Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 65 : Drama yang dilakoni Bulan dan Kevin.


__ADS_3

Episode 65 : Drama yang dilakoni Bulan dan Kevin.


***


Di kampus Bulan,


Waktu seolah cepat sekali berlalu, sudah sore dan gedung aula tempat drama akan ditampilkan sudah mulai penuh oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang hendak menikmati drama.


Tempat itu terasa sangat penuh, berbeda dari tahun sebelumnya, mungkin karena pemainnya adalah Kevin, lelaki paling diminati satu kampus.


Mereka ingin melihat ketampanannya dari dekat.


Jantung Bulan semakin berpacu, ini akan menjadi pengalaman pertamanya berperan di depan banyak orang, menjadi karakter utama yang tidak pernah ia rasakan dalam hidupnya.


Berkat Hardan William, Bulan bisa melakukan ini semua, jika saja dia tidak bersama Hardan maka sekarang pasti Bulan sedang melakukan pekerjaan paruh waktu nya.


Hardan William memang memberikan banyak hal kepada Bulan, termasuk kebebasan dan bisa melakukan apa pun yang ia mau.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Bulan berdegup semakin kencang, dia sedikit mengintip dari balik tirai.


Dia melihat tempat duduk sudah dipenuhi oleh orang, melihat gedung itu penuh tentu saja membuat Bulan semakin gugup.


"Ah ... tanganku menjadi sangat dingin, bagaimana ini? apakah aku bisa melakukan nya dengan baik?"


Bulan berbicara dengan cepat, di sisinya Kevin yang melihat sisi berbeda dari Bulan hanya bisa terpana.


Ternyata saat gugup dan bingung, Bulan memperlihatkan ekspresi selucu ini.


Kevin sampai melebarkan matanya dan tak berucap sedikitpun.


Wajar saja, selama ini Bulan memang menutup dirinya dari siapapun orang di kampus, Bulan menjadi pendiam walau aslinya Bulan sama saja dengan gadis lain.


Cerewet dan panikan.


'Bulan ... kenapa kau menggemaskan sekali? aku semakin penasaran siapa lelaki yang bisa meluluhkan mu! aku yakin belum kalah!'


benak Kevin merasa lelaki yang mampu meluluhkan hati Bulan adalah lelaki paling beruntung di dunia.


Tetapi bukan berarti Kevin akan menyerah tentunya.


***


Di sisi lain,

__ADS_1


Hardan juga sudah sampai di kampus Bulan, dari jalur sepi dan rahasia yang disiapkan langsung oleh pemilik kampus atas permintaan Lucas, assisten Hardan William.


Akhirnya setelah berjalan beberapa saat, Hardan sampai di lantai dua aula, dia duduk di bagian atas dan dia bisa dengan jelas melihat semua penonton dan panggung aula di bawahannya.


"Astaga ... aku tidak tahu jika akan sebanyak ini orang disini!" Hardan sedikit gugup, apalagi sejak tadi kecemasan dalam dirinya belum juga reda membuatnya merasa semakin panik.


"Bos ... aku dan yang lain akan menjaga di luar, Bos bisa menonton dengan aman dan tenang disini ..." seru Lucas menunduk hormat ketika melihat Bosnya mencengkeram kuat tempat duduknya dan terlihat sudah berkeringat dingin.


Lucas langsung tahu jika sekarang Hardan sedang dalam tahap cemas berlebihan.


"Hmmm ... jangan sampai ada satu orang pun yang masuk kesini!" balas Hardan semakin gemetaran.


Rasa cemas dalam dirinya semakin tinggi, tak kala pemikiran tentang Bulan yang segera akan meninggalkan dirinya karena membahas mengenai pernikahan sekarang dia juga tengah cemas mengenai banyaknya kerumunan orang di gedung ini.


Jika dia ketahuan dan banyak orang mencoba menyentuh nya maka dia pasti akan dalam bahaya.


"Gadis kecil, kau harus tahu seberapa banyak pengorbanan ku untukmu! tidak ada alasan untuk mu pergi dariku!"


Hardan mencoba memfokuskan dirinya, dia kesini untuk melihat kerja keras Bulan yang katanya senang sekali bisa mendapatkan kesempatan melakukan drama yang sebenarnya bagi Hardan hal ini sangat kanak-kanakan.


***


Tanpa disadari waktu berlalu begitu cepat, drama susah dimulai, Hardan bisa melihat kekasihnya keluar dari gorden pembatas panggung.


Mata Hardan terkesima dan tak bisa berkata-kata tentang bagaimana dia sangat mengagumi kecantikan Bulan.


"Cecunguk kecil itu! dia tidak menyerah juga mendekati kekasihku! awas saja kau jika melangkah lebih jauh!"


Hardan bukannya menikmati drama malah menajamkan matanya untuk adegan saling pegangan tangan yang dilakukan oleh Bulan dan Kevin.


Bagi Hardan, hal itu sungguh mengasah kesabarannya.


Sudah berapa kali Hardan ingin turun ke panggung dan mengentikan drama ini.


Tetapi lagi lagi ia tahan demi Bulan, dia tidak ingin menghancurkan kerja keras kekasihnya itu.


Walau dengan begitu, Hardan harus menekan kearoganan dan kecemburuan dalam hatinya.


Setelah bersama Bulan, Hardan benar-benar berubah banyak, dia semakin bisa mendengarkan orang lain dan hatinya secara tidak sadar menjadi semakin damai.


***


Di sela-sela drama, jika bukan adegan Bulan dan Bulan berada di belakang tirai, Bukan akan mengintip sedikit mencari keberadaan Hardan.


Seseorang yang ia undang, dan satu satunya orang yang ia inginkan melihatnya melakukan ini semua.

__ADS_1


Matanya menjelajah dan akhirnya menemukan jika kekasihnya itu duduk diatas balkon dan tengah menatapnya dengan tajam.


Pipi Bulan menjadi merah dan jantungnya berdegup kencang.


'Tidak ku sangka di sungguh datang! di tengah kesibukannya, ah ... aku jadi berdebar-debar,'


Bulan tanpa sadar senang sekali, dia melambaikan tangan mungilnya kearah Hardan yang terus saja mengikuti dimana keberadaan kekasihnya.


"Cih! kau menyadari keberadaan ku juga, wajah mu kelihatan senang sekali melihat aku!"


"Hahaha! tentu saja ... ini adalah salah satu pengorbanan ku, kau memang harus bangga dan senang!"


Hardan melambaikan tangannya kepada Bulan, dia menjadi bangga karena Bulan kelihatan mencari keberadaan nya dan menjadi kegirangan ketika melihatnya.


Hanya melihat senyuman gadisnya, Hardan tidak sadar jika hatinya yang tadi sangat cemas dan tangannya yang mencengkeram kuat mulai mereda.


Bulan seperti udara segar baginya, penyembuh yang tidak akan bisa tergantikan.


Sedangkan Bulan, mengetahui Kekasihnya meluangkan waktu berharga nya untuk datang menonton dramanya semakin bersemangat.


Dia akan menunjukkan kepada Hardan, jika dia bagus dalam hal ini.


Sampai pada ketika diakhir drama, tiba-tiba ada improvisasi dialog dimana sepertinya Kevin sengaja menambahkannya.


Saat latihan, mereka sudah sepakat jika tidak akan ada adegan ciuman, tetapi tiba-tiba saja diakhir Kevin melakukan percakapan yang membuat Bulan langsung panik.


"Tuan Putri, karena kita sudah resmi menjalin kasih, biarkan aku mencium mu ..."


Kevin melantunkan dialognya, membuat Bulan panik dan langsung melihat kearah Hardan yang terlihat sangat marah dan sudah berdiri dari tempat ia duduk.


Bulan juga melihat kearah penonton yang tengah serius menonton adegan itu, Bulan seperti dihimpit oleh dia keputusan.


Jika dia mau dicium Kevin, maka dia akan dihabisi oleh Hardan.


Hardan mungkin terlihat lembut dan selalu mencoba membujuk Bulan ketika Bulan kesal, tetapi Bulan tak akan pernah melupakan kengerian ketika Hardan marah.


Jika Hardan marah maka Hardan akan terlihat seperti oranglain dan itu sangat menakutkan.


Ditengah-tengah kepanikan, diantara menghancurkan drama atau menerima kemarahan Hardan.


Tentu saja Bulan memilih menolak ciuman Kevin.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2