Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 54 : Kencan romantis yang indah dan hangat.


__ADS_3

Episode 54 : Kencan romantis yang indah dan hangat.


***


Karena mereka liburan tanpa persiapan, tak ada bahan makana yang mereka bawa, para pelayan juga tidak sempat menyiapkan bahan makana di villa secepat itu.


Mereka hanya bisa memasak di kota dan hendak membawa makanan itu ke villa sebelum malam tiba.


Tetapi hujan tiba-tiba datang dan mengacaukan segalanya.


...


Di villa Hardan William,


Saat Bulan mengambil mie instan yang digenggamnya, dia bertanya apakah Hardan pernah memakan mie instan sebelumnya atau tidak.


Lalu Hardan menggelengkan kepalanya, dan matanya melekat kearah mie instan.


"Belum pernah, aku hanya pernah melihat nya di iklan tetapi tidak pernah benar-benar memakannya," balas Hardan begitu jujur.


Sebab dia memang belum pernah memakan mie instan sebelumnya.


"Hmmm ... anak konglomerat memang beda," seru Bulan geleng-geleng kepala dan memeriksa expired mie instan itu.


Dan untung saja mie instan tersebut belum expired.


"Hmmm! akan ku buat makanan ini menjadi makanan yang tak akan kau lupakan!" seru Bulan dalam semangat api membara.


Dia meraih tangan Hardan dan membuatnya duduk di kursi makan.


"Tunggu disini, akan ku buat makanan lezat untukmu, tenang saja!"


Jiwa menggebu-gebu untuk memberikan makanan enak untuk Hardan tengah membara.


Bulan dengan cepat pergi ke arah kompor lalu mulai meracik bahan yang ada saja.


Hardan membuka pintu belakang villa agar mereka bisa mendengar suara hujan dengan jelas.


Hardan berpangku tangan di atas meja makan dan dia menatap kekasihnya memasak dengan antusias di dekatnya.


Entah mengapa walau mereka tidak bisa berenang, tetapi rasanya sangat indah dan menyenangkan.


Dia bisa melihat Kekasihnya memasak sembari mendengarkan suara hujan.


Perjalanan mereka hari ini akan menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Hardan selama hidupnya.


Hanya dalam beberapa saat, Bulan sudah usai memasak mie instan seadanya.


Bulan mencari wadah dan mencucinya sebelum menyajikan mie instan itu kepada pacarnya.


"Tadaaa ... makanan terenak sedunia sudah siap disajikan!"


Bulan ceria sekali, dia meletakkan mie instan ke hadapan Hardan.

__ADS_1


Hardan berbinar-binar melihat mie instan yang ada di hadapannya, entah mengapa mulutnya menjadi berair ketika melihat tampilan mie instan itu.


Bulan duduk di sisi Hardan dan menunggu respon Hardan saat memakan mie instan yang ia hidangkan.


"Makanlah ... pasti kau tidak akan menyesal!"


Bulan sangat antusias, Seperti biasanya, Bulan memang penuh semangat dan antusias.


"Baiklah ... buatan kekasihku tidak akan pernah gagal!"


Balas Hardan segera menyeruput mie instan.


Dan saat mie instan sampai ke dalam mulutnya, mata Hardan langsung melebar, dia tidak pernah merasakan makanan seenak ini sebelumnya.


Nafsu makan Hardan langsung menggelora, dia menghabiskan mie instan itu dalam sekejap mata.


"Bagaimana mungkin aku tidak tahu makanan seenak ini? rasanya sangat kaya dan tidak membosankan, wah wah!"


Hardan masih tidak menyangka di usianya yang sudah terbilang matang dia belum pernah merasakan mie instan yang sangat enak ini.


"Hahaha! benar kan? mie instan ini adalah penyelemat anak kost, aku sudah duga kau akan suka SAYANG!"


"Tetapi jangan terlalu banyak makan mie instan nanti jadi sakit."


Bulan menjadi sangat antusias dan senang sekali ketika mendengar respon Hardan mengenai mie instan itu.


Keduanya berbincang begitu hangat, saat diluar tengah hujan, keduanya duduk di ruang makan tertawa bersama dengan pembahasan yang ringan.


Terasa sangat hangat dan romantis.


"Jadi ... kau belum pernah makan di tempat umum? seperti makan di festival, atau warung pinggir jalan?"


Bulan sangat penasaran dengan kehidupan Hardan ketika mengetahui Hardan bahkan belum pernah memakan mie instan sebelumnya.


Hardan berpangku tangan mengikuti Bulan yang memandang kearah nya begitu manis.


"Belum pernah ..."


"Sebelum aku terkena OCD pun aku sangat sibuk sekolah dan les untuk bisa jadi yang terbaik dari anak-anak lainnya!"


"Aku harus menjadi yang terbaik agar aku pantas meneruskan perusahaan Ayahku, jadi aku belum pernah merasakan semua yang kau katakan barusan ..."


Dalam hidupnya, ini adalah percakapan palin ringan dan hangat yang pernah dirasakan oleh Hardan.


Hardan bisa merasakan betapa Bulan sangat jujur dalam ucapannya membuat Hardan merasa nyaman.


"Waaaahhhh!"


"Baiklah! aku akan berjuang keras menyembuhkan mu Tuan, eh sayang!"


"Aku akan mengajakmu jalan-jalan, ke taman bermain, ke pusat kuliner, ke bioskop, ke pusat belanja dan masih banyak lainnya!"


"Akan ku tunjukkan betapa indahnya dunia ini!"

__ADS_1


Bulan berseru terlalu bersemangat.


Bulan belum sadar bagaimana dia menjadi dirinya sendiri ketika bersama Hardan, tidak menjadi pendiam Seperti sikapnya di hadapan orang lain.


Keduanya yang memiliki rasa sepi dan takut ditinggalkan seolah mengerti perasaan satu sama lain.


Hujan yang diluar villa tak menghentikan semangat keduanya ketika bercerita dan berbagi hal-hal yang menarik di setiap kisah yang mereka ceritakan.


Hubungan yang sangat manis dan indah, hangat dan berharga, keduanya tenggelam dalam mengisi hati kosong mereka masing-masing.


***


Hujan belum juga reda, mereka sudah kenyang dan berbaring lagi di atas ranjang.


Hardan memeluk Bulan erat sekali, melihat pemandangan hujan berdua dan karena lelah bercerita sejak tadi membuat keduanya terdiam.


"Sayang ..."


Hardan memanggil Bulan yang terdiam dan membenamkan wajahnya di dada bidang Hardan.


"Nanti saat aku membawa mu ke luar negeri, kau harus terus berada di sisiku ya, jangan melepaskan tanganku,"


"Kau akan bertemu dengan keluarga ku disana, dan mungkin akan ada hal yang tidak terduga akan terjadi, apapun yang terjadi, kau harus percaya padaku ya ..."


Hardan memperingati Bulan, saat mereka pergi ke luar negeri ke tempat keluarga Hardan, maka Bulan tak boleh melepaskan tangannya.


Saat mendengar itu, Bulan membuka matanya dan mengangguk, dia belum tahu apa yang akan ia ketahui disana dan apa yang akan ia lihat disana.


Tetapi hubungan keduanya akan dipertanyakan sekali lagi, Bulan akan mengetahui lebih dalam mengenai Hardan William yang sebenarnya terlalu misterius bagi Bulan.


***


Disaat yang bersamaan,


Sudah sore hari, namun Mona belum melihat tanda-tanda Bulan kembali ke rumahnya, dimana Mona sudah membawa surat perjanjian agar rumah ini bisa dijual.


Bukan hanya Bulan yang tidak datang namun juga Lisa, putrinya yang asik bermain dengan teman-temannya.


"Sialan! si Bulan sejak kapan bisa mengabaikan aku seperti ini?"


"Sebenarnya sedang bersama siapa dia sebenarnya? mengapa rumah ini tiba-tiba tidak bisa dijual!"


"Sialan, aku harus melakukan cara yang lain!"


Geram Mona sudah akan melakukan cara ekstrim lagi untuk menjebak Bulan.


Mona tidak akan pernah tahu jika tindakan itu akan melenyapkan nya bersama putrinya, karena Bulan sekarang tengah bersama seorang tuan muda yang akan melindungi Bulan kapanpun.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2