
Episode 79 : Kekasihku alergi kepada wanita!
***
Namun saat pintu terbuka, senyuman Bulan seketika hilang, jantungnya seolah ditusuk dan entah mengapa dia merasa sangat sakit hati.
Bagiamana tidak, ketika pintu itu terbuka lebar, seorang wanita yang sangat cantik berlari memeluk Hardan.
Memeluknya erat sekali.
"Hardan ... akhirnya kau pulang, aku merindukan mu!" Ruby berlari dan memeluk lelaki yang sungguh ia rindukan itu.
Dia memeluknya erat sekali seolah tak akan ada yang bisa memisahkan pelukan itu.
Mata Hardan melebar dan dia membeku sesaat ketika melihat seseorang memeluknya, dan hanya dari aroma tubuhnya, Hardan tahu jika itu adalah Ruby.
Mantan kekasihnya saat dulu.
Ruby menatap tajam ke sisi Hardan, dimana Bulan berdiri membeku dan mematung disana, dengan segala campuran emosi yang tak ia kenali.
'Jadi ini gadis itu? sialan! dia kira dia siapa?'
'Lihatlah, penyesalan yang akan menanti mu disini, kau akan lihat seberapa dalam hubunganku dengan Hardan!'
Tatapan Ruby seolah menantang keberadaan Bulan yang jelas-jelas masih memproses perasaan campur aduk yang ada dalam dirinya.
Mungkin karena Bulan selalu disayang dan dimanja, Bulan tidak pernah menduga akan cemburu dikarenakan gadis lain.
__ADS_1
Ya, ini adalah perasaan cemburu yang sangat pekat baru pertama kali dirasakan oleh Bulan.
Bulan mencengkeram tangannya, dan sebelum Hardan melepaskan pelukan Ruby, Bulan menarik tangan Ruby agar melepaskan genggamannya di tubuh kekasihnya.
"Brak!"
Bulan mendorong Ruby dan seperti yang dia lakukan di bar saat lalu, dia berdiri di hadapan Hardan dan merentangkan tangannya.
Dengan wajah yang sangat kesal dan perasaan yang marah yang baru pertama kali ia rasakan dia berbicara dengan nada yang tegas.
"Jangan dekat dengan kekasih ku! dia alergi dengan wanita seperti mu!"
"Aku tidak ingin kekasih ku sakit jadi menjauh lah!"
Geram Bulan dengan nafasnya yang menggebu-gebu, dia menjadi sangat benci kepada gadis yang beraninya memeluk kekasihnya.
Mendengar hinaan dari Bulan, Ruby menatap dengan tajam, dia melihat kearah Hardan dan matanya melebar karena terkejut melihat ekspresi Hardan.
Kemudian Ruby mencoba menggunakan trik sedihnya, Ruby menangis dan menutup wajahnya.
"Jangan melukai aku, aku tidak mengenal mu,"
"Lagian, Hardan tidak alergi kepadaku, aku tidak tahu kau siapa akan tetapi dia adalah orang yang aku cintai dan selama yang aku tahu dia juga sangat mencintai ku!"
"Jadi jangan mengganggu kami,"
Ruby menutup wajahnya dan menangis, menggunakan kemampuannya untuk meluluhkan Hardan.
__ADS_1
Saat mendengar itu, tangan Bulan yang tadi merentang sekarang sudah turun, dia mengepal tangannya sebagai gantinya.
Dia menatap gadis yang tengah menangis itu, kemudian melihat ke belakangnya hendak memastikan ekspresi Hardan sekarang.
Ketika Bulan melihat ke belakang, dia sedikit terkejut saat mengetahui jika Hardan menatapnya sangat lekat dan pipinya memerah.
Bulan bingung dengan ekspresi Hardan itu, Bulan tidak tahu jika Hardan sangat senang ketika dia datang ke hadapannya dan mengakuinya sebagai kekasihnya.
Hardan merasa saat ini tidaklah nyata.
Tetapi Bulan yang sudah terlanjur cemburu dan marah menatap kekasihnya itu dengan kesal.
Kemudian melihat ke depan lagi, kearah Ruby yang tengah bersandiwara.
'Gadis ini ternyata pernah jadi kekasih Hardan, AAAAAA! AKU KESAL!'
'JIKA KAU MENCOBA MELAKUKAN PERMAINAN KOTOR DENGAN MENANGIS! MAKA AKU JUGA BISA!'
geram Bulan dalam hatinya.
.
.
.
.
__ADS_1