Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 59 : Apa hanya aku yang malu?


__ADS_3

Episode 59 : Apa hanya aku yang malu?


***


Disaat yang bersamaan,


Lisa baru saja kembali dari tempat ia bermain dengan teman-temannya, dia kembali ke kediaman ayah Bulan untuk hari ini.


Disana dia menemukan ibunya tengah marah besar, karena Bulan sama sekali tidak datang dan menghiraukan pesan mereka.


"SIALAN!"


"Kita butuh uang secepatnya, dan rumah ini harus dijual!"


Mona berteriak membuat Lisa sedikit takut dan hanya menunduk saja.


"LISA!"


Mona melihat tajam kearah putrinya dan membuat Lisa sedikit terperanjat.


"I .. Iya Ibu?"


Lisa sedikit gugup saat menjawab Ibunya, sedangkan Mona yang sudah kesal dan marah besar karena tidak dihiraukan oleh Bulan, telah memiliki sebuah rencana yang akan membuat Bulan terpojok dan Bulan akan memohon kepadanya nantinya.


"Kau harus melakukan sesuatu! kau bilang hari valentine nanti si Bulan akan menjadi pemeran utama di drama kan?"


Geram Mona mencengkeram tangannya dengan kuat.


"I ... iya, benar Bu ..." balas Lisa yang memang menceritakan segala sesuatu yang ia tahu di kampus.

__ADS_1


"Heh! bagus sekali! saat itu kau harus membantu Ibu, kita harus membuat dia malu sehingga dia tidak akan bisa menampakkan wajahnya lagi, dengan begitu Ibu bisa mengontrol hidupnya lagi!"


Mona menyeringai tajam, dia telah lupa jika sekarang Bulan bukanlah Bulan yang menjadi putrinya yang penurut itu.


***


Waktu akhirnya berlalu, baik Hardan maupun Bulan sedang dalam perjalanan hendak kembali ke kota dan mengakhirinya kencan mereka yang membuat keduanya terdiam malu.


Lucas adalah yang bertugas untuk menjemput Bosnya karena Hardan akan langsung ke kantor.


Sedangkan Bulan, dia kembali ke apartemen dan akan menyelesaikan beberapa tugas, hari ini dosen yang seharusnya masuk pagi tadi mengatakan tidak bisa hadir karena urusan pribadi, dia hanya memberikan tugas kepada para mahasiswanya.


Saat ini, mobil sudah sampai di lobby apartemen dan Bulan hendak turun secepat yang ia bisa.


Tetapi ... tangan Bulan segera ditahan oleh Hardan tentunya.


"Sayang ... cium aku! kenapa sejak tadi wajah mu sangat merah dan menunduk terus?"


'Cih! bagaimana mungkin aku tidak malu setelah kejadian yang tadi malam! lelaki ini apakah tidak malu sama sekali?'


'Apa hanya aku yang malu?'


Bulan malu sekali, dia melihat kearah Hardan dengan wajahnya yang masih merah sekali.


"Ho?"


"Sayang ..." Hardan mendekatkan dirinya dan wajahnya menempel di pipi Bulan, Hardan sekarang tengah membisik di telinga Bulan.


"Apa kau mau kejadian tadi malam terulang lagi? jika tidak mau ... cepat cium aku sebelum aku ke kantor!"

__ADS_1


Hardan menyeringai, membuat Bulan menjadi panik dan mundur sedikit, dia melirik kearah Lucas yang sepertinya sudah curiga dengan apa yang terjadi kepada Hardan dan Bulan semalam suntuk berada di villa berduaan.


"Kau mau aku yang mencium mu lebih dulu? jika aku yang melakukan nya lebih dulu mungkin aku tidak akan membiarkan mu pulang! bagaimana?"


Hardan sudah meraih dagu Bulan, matanya yang tajam dan ucapannya yang nakal bisa didengar jelas oleh Lucas yang sudah dianggap menjadi nyamuk tak terlihat di dalam mobil.


"Baiklah ... baiklah, akan aku lakukan!" gerutu Bulan sedikit melirik kearah Lucas.


Lucas yang sadar sejak tadi diperhatikan oleh Bulan langsung mengangguk kepalanya dan memejamkan matanya.


"Cup!"


Saat menyadari Lucas sudah memejamkan matanya, Bulan langsung mencium Hardan dengan cepat sekali.


Lalu membuat pintu dan hendak melarikan diri kembali ke unit apartemen.


"Pfft ..."


Hardan terkekeh kecil ketika melihat kekasihnya malu sekali dalam memberikan ciuman.


Sembari mengusap bibirnya, Hardan berseru sampai di dengar oleh petugas keamanan yang bertugas di depan lobby hari ini.


"Sayang ... jangan lupa nanti masak makan siang untuk ku! antar ke kantor ya ..." seru Hardan dengan wajah yang sangat ceria.


Dia suka sekali ketika Bulan menciumnya lebih dulu, dia benar-benar melupakan keberadaan Lucas yang juga ada di dalam mobil.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2