oleh orang-orang terpercayanya

__ADS_1


Tetapi sekarang ini bukan tentang uang lagi, Hardan membutuhkan dia sebagai alatnya untuk mengobati OCD akut nya yang tidak bisa dekat dengan wanita lain.


“Dengar ya Bulan, aku bukan lelaki yang berbelas kasih hanya karena kau memohon atau menangis, aku tidak membutuhkan uang, aku hanya butuh kau berada di sisiku dan melayaniku setiap saat, aku mengalami OCD dan alergi terhadap wanita dan sepertinya itu tidak berlaku padamu,”


“Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal aneh terhadap mu, kau hanya tidak boleh menghindar saat aku menyentuhmu, sebagai gantinya kau boleh menggunakan fasilitas apapun yang kau inginkan, aku juga akan memberikan mu upah yang besar setiap bulannya,”


“Kau tetap bisa melakukan apa yang kau inginkan, jika kau sedang kuliah kau juga tetap bisa melanjutkan kuliahmu,”


“Tetapi dengan syarat, jika aku memanggilmu kapanpun kau harus ada saat itu juga, bukankah itu penawaran yang bagus?” tanya Hardan begitu serius dan tegas.


Dia tidak mau membuang buang waktunya jadi dia segera mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya, kartu yang tidak memiliki limit dan segera meletakkan di atas meja agar nanti Bulan bisa mengambilnya.


"Stttt, kau tidak dalam posisi bisa menolak, aku memang membutuhkan mu tetapi aku tidak suka wanita yang membangkang dan banyak mau, kau tidak bisa menolakku, jika kau menolakku, maka aku akan membunuhmu karena kau sudah tahu rahasia penyakit ku!’ ancam Hardan benar benar dengan wajahnya yang santai.


Dia membuat wanita biasa seperti Bulan ketakutan setengah mati karena ancaman nya barusan.

__ADS_1


“Ma … mati? Aku akan dibunuh jika pergi dari nya? Apa apaan ini, kenapa hidupku bisa begitu sial, huhu,”


Bulan langsung diam seribu bahasa setelah mendengar ancaman lelaki ini.


Apalagi saat mengatakan ancaman itu wajah lelaki bernama Hardan ini sangat santai dan biasa saja, seolah ancaman itu bukanlah apa apa padahal ancaman itu menyangkut keberlangsungan nyawa Bulan.


“Kehidupan macam apa ini ya ampun, ini semua karena Ibu tiriku dan si Lisa, lihat saja apa yang akan kulakulan!’ teriak Bulan berteriak sangat kesal dalam hatinya.


Bulan seolah jatuh tapi langsung ditimpa tangga lagi, kesialan dalam hidupnya bagaikan rantai yang tidak ada habisnya, baru juga dia tadi malam selamat dari lelaki tua, sekarang nyawanya terancam lagi oleh lelaki yang baru.


Seolah dia hanya mainan yang bisa di lenyap kan begitu saja.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2