Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 64 : Seperti kata kutukan.


__ADS_3

Episode 64 : Seperti kata kutukan.


***


Di kampus Bulan,


"Bulan ... aku senang bisa melakukan peran drama ini denganmu, walau kau tidak mau pergi denganku malam valentine ini, hanya menggenggam tangan mu saat di drama susah membuat ku senang ..."


Kevin dan Bulan tengah melakukan rehersal latihan untuk drama sore ini, mereka semua gugup kecuali Kevin.


Kevin malah senang sekali bisa melakukan drama ini dengan Bulan, dia tidak peduli dengan yang lain, dia bahkan sesungguhnya tidak peduli dengan drama ini, yang ia inginkan hanyalah bersama Bulan.


Bulan tersenyum ramah, sedikit heran dengan Kevin yang sama sekali tidak gugup, berbeda dengan dirinya.


"Oh iya ... aku punya kado valentine untukmu, diterima ya ... setidaknya pengganti kita tidak bisa jalan berdua malam ini ..."


Kevin mengambil sesuatu dari kantung nya.


Sebuah kotak kecil yang sebenarnya ia persiapkan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Bulan, tetapi sudah berapa lama dia mengajak Bulan agar menghabiskan malam saat Valentine tetapi Bulan selalu saja menghindar.


Jika bukan sekarang saatnya memberikan kado ini maka mungkin Kevin tidak akan sempat memberikannya dilain waktu.


Melihat seberapa gesit Bulan selalu menghindar darinya.


Mata Bulan sedikit sayu melihat itu, dia merasa tersentuh dengan ucapan Kevin dan bagaimana selama ini Kevin memang mengejarnya.


Akan tetapi Bulan harus memperjelas posisi mereka, Bulan tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Kevin dan nanti akan menyakiti nya.


Bulan kemudian menolak dengan lembut kado itu dan untuk pertama kalinya berbicara banyak dengan Kevin.

__ADS_1


"Kak Kevin, maafkan aku, mungkin kau tidak tahu tetapi aku sudah punya pacar, walau dia suka memaksa dan sangat arogan tetapi aku tidak mungkin mengkhianati nya ... kado ini takutnya hanya akan memperkeruh hubungan kami, dia sangat pencemburu ..."


"Aku sangat senang Kak Kevin menyiapkan ini untukku, tetapi sepertinya aku harus menolak kado ini ..."


Bulan mencoba menolak kado itu dengan baik dan sopan, mencoba sekuat tenaga untuk tidak menyakiti hati Kevin.


"Pacar? siapa? sejak kapan? apakah dia ada di kampus ini?" Kevin langsung menghujani Bulan dengan banyak sekali pertanyaan.


Membuat Bulan sedikit terkejut dan terdiam dengan matanya yang melebar.


"Ah ... maafkan aku, aku tidak bermaksud menghujani mu dengan banyak pertanyaan, hanya saja aku merasa sakit hati ketika kau bilang sudah punya pacar!"


"Tetapi tenang saja, aku baik-baik saja, ku mohon terima kado ku ini, aku khusu mendesign nya untuk mu, terima sebagai teman saja ..." Kevin tersenyum walau sebenarnya dalam hatinya dia sudah sangat berapi-api.


Kevin hendak mencari tahu siapa pacar Bulan, mengapa lelaki itu mampu meluluhkan es beku seperti Bulan.


'Akan ku cari tahu!'


Jiwa kompetisi dalam diri Kevin sedang berapi-api, dia akan merebut Bulan sebelum mereka menikah.


Bagi Kevin, tidak ada kata terlambat.


Bulan berpikir keras dengan kado yang diberikan oleh Kevin ini, tetapi melihat ekspresi Kevin dan ucapannya yang membuat nya sedih, sungguh membuat Bulan tak tega untuk menolak.


"Ummm ... ba ... baiklah Kak Kevin, aku akan menerima ini sebagai teman ..." balas Bulan menerima kado itu.


"Teman? hahaha! akhirnya kau menganggap ku sebagai teman ..."


"Bagus secara perlahan-lahan, aku akan merebut mu!"

__ADS_1


Secara tidak sadar Kevin sudah terlalu riang ketika Bulan menganggapnya sebagai teman.


***


Disaat yang sama di perusahaan Hardan William,


"Kenapa dia membahas penikahan?"


"Apakah dia akan meninggalkan aku? seperti wanita lain? setelah menikah akan ditinggalkan dan dikhianati?"


Tangan Hardan mencengkeram erat, dia merasa sakit di dadanya.


Kata menikah bukanlah hal mudah baginya, setiap kali kata pernikahan terdengar di telinga nya maka yang ia ingat hanyalah ibunya yang berkhianat, lalu Ruby yang melukai hatinya sangat dalam.


Hardan takut, Bulan akan pergi juga setelah mengatakannya pernikahan.


Seolah bagi Hardan, kata pernikahan itu seperti kata kutukan yang memenuhi kepalanya dan memberikan kecemasan yang berlebihan.


"Tidak! Bulan hanya boleh bersama ku! setelah lama akhirnya aku bisa membuka hatiku, aku tidak akan melepaskan nya apapun yang terjadi!"


Hardan memikirkan nya seharian, dia menjadi panik dan sepertinya penyakit OCD nya membuat nya mengulang-ulang pemikiran itu sampai tubuhnya gemetaran.


Hardan segera berdiri, dia akan menemui Bulan, Hardan tidak akan tenang sebelum bertemu dengannya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2