Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 44 : Time skip.


__ADS_3

Episode 44 : Time skip.


***


Hardan menghela nafasnya dan langsung menggendong Bulan dalam tangannya, memaksa Bulan agar mereka segera turun dan naik ke mobil.


Hardan tak ingin Bulan sakit.


Tetapi karena Harda diri Bulan yang sudah terluka, dia sama sekali tidak berterimakasih atas tindakan Hardan yang menggendong nya.


Bulan masih tidak terima bagaimana statusnya selalu terupdate setiap waktu.


Awalnya jadi budak, jadi pelayan lalu jadi kekasih gelap.


Mungkin sebentar lagi akan menjadi istri simpanan.


Nasib Bulan sama sekali tidak membaik, walau tidak lebih buruk jika dia bersama ibu tiri dan Lisa.


"Dasar monster kecil! berani mendiami aku!"


"Tapi yasudah aku akan membiarkan mu kali ini, lagian kau itu sudah menjadi pacar ku!"


Hardan percaya diri sekali mengatakan hal itu.


Membuat Bulan tentu semakin geram.


'Aku tidak mau!'


'Aku tidak mau menjadi pacar mu! apalagi pacar rahasia!'


'Aaaaaa!'


Bulan Seperti biasa akan berteriak dalam hatinya, dia menatap kearah Hardan karena kesal dan tak bisa melawan karena derajat mereka dalam hubungan sangat berbeda.


"Buka bajumu, dan pakai ini!"


Hardan memberikan sebuah kaos putih miliknya yang tersedia dalam mobil, perjalanan mereka sedikit jauh jadi pasti Bulan akan kedinginan, jadi Hardan lebih baik memberikan baju itu kepada Bulan dibandingkan ia gunakan sendiri.


Walau sebenarnya, seluruh baju Hardan juga basah kuyup.


"Mem ... membuka bajuku?"


"Kenapa?"


"Tuan ... kita baru saja menjadi kekasih gelap, tidak akan langsung melakukan itu kan?"


"Kenapa langsung menyuruh ku membuka baju!"


Bulan tentu saja jadi panik, dia menutupi buah dadanya menggunakan kedua tangan.


Saat mendengar itu, Hardan tersenyum nakal sekali.


"Sayang ... akhirnya kau setuju menjadi kekasih gelap ku, kau memang nakal ..."


"Tapi aku suka!"


"Pakai baju ini agar kau tidak sakit!"


"Atau kau memang ingin melakukannya di mobil ini?"

__ADS_1


"Aku sih suka sekali, apalagi hujan begini pasti mantap!"


Ucapan nakal Hardan membuat Bulan seolah tengah meledak, Bulan tak menyangka dia akan terjebak oleh ucapannya sendiri.


'Astaga Mulut ku ini! bisa-bisanya tak sengaja menyetujui hubungan gelap itu!'


Bulan melebarkan matanya dan wajahnya semakin menggemaskan bagi Hardan.


"Tuan ... aku pakai baju saja, tapi berjanjilah, jika Tuan harus menutup mata, dan jangan melihat kearah ku!"


Bulan mengambil baju putih besar itu, menunduk dan malu sendiri akibat ucapannya.


"Tenang saja, aku akan melakukannya saat kau sudah siap, tapi aku tidak akan menunggu terlalu lama, jadi kau juga harus mempersiapkan dirimu!"


Hardan terkekeh, bahagia sekali dan jantung nya berdegup kencang sekali.


Dia menyerahkan baju putih dan menutup matanya seperti yang ia janjikan.


Lalu Bulan mengenakan baju putih itu.


***


Setelah itu keduanya pulang, Hardan akhirnya menyadari sedikit perasaan nya sedangkan Bulan terlihat semakin tertekan dengan hubungan yang ter-upgrade ini.


Setelah mereka sampai ke mansion, Hardan merasa mansion ini terlalu besar hanya untuk dirinya dan Bulan.


Pasti Bulan akan lelah membersihkan mansion sebesar ini, karena hanya Bulan wanita yang bisa ia sentuh Sekarang.


Jadi, dia akan pindah ke apartemen mewahnya saja bersama Bulan.


Agar ruangan juga lebih sempit dari mansion dan dia bisa semakin dekat dengan Bulan.


***


Bulan sudah mengikuti Hardan pindah ke apartemen mewah.


Bulan masih diam saja, tetapi dia masih melayani Hardan dengan baik, memasak menyiapkan segala kebutuhan Hardan.


Tetapi Hardan tetap menunggu Bulan, Hardan sadar jika Bulan itu adalah gadis yang masih muda dan memiliki emosi yang meluap-luap, jadi Hardan akan menunggu Bulan tenang dulu.


Sebab seminggu penuh ini, Hardan juga sibuk sekali dengan semua pekerjaan nya.


***


Di kampus Bulan,


Kevin, terus menunggu Bulan, walau Bulan terus saja menghindar.


Kali ini, Bulan pulang larut sekali, dia mengikuti organisasi drama di kampus demi nilainya.


Dia mendapatkan peran sebagai Cinderella dalam drama kampus itu, dan mengejutkan nya Kevin menjadi pangeran nya.


Saat latihan itu, Bulan sudah khawatir jika saja Hardan akan menghabisinya jika bersama dengan Kevin.


Bulan merasa was was, apalagi ketika Kevin terus saja mendekatkan dirinya kepada Bulan.


Saat sudah selesai latihan sudah jam 9 malam lebih, Bulan khawatir jika Hardan sudah pulang kantor.


Walau biasanya dalam Minggu ini, Hardan selalu pulang larut malam.

__ADS_1


Bulan mengemas seluruh barang ke tas, dan hendak pulang sambil berlari.


'Semoga saja dia tidak pulang!'


Benak Bulan hendak pulang secara terburu-buru.


Tetapi Kevin yang sadar dihindari segera menahan tangan Bulan.


"Bulan ... kau bisa kan nanti valentine menjadi pasangan ku,"


"Aku akan menunggu mu, tolong jangan menolak aku!"


"Kau pasti sadar jika aku sudah suka padamu!"


Kevin yang dihindari selama satu minggu itu langsung pergi ketika ia menggenggam tangan Bulan.


Kevin seolah tak mau menerima penolakan dari Bulan.


***


Di saat yang bersamaan,


Di kantor Hardan,


Setelah seharian melakukan banyak pekerjaan dan kebetulan perusahaan nya tengah melakukan sebuah proyek baru sungguh menyita waktu Hardan.


“Ah, aku lelah sekali bekerja, aku pulang saja ke tempat kucing imut ku, aku juga lapar, sedari tadi belum makan, apakah dia menaruh sihir atau semacam nya dalam makanan yang ia masak? Kenapa rasanya begitu enak dan sesuai dengan seleraku!” ketus Hardan sudah masuk kedalam mobil hendak pulang ke apartemen yang ia jadikan tempat tinggal antara dirinya dan Bulan.


Tetapi saat Hardan sampai di apartemen, dia menemukan tidak ada siapapun disana, dia menjadi semakin kesal, dia lapar dan dia semakin curiga kemana saja Bulan kenapa belum pulang sampai sekarang, padahal sudah jam sepuluh malam lebih.


“Awas kau ya, jika kau sungguh berselingkuh aku sungguh akan menghabisi mu!” ketus Hardan hendak menelepon Bulan namun suara pintu sudah terlanjur terdengar.


“Ah, hari ini si monster itu pulang larut, senangnya, aku bisa tidur dengan tenang dan aku juga tidak akan melihatnya besok pagi,” Bulan baru juga masuk kedalam apartemen sudah berkumandang ria bagaimana hari ini dia mengetahui jika Hardan belum pulang.


Selama satu minggu ini, Hardan sungguh pulang larut dan terkadang pagi sudah pergi sebelum Bulan bangun.


Namun setelah ia masuk ke ruangan, dia langsung terdiam membisu, senyuman merekah nya tadi sirna tak berbekas, dia menjadi semakin gugup dan dia menyalahkan dirinya sendiri.


'Sejak kapan dia disini?'


'Tunggu, apa aku tadi menghinanya dengan suara yang begitu kuat?'


'Bagaimana ini? Sudah kuduga suatu saat nanti aku akan celaka karena mulutku yang tidak bisa di rem ini!'


Bulan sudah panik sekali, dia tentunya bertemu dengan Hardan disitu sedang memegang ponselnya hendak menelepon Bulan tadi.


Hardan langsung menoleh ke arah Bulan yang sudah menunduk bagaikan kelinci yang tertangkap basah oleh predatornya ini.


'Astaga bagaimana ini? Aku ingin pingsan saja? Tapi daya tahan tubuhku terlalu kuat, aaaa!' dia berteriak dalam hatinya apalagi Hardan sudah menyimpan kembali ponselnya dan berfokus hanya kepada Bulan.


Karena baru saja Hardan mendapatkan laporan mengenai Bulan malam ini, dan dia menerima laporan mengenai bagaimana lelaki yang ia larang dekat dengan kekasihnya ini malah menggenggam tangan Bulan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2