Hasrat Terindah Tuan Muda

Hasrat Terindah Tuan Muda
Episode 98 : Bulan telah dilenyapkan?


__ADS_3

Episode 98 : Bulan telah dilenyapkan?


***


Disaat Hardan tengah meeting di perusahaannya,


Louise tengah duduk tenang di ruangan kerjanya untuk menerima informasi mengenai kematian Bulan.


Dia melihat ponsel terus menerus dan seolah tak sabar hal itu terjadi.


Dan benar saja di mansion Hardan, dimana denah jelas dengan jalan tikus yang aman telah ditunjukkan oleh Louise kepada para pembunuh bayaran itu.


Mereka menyelinap dengan cepat, seolah tak ada penjagaan apapun di mansion besar itu.


Ketika mereka mengendap-endap, mereka melihat seorang wanita yang merupakan Bulan duduk di atas ranjang.


Bulan yang tengah duduk di tepian ranjang bisa melihat beberapa orang berbaju hitam dan terlihat mengerikan ada di belakang nya melalui pantulan cermin.


Tetapi sebelum berhasil berlari, tanpa panjang lebar para penjahat itu menutupi wajahnya menggunakan kantong kain berwarna hitam.


"AAAHHHHH!"


Dia berteriak histeris dan pingsan begitu saja karena terlalu takut.


Setelah para pembunuh bayaran itu berhasil melumpuhkan Bulan, target yang mereka incar, mereka menghubungi Louise dan akan berencana segera menghabisi Bulan dengan cara yang bersih tanpa jejak.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo bagaimana?" Louise yang sudah tidak sabar dan sangat terobsesi dengan kekayaan itu langsung mengangkat panggilan.


"Kami sudah melumpuhkan wanita yang anda sebutkan! kami hanya tinggal membunuhnya saja!"


Serunya sudah menodongkan senjata api ke kepala Bulan yang sudah pingsan tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Tembak saja biar cepat! nanti juga ada wanita yang akan datang kesana sebagai kambing hitam!"


Seru Louise sudah sangat tidak sabar.


"Baiklah kalau begitu!" balas pembunuh bayaran itu hendak menarik pelatuk agar segera menembak kepala Bulan.


"Dor!"


"Dor!"


"Dor!"


Suara tembakan langsung terdengar nyaring, diikuti oleh telepon genggam yang mati.


Wajah riang Louise terlihat sangat jelas, dia seperti seseorang yang gila tertawa di ruangan kerjanya.


"AKHIRNYA!"


"AKHIRNYA!"


Dia tertawa begitu lepas.


Louise sangat bahagia, hari ini akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya.


Setelah sekian tahun menunggu, akhirnya Hardan benar-benar memiliki kelemahan yaitu Bukan.


Awalnya Louise tidak ingin melakukan sejauh ini, akan tetapi dia melihat kesempatan di depan mata jadi harus ia ambil secepat mungkin.


Dia tidak pernah menduga jika Hardan benar-benar jatuh cinta kepada Bulan, wanita muda yang ia tidak sengaja temui.


Dan bagi Louise mencintai seseorang itu adalah kelemahan paling fatal bagi seseorang.


"AKU AKAN BERPESTA! TIDAK PERLU LAGI BERPURA-PURA DI HADAPAN HERA!"

__ADS_1


"LAGIAN AKU TIDAK PERNAH MENCINTAI WANITA SIALAN ITU!"


"Lacur itu harus aku asingkan sebentar lagi dan aku akan bermain-main dengan gadis muda!"


seru Louise melihat dirinya di pantulan cermin yang ada di ruangan kerjanya.


Dia bahagia dan puas sekali.


Louise mendekati Hera memang hanya ingin menikmati kekayaan, dia melakukannya segala cara untuk merebut hati Hera.


Hati dari istri temannya.


Ya, dahulu Louise adalah teman akrab dari ayah Hardan, Louise mengkhianati pertemanannya dengan Ayah Hardan, karena melihat ada kesempatan untuk merebut perusahaan William dengan cara berselingkuh dengan Hera.


"BRAK!"


Tiba-tiba ada pintu yang terbuka keras, disana sudah ada Hera, Hera yang sudah emosi sejak tadi berdiri dengan wajah yang sangat marah di depan pintu.


"Apa kau bilang tadi? lacur? aku?"


"Kau bilang tidak pernah mencintai aku?"


"Kau ingin bermain-main dengan gadis muda?"


"APA KAU BILANG?"


Hati Hera seperti dihujam pedang, dia sangat mencintai Louise, memberikan segalanya, mengkhianati suaminya yang dulu juga putra pertamanya, Hardan.


Akan tetapi dia baru saja menemukan fakta bahwa dia hanya dimanfaatkan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2