
Episode 31 : Mendekap aku lebih kuat.
***
Hardan dan Bulan sudah sampai di bar yang menjadi tempat karyawannya bersenang-senang menghamburkan uang perusahaan.
Hardan akan memberikan ganjaran secara langsung kepada karyawannya itu sebagai contoh untuk yang lain, agar jangan berani mengkhianati dirinya.
Bulan saat ini sudah kenyang, karena roti dan minuman yang disiapkan oleh assiten sekaligus mentor pribadinya dalam menangani sikap super aneh Hardan.
'Aku siap menghadapi apapun yang terjadi di dalam sana!'
'Aku akan melindungi Tuan Hardan dengan taruhan nyawa!'
Kekuatan roti dan minuman yang ia makan di dalam mobil sungguh mengembalikan moodnya, dia berdiri dengan tegak seolah ia adalah kesatria pelindung Hardan dari segala gangguan para wanita.
Bulan berdiri tepat di sisi Hardan dengan semangat juang yang tinggi.
"Bulan ..." Lucas membisik dekat sekali di telinga Bulan.
"Ya coach?" Bulan juga membalasnya dengan bisikan.
"Coach? sejak kapan aku jadi pelatih mu?" ah sudah lah ...."
"Jangan terlalu bersemangat dan kentara sekali, kau terlihat seperti mau pergi perang, biasa saja, jangan buat dirimu menjadi pusat perhatian." bisik Lucas lagi memberikan saran dan arahan kepada Bulan.
Bulan yang mendengar itu segera melihat kearah Lucas dan mengangguk sembari mengepal tangannya.
__ADS_1
"Baik Coach, maafkan aku, aku akan lakukan!" seru Bulan masih tetap terlalu bersemangat dan kentara sekali.
"Hadeh, yasudah lah ... aku menyerah," gerutu Lucas melihat betapa Bulan sangat polos dan semangat jiwa muda nya terlihat menggebu-gebu sekali.
Hardan sejak tadi sudah kesal melihat kedekatan Lucas dan Bulan, dia menatap seolah dia bisa menelan keduanya hidup-hidup.
Hardan segera menarik tangan Bulan agar pergi dari sisi Lucas dan meletakkan Bulan di sisi kanannya.
"Kau disini untuk melindungi ku, kenapa kau dekat sekali dengan assiten ku! kau hanya boleh dekat dan membisik kepadaku, awas saja jika kau berani membisik dengannya lagi, akan ku habisi kau, liat saja!"
Geram Hardan sungguh tidak bercanda dengan ucapannya, dia membuka Bulan melebarkan matanya dan jantungnya hampir copot.
Dikala Hardan terus menggenggam tangan Bulan yang syok berat, Lucas juga ikutan syok.
Lucas bahkan sampai mengaga dan tak percaya apa yang ia lihat dan dengar.
Lagi dan lagi Lucas speechless dengan sikap Bos nya kepada Bulan.
Sampai akhirnya Hardan menatap penuh tekanan kearahnya.
"Apa yang kau lakukan? cepat lakukan tugas mu!" perintah Hardan masih menganggap Lucas terlalu berani berbicara dengan Bulan seperti tadi.
"Ba ... baik Pak." balas Lucas memanggil beberapa anak buahnya untuk memeriksa keadaan bar sampai akhirnya Hardan dan Bulan bisa masuk.
Saat Lucas dan anak buahnya masuk ke dalam bar, Bulan mencoba melepaskan genggaman tangan Hardan di tangannya.
"Tuan, tolong lepaskan tanganku, anda menggenggam nya terlalu kuat," seru Bulan masih berusaha melepaskan tangannya.
__ADS_1
Namun saat Bulan berusaha melepaskan tangan itu, Hardan malah semakin menarik tubuh Bulan mendekat kearahnya.
Hardan menghadap kan tubuh nya agar mengahadap kearah Bulan.
Dia meraih dagu Bulan, agar dia bisa melihat wajah itu dari dekat.
"Dengar ya gadis kecil, kau harus ingat tugas mu, jika aku menggenggam tangan mu, maka kau harus menggenggam nya lebih kuat,"
"Jika aku mendekap mu, maka kau harus mendekap ku lebih kuat, jangan pernah mencoba melepaskan tanganku jika aku menggenggam mu,"
"Dan yang lebih penting, jangan terlalu dekat dengan lelaki manapun, kau hanya harus dekat denganku selama aku belum sembuh,"
"Apakah kau mengerti?"
Wajah Hardan dekat sekali, karena Hardan melingkarkan tangannya di tubuh Bulan dan membuat Bulan sampai menjijitkan kakinya.
Lagi dan lagi Bulan melihat sisi mengerikan dari lelaki ini, sisi mengerikan dan mendominasi.
.
.
.
.
Nb : Arti Coach adalah Pelatih 🌹
__ADS_1