Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 78 : Penasaran mengenai Hardan.


__ADS_3

Episode 78 : Penasaran mengenai Hardan.


***


"Haah! kekasihku yang satu ini, katanya akan melindungi ku, tetapi siapa yang melindungi siapa ..."


"Tapi tak apa, aku senang selalu bersentuhan dengan mu, HAHAHAHA!"


Hardan suka bersentuhan dengan Bulan, pikirannya memang selalu saja mengangkut hal nakal jika bersama Bulan.


***


Tanpa sadar waktu akhirnya berlalu, mereka sudah sampai di kediaman mendiang ayah Hardan William, saat itu Bulan sudah terjaga dengan mata yang bengkak karena baru saja tidur.


"Woah, ini besar sekali ..." mata Bulan melebar dan dia melihat sekitarnya, mereka masih berada di dalam mobil memasuki pekarangan kediaman super mewah.


"Hmmm, tentu saja ... aku besar disini, nanti aku akan mengajak mu keliling, tapi kita istirahat dulu karena besok ada tempat yang ingin aku kunjungi dengan mu sayang ..." Hardan bangga sekali ketika melihat kekasihnya kagum melihat


"Baiklah ... aku penasaran dengan apa yang hendak kau tunjukkan kepadaku ..." balas Bulan melihat kearah Hardan yang kelihatan bersemangat sekali hendak menunjukkan tempat ia besar.


Bulan mulai menyukai segala hal yang ada dalam diri Hardan, seperti seseorang yang jatuh cinta pada umumnya, mereka akan mulai suka tentang bagaimana ia saat kecil, apa yang disukai dan banyak hal lainnya.


Dan karena ini adalah kali pertama Bulan jatuh cinta, dia penasaran sekali dengan bagaimana hatinya nanti akan semakin berkembang.

__ADS_1


"Tuan ... kita sudah tiba ..." supir yang membawa Hardan dan Bulan sudah menghentikan mobilnya.


Di depan lobby kediaman dimana ada pintu besar rumah disana.


Hardan menggenggam tangan Bulan dan mengajaknya melangkah ke dalam rumah, tidak ada orang disana akan tetapi keadaan sangat bersih dan mewah.


Semua orang memang tahu jika Hardan masih mengidap penyakit OCD yang parah, jadi para akan kembali membersihkan kediaman ini ketika subuh atau saat Hardan tidur.


Mata Bulan masih berbinar-binar melihat betapa indahnya kediaman ini, kediaman Hardan juga mewah akan tetapi kediaman yang ia pijak sekarang memberikan kesan yang sangat dalam.


Entah mengapa dia merasakan hal itu, akan tetapi dia merasa rumah ini memiliki kenangan yang sangat indah bagi Hardan.


"Sudah lama aku tidak kesini, setiap sudut mengingatkan aku kepada Ayahku ..." seru Hardan tersenyum pilu, masih tetap menggenggam tangan Bulan sembari melangkah.


'Ayah? kenapa dia merindukan Ayahnya ketika melihat setiap sudut rumah ini?'


'Jika diingat lagi, Hardan memang belum pernah menceritakan apapun tentang dirinya ...'


Bulan jadi bertanya-tanya dalam hatinya, tentang bagaimana Hardan sama sekali belum pernah menceritakan tentang dirinya sedikitpun.


Hal itu semakin membuat Bulan penasaran, dia ingin tahu semuanya, dia ingin bertanya banyak hal, akan tetapi masih ia tahan.


Dia ingin Hardan menceritakannya secara langsung saat ia siap, Bulan yakin ada alasan mengapa Hardan melakukan hal itu.

__ADS_1


"Tak ... Tak ... Tak!"


Hardan semakin dekat ke dalam kamar pribadi Hardan dulu.


"Sayang ini kamar ku saat aku muda dulu, ayo masuk ..." seru Hardan membuat Bulan semakin berdebar.


Dia akan tahu dimana Hardan menghabiskan waktunya saat masih remaja dulu.


"Cklek!"


Pintu besar akhirnya terbuka, senyuman cerah dari Bulan dan kegugupannya tak bisa ia sembunyikan.


Bulan lebih bersemangat dari apapun sekarang, dia tidak sabar ingin mengetahui segalanya tentang Hardan.


Lelaki yang sangat melindunginya, menyayangi nya namun masih terasa sangat misterius baginya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2