Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 21 : Aku akan membalas mu!


__ADS_3

Episode 21 : Aku akan membalas mu!


***


“Aku tidak menjual diriku, dia berbohong! Mereka yang menjual aku, aku tidak begitu!” Bulan mencoba menjelaskan tetapi tidak satu orang pun yang mempercayai nya.


Bulan menutup telinga nya agar tidak mendengar kata kata menjijikkan dan hinaan itu, dia jadi pusing dan juga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana Lisa menyeringai saat hinaan itu terdengar di telinga Bulan.


"Bulan ..." Kevin yang sebenarnya tadi hendak pulang memang terbiasa mengikuti Bulan, bukan stalker akan tetapi Kevin terbiasa mengikuti Bulan sampai ke pemberhentian bus, entah mengapa ingin memastikan jika Bulan pulang dengan selamat.


Tetapi sekarang Kevin malah melihat jika Bukan sepertinya telah dirundung oleh banyak orang.


"Kesempatan emas!" seru Kevin merasa jika dia menyelematkan Bulan sekarang maka dia akan dianggap sebagai pangeran, dan Bulan akan luluh kepadanya.


Kevin melangkah dengan percaya diri dan membelah barisan orang-orang yang menggosip mengelilingi Bulan sekarang.


"Bulan ...."


Kevin menarik tangan Bulan yang terdiam ketika mendengar hinaan dan bagaimana tak satupun orang mempercayai nya dan hanya mempercayai Kebohongan Lisa.


Dan saat Kevin menggenggam tangan Bulan, semua mata mahasiswi yang ada di situ menjadi semakin tajam dan benci sekali kepada Bulan.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Bubar kalian sekarang juga! atau kalian akan menyesal!"


Teriak Kevin tidak suka saat wanita yang ia suka dirundung tidak jelas begini.


Walau Kevin juga mengambil keuntungan dari hal ini.


Lisa yang mencengkeram tangannya karena melihat lelaki paling populer dan paling tampan di kampus membela Rembulan hendak mencari perhatian Kevin dengan cara yang sama ketika ia berbohong di depan teman-temannya barusan.

__ADS_1


"Kak Kevin ... kami tidak merundung Bulan kok, Bulan yang tadi menampar aku karena aku mengajaknya pulang ...."


"Dia sudah tidak pulang beberapa hari ini karena dia ... karena dia,"


Lisa berpura-pura sedih dan menangis, saat itu teman-teman Lisa segera mengusap bahu Lisa.


"Sabar Lis, cerita saja kepada Kak Kevin, dia pasti akan mengerti mengapa kau bersedih," seru temannya merasa iba kepada Lisa.


Lisa menganggukkan wajah yang tampak sangat sedih.


"Sebenarnya Bulan telah menjadi simpanan lelaki tua demi uang, aku sebenarnya tidak ingin memberitahukan ini akan tetapi Bulan yang lebih dulu menampar aku sehingga tak sengaja mengatakannya di depan umum ..."


Lisa sangat pandai bersandiwara, di bahkan sampai menangis demi mengambil hati Kevin.


Semua orang yang berada di sekeliling mereka tentu langsung merasa iba kepada Lisa, dan bagaimana tulus dan baiknya hati Lisa.


Tetapi sebelum Kevin merespon ....


"Pembohong!" Bulan berbicara pelan.


"Menghina ku di depan umum lalu bersandiwara menangis seperti itu!"


"Pembohong! ingat Lisa ... selama ini aku mengalah karena menganggap kalian sebagai keluarga ku yang tertinggal ...."


Rembulan melepaskan genggaman tangan Kevin, sembari melangkahkan kaki kearah Lisa, Rembulan melanjutkan ucapannya.


"Tetapi sekarang aku bisa melihat segalanya, aku bersumpah akan membalas semua yang kau lakukan kepadaku, termasuk ibumu! akan ku balas sampai kau tidak akan berani menunjukkan wajah mu di hadapan ku! cam kan itu!"


Bulan mencengkeram tangannya.


Kejadian ini tidak bisa ia terima sama sekali, setelah dijebak dan dijual, rumah peninggalan ayahnya juga hendak di jual, dan sekarang dengan percaya dirinya Lisa hendak menjebaknya dan mempermalukan dirinya di tempat umum.

__ADS_1


Bulan tidak akan membiarkan hal ini lebih lama, dan dia bersumpah akan membalaskan semua kekejian itu.


"Bulan ... hati-hati kau jika berbicara ya!"


"Beraninya kau merundung teman ku!"


Teman-teman Lisa yang berada di sekitar Lisa membela Lisa karena merasa Bulan telah mengindikasi Lisa yang lemah dan lembut ini.


"Tidak lama lagi kalian juga akan menekan ludah kalian sendiri, saat kalian tahu apa yang dia lakukan kepadaku! wajah asli nya dan ibunya, kalian akan malu! tunggu saja!" geram Bulan masih menatap tajam kearah Lisa.


"Kak Kevin terimakasih sudah datang membela ku, tetapi tenang saja aku bisa kok membela diriku sendiri!" seru Bulan menunduk dan berterimakasih kepada Kevin yang menolongnya.


Setelah itu Bulan mengusap air matanya dan pergi begitu saja, walau hatinya sakit tetapi dia tidak akan menunjukkan nya apalagi di hadapan Lisa.


Walau Bukan belum tahu bagaimana caranya ia akan mengungkapkan kebenaran dan membalaskan Lisa dan Mona, akan tetapi setidaknya dia bisa membuat Lisa terdiam hari ini di kampus.


"Hah!"


Kevin menghela nafasnya dalam-dalam.


Lalu ia menatap Bulan yang melangkah menjauh.


"Itulah mengapa aku sangat tergila-gila kepada mu, kau itu tidak mudah ditebak dan sangat menarik!" seru Kevin malah semakin cinta kepada Bulan.


.


.


.


Halo, maaf ya baru update, Minggu depan novel ini akan crazy up, untuk Minggu ini giliran novel aku yang lain dulu yang judulnya : Pernikahan Paling Luar Biasa.

__ADS_1


Jadi ganti-gantian ya untuk crazy up nya, mampir jika berkenan.



__ADS_2