
Episode 53 : Kencan resmi pertama.
***
"Kenapa aku yang menderita penyakit ini? aku menderita tetapi semuanya tidak ada yang menyadari, mereka hanya menganggap aku sebagai tuan muda yang memiliki kekuasaan tetapi mereka tidak melihat hatiku!"
Hardan mengungkapkan kekosongan hatinya, bagaimana dia selama ini begitu kesepian, tak ada satupun yang bisa mengerti sebab dia hanya dianggap sebagai tuan muda kaya raya yang bisa melakukan segalanya
"Aku bisa melihat, aku bisa melihat jika Tuan kesepian, aku bisa tahu bahwa Tuan kesepian ..."
Bulan mengatakan ucapan spontan lagi, ucapan yang membuat Hardan semakin menyukai Bulan.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Mata Hardan langsung membuka, dia melihat Bulan yang ada di hadapannya ini berbicara dengan sangat antusias dan matanya yang bulat itu terlihat tidak pernah berbohong.
"Pfft ..."
Hardan langsung tertawa kecil, membuat Bukan memiringkan wajahnya dan melihat dengan kesal.
"Kenapa Tuan tertawa? aku mengatakan sesuatu dengan jujur tetapi ditertawakan!"
Bulan menggerutu dan hendak menurunkan tangannya.
Namun di tahan oleh Hardan, "Sayang ... kau membuat ku semakin suka padamu, kau tidak akan bisa lagi pergi dariku! HAHAHAHA!"
Tawa menggelegar dan wajah dengan ekspresi yang nakal membuat Bulan panik.
'Oh tidak ... bagaimana ini? dibagian mana ucapan ku yang membuatnya semakin suka?'
Bulan menjadi panik sendiri, dimana dia ingin bisa lepas malah Hardan semakin suka kepada nya.
"Ah ... udaranya enak sekali ya, bagaimana jika kita turun ke bawah dan berenang ... hehe!"
Bulan mencoba mengalihkan pembicaraan, dia hendak pergi dan melupakan ucapan Hardan barusan.
Tetapi saat Bulan hendak pergi ...
Hardan menahan tangan Bulan dan memeluknya dari belakang, dia memeluknya kencang sekali.
"Jangan panggil aku Tuan, tapi panggil sayang!"
"Juga, aku tahu kau belum menyukai aku, tetapi akan ku buat kau jatuh cinta setengah mati kepadaku!"
"Tetapi dalam prosesi tolong jangan selingkuh, mengkhianati ku atau pergi dariku, jika kau melakukan nya mungkin aku tidak akan sembuh selamanya!"
"Mungkin aku juga akan melakukan hal yang mengerikan!"
"Aku tahu kau sadar jika aku tidak bisa melukaimu, tetapi saat kau mengkhianati ku, saat itu aku akan kehilangan kendali ku, jadi lakukan saja apa yang kau suka dan aku akan tetap menunggu mu,"
"Hanya saja jangan selingkuh atau berbohong, mengerti sayang?"
__ADS_1
Ucapan Hardan barusan diikuti oleh angin yang semakin kencang, ucapan itu adalah sebuah peringatan jika Bulan tidak boleh mengkhianati Hardan.
Sepertinya Hardan memiliki pengalaman yang sangat buruk dalam hal kesetiaan dan pengkhianatan, Bulan terdiam sejenak.
Dia melihat ke sisi lautan dimana awan hitam sudah mulai berkumpul yang artinya cuaca akan menjadi buruk.
"Ah ... cuaca sudah buruk ..." keluh nya sembari masih dipeluk oleh Hardan.
Kemudian Bulan menggenggam tangan Hardan yang ada di dadanya.
Dia membalikkan tubuhnya dan berbicara bertatapan muka dengan Hardan.
"Apakah Tuan bisa yakin akan tetap menyukai aku saat Tuan sudah sembuh?"
Bulan berbicara pelan, dia sudah tidak memilih pilihan lain, jadi dia melakukan cara yang lain.
Hardan yang mendengar pertanyaan itu mengangguk dengan antusias, dia tetap melingkarkan tangannya di tubuh Bulan seolah tak ingin berjauhan dengannya.
"Lalu bagaimana jika Tuan tidak bisa menepati janji itu? bagaimana jika Tuan menyukai wanita lain dan pergi dariku saat Tuan sudah pergi, apa yang akan terjadi?"
Bulan yang ketakutan perasaan Hardan akan berubah dengan cepat mencoba mendengar pendapat Hardan dengan pertanyaan nya.
Jawaban Hardan akan menentukan pilihan Bulan tentunya.
"Tidak akan, aku tidak akan suka pada wanita lain, aku sudah cukup denganmu saja! aku yakin!"
Hardan berbicara dengan sangat percaya diri, dia yakin jika tak akan ada yang bisa menggoyahkan perasaannya dikemudian hari.
"Aku juga takut ditinggalkan, aku takut membuka hatiku karena takut dikhianati, jika Tuan memintaku untuk membuka hati maka akan aku lakukan, tetapi jika saat Tuan sembuh dan meninggalkan aku, maka aku akan pergi dan tidak akan mau kembali!"
"Tuan memperingati ku mengenai perselingkuhan, maka aku juga memperingatkan Tuan jika Tuan yang mengkhianati aku maka aku akan langsung pergi begitu saja!"
Bulan juga menyuarakan hatinya.
Ia tahu jika menolak dan pergi hanyalah akan membuat Hardan semakin agresif, lebih baik mencoba membuka hati, dia juga belum pernah berpacaran sebelumnya jadi mungkin ini akan menjadi hubungan pertamanya.
"Jadi ... kau menerima aku? kita sudah mau sama mau kan?"
Hardan sangat antusias, dia menggenggam bahu Bulan dan berbicara dengan sangat bersemangat.
Bulan menganggukkan kepalanya, lalu ia tersenyum. "Akan aku coba ..." balasnya membuat Hardan langsung menggendong Bulan di tangannya.
"Sudah kuduga aku terlalu tampan untuk ditolak! hahahah!" Hardan lagi dan lagi sangat percaya diri dan membuat Bulan sampai geleng kepala.
Tetapi itu adalah salah satu ciri khas Hardan, ucapan percaya diri setinggi langit itu.
***
Karena angin yang sudah gelap, sepertinya liburan mereka hanya dihabiskan berada di dalam villa melihat pemandangan spektakuler lautan dan hujan yang sudah mulai mengguyur permukaan bumi.
"Sayang sekali hari ini hujan, padahal kita sudah jauh-jauh pergi kesini!"
__ADS_1
Hardan menghela nafasnya dalam-dalam, dia dan Bulan tengah berbaring di ranjang sembari menatap kearah dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan di luar.
Hari ini seharusnya adalah kencan resmi pertama mereka tetapi malah hujan, membuat Hardan sedikit kecewa.
"Tuan ... bagaimana jika kita ..."
Belum sempat Bulan melanjutkan ucapannya, Hardan langsung mengangkat tubuh Bulan sampai duduk di tubuhnya.
"Panggil aku SAYANG! SAYANG! SAYANG!"
"Siapa itu Tuan? aku pacar mu kau ingat?"
Hardan menunjukkan wajah kesalnya, matanya tajam dan wajah ngambeknya terlihat sangat lucu bagi Bulan.
"Pfft ... maafkan aku, baiklah SAYANG!"
"Bagaimana jika kita memasak saja, tidak usah memanggil pelayan untuk memasak, kita memasak saja untuk makan malam, ada makanan yang hendak aku coba masak,"
Bulan memberikan saran kepada rencana mereka hari ini.
Daripada tidak melakukan apapun, lebih baik mereka memasak saja, apalagi Bulan memang suka memasak.
"Pacar siapa sih ini, kenapa pintar sekali!"
Hardan langsung bangkit, dia memeluk kekasihnya sebentar lalu mereka bangkit menuju dapur villa.
Tetapi sesampainya disana, tak ada bahan makanan apapun, hanya ada mie instan sisa yang sepertinya ditinggalkan oleh beberapa pelayan yang saat lalu membersihkan villa ini
Sepertinya para pelayan yang menyiapkan makanan terjebak hujan.
"Hmmm!"
Bulan menghela nafasnya dalam, lalu ia mengambil mie instan itu.
"Sayang ... apakah kau pernah memakan mie instan?"
Tanya Bulan mencoba mencari peralatan dapur untuk memasak mie instan itu.
Hardan menggelengkan kepalanya, dan matanya melekat kearah mie instan.
"Belum pernah, aku hanya pernah melihat nya di iklan tetapi tidak pernah benar-benar memakannya," balas Hardan begitu jujur.
Sebab dia memang belum pernah memakan mie instan sebelumnya.
.
.
.
.
__ADS_1