
Episode 77 : Ruby akan merebut Hardan.
***
Di makam orangtua Bulan,
"Baiklah ... aku tunggu di mobil ya, jangan lama-lama karena kita sudah hampir terlambat," balas Bulan menghela nafasnya dalam.
Dia akhirnya pergi meninggalkan Hardan sendirian, dan saat memastikan Bulan sudah tidak ada di sekitarnya, Hardan mulai mengatakan sesuatu.
Keputusannya mengenai hubungannya dengan Bulan.
***
"Ehem," Hardan entah mengapa merasa sedikit gugup.
Dia akan mengatakan ini sekarang, di depan makam ayah dan ibu Bulan.
"Aku tahu ini terlalu terburu-buru, akan tetapi sesuatu yang ajaib baru saja terjadi kepadaku, bahwa aku tiba-tiba saja sembuh akibat putri kalian,"
"Awalnya aku merasa takut ketika mendengar kata pernikahan, aku menjadi terlalu khawatir dan semua itu karena trauma dan penyakit OCD ku,"
"Aku berpikiran terlalu berlebihan, takut jika Bulan akan meninggalkan aku ketika sudah sembuh, tetapi sepertinya aku salah sangka,"
"Bulan tidak mungkin meninggalkan aku setelah dia tahu aku tidak akan bisa hidup tanpa dia, jadi setelah aku menyelesaikan urusanku dengan keluarga ku ..."
Hardan terdiam sebentar, tangannya mengepal kuat dan untuk pertama kalinya dia menundukkan kepala dengan sungguh-sungguh.
"Aku akan menikahi Bulan, ijinkan aku menjaganya seumur hidupku, aku sungguh tidak akan bisa membayangkan hidupku tanpa nya ..."
"Jadi aku akan menyelesaikan semua urusanku dengan cepat, menyingkirkan orang yang nantinya mencoba melukai Bulan,"
"Aku berjanji akan menjadikan Bulan wanita paling bahagia di dunia, aku akan mencintai nya dan semakin mencintainya selama hidupku ..."
Hardan meminta ijin kepada Ayah dan Ibu Bulan, dia ingin mengakan ini nanti ketika urusan keluarganya usai.
Akan tetapi dia ingin menyampaikan ini secara rahasia dulu di makam orangtua kekasihnya.
Setelah mengatakan banyak ucapan kata, akhirnya Hardan menyusul Bulan ke dalam mobil.
Disana Bulan sepertinya sangat penasaran apa sebenarnya sesuatu yang belum saatnya ia dengar.
"Sayang ... apakah kau menunggu terlalu lama?"
Hardan masuk ke dalam mobil, dan langsung menyapa kekasihnya.
Bulan yang menatap penuh arti dan tanda tanya.
"Tidak, aku hanya penasaran apa yang tadi kau bicarakan disana? kenapa aku tidak boleh tahu!" ketus Bukan melipat tangannya.
Menjadi curiga, layaknya dia sejoli yang sedang pacaran.
Melihat Bulan curigaan dan mulai menunjukkan perasaannya bukannya membuat Hardan marah, malah Hardan semakin gemas.
Itu artinya Bulan sudah semakin nyaman dan membuka hatinya kepadanya.
__ADS_1
"Hehe, sayang kau penasaran? kalau penasaran cium aku dulu ..." goda Hardan tahu cara ampuh untuk membuat Bulan kalah dalam perdebatan ini.
Mata Bulan semakin menyipit, dia melihat kearah Hardan yang sudah mulai mendekatkan wajahnya sembari tersenyum nakal.
Tangan Hardan bahkan sudah menarik pinggangnya.
"Hmmm!"
Bulan menghela nafasnya dalam-dalam.
Dia meraih kedua pipi Hardan dan berbicara dengan nada kesal namun terdengar sangat menggemaskan di telinga Hardan.
"Nanti kau akan mengatakannya kepadaku kan? aku akan tahu kan nanti, aku tidak ingin ada rahasia diantara kita ..." balas Bulan menjadi overthinking.
Bulan sama seperti gadis muda pada umumnya, ketika ia jatuh cinta dan berpacaran dengan lelaki yang ia cintai, dia ingin segalanya transparan dan tak ada rahasia.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Hardan berdegup kencang sekali.
Pipinya sudah memerah, dia suka jika Bulan mengambil tindakan lebih dulu seperti ini, ketika Bulan langsung meraih kedua pipinya dan menatapnya dari arah dekat.
"Sayang ..." saat itu Hardan membisik dekat sekali di telinga Bulan.
Sampai Bulan merasa geli dan terperanjat sedikit.
"Kau hampir membuatku menghabisi mu di mobil ini, berhenti menggodaku ... dan hangat membangunkan sesuatu yang belum saatnya kau puaskan, aku juga lelaki dewasa tidak akan mampu menahan diriku jika kau terus saja terlihat menggemaskan dan menggodaku ..."
Hardan membisikkan sesuatu yang sangat nakal, membuat Bulan membeku dan matanya melebar.
Bulan kemudian melihat kearah Hardan dan menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, aku akan menjadi gadis yang baik, jangan lakukan itu ya ..." bisik Bulan lembut sekali.
Berusaha agar Lucas tak mendengarkan pembicaraan nakal mereka.
***
Kedua orang yang tengah dimabuk cinta ini sepertinya tidak memperhatikan keadaan jomblo sejati yang hanya bisa melihat keromantisan Hardan kepada Bulan.
Bagaimana Hardan berubah drastis ketika bersama Bulan, menjadi sosok yang sangat lembut dan penyayang.
Setelah itu Lucas menyetir mobil menuju bandara dan setelah itu Hardan dan Bulan akhirnya menaiki pesawat.
***
Di satu sisi, Ruby yang sudah memiliki kesepakatan dengan Louise sudah mulai menyusun rencananya.
Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Louise, hari ini Hardan akan sampai di negara itu dan pastinya akan kembali pulang ke mansion Ayah kandung Hardan yang sudah lama meninggal.
Ruby terlebih dahulu sampai di mansion itu, sesuai dengan ijin dari Louise, Ruby bisa memasuki mansion kosong itu dengan bebas.
Dia memakai pakaian yang sering ia gunakan dulu ketika masih bersama dengan Hardan, dia juga memasak makanan yang merupakan makanan favorit Hardan.
Ruby akan berada di mansion itu menyambut Hardan, agar Hardan segera kembali kepadanya dan Bulan, akan tahu posisi dan tempatnya.
__ADS_1
Menurut Ruby, Bulan tidak akan pernah menggantikan dirinya di hati Hardan.
"Hardan hanya milikku, dulu aku terpaksa melakukan itu karena aku sangat membutuhkan uang!"
"Tetapi sekarang aku sudah tidak terlalu membutuhkan nya, jadi aku ingin Hardan kembali ke pelukan ku!"
"Hanya aku wanita satu-satunya untuknya! tidak boleh ada yang lain!"
Ruby bekerja sangat keras sendirian menyiapkan makanan untuk menyambut Hardan.
Ruby akan mengingatkan Hardan dengan kenangan mereka dulu, tidak mungkin Hardan sudah melupakannya hanya karena gadis lain.
***
Tak terasa waktu akhirnya berlalu,
Sepanjangan perjalanan, Bulan hanya tidur saja, karena ini adalah pengalaman pertama dia menaiki pesawat membuat Bulan mabuk perjalanan.
Dia bahkan harus dirangkul oleh Hardan karena karena itu.
"Haah! kekasihku yang satu ini, katanya akan melindungi ku, tetapi siapa yang melindungi siapa ..."
"Tapi tak apa, aku senang selalu bersentuhan dengan mu, HAHAHAHA!"
Hardan suka bersentuhan dengan Bulan, pikirannya memang selalu saja mengangkut hal nakal jika bersama Bulan.
.
.
.
.
Author : Hello, terimakasih semua atas saran untuk aku ya hehe ❤️ aku senang kok kalau kalian kasih saran membangun, soalnya aku memang masih memiliki banyak sekali kekurangan hehe 😘
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu 😘
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 100K
Gold akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 50K
Silver akan mendapatkan pulsa/ovo/gopay 25K
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
__ADS_1