
Episode 49 : Aku membutuhkan mu.
***
"Berhenti berpura-pura baik! aku akan pulang tanpa Ibu minta, aku pulang hanya untuk memperingati hari kematian Ayah saja, bukan untuk Ibu!"
Dengan amarah yang langsung meluap-luap, Hardan mematikan panggilan itu.
Dia benci sekali kepada Ibunya, olehkarena itulah dia tidak pernah kembali kesana.
...
Setelah akhinya Hardan mengangkat panggilan ibunya, kemarahan dalam diri Hardan memuncak lagi.
Dia sesak dan ingin menghancurkan apapun yang ia lihat.
Tetapi dia tetap harus menahan dirinya dengan cara mengatur pernafasannya.
"Untuk apa pura-pura peduli kepadaku dengan berpura-pura menghubungi aku lagi?"
"Semuanya sudah terlambat, waktu tidak akan bisa dikembalikan!"
"Sialan!"
Hardan hanya bisa mengumpat, mengusap rambutnya dengan kasar dan tak bisa tenang sama sekali.
Biasanya jika dia merasa panik dan khawatir berlebihan dia akan segera mengonsumsi obat penenang namun Hardan tidak terlalu nyaman meminum obat itu karena akan ada efek sampingnya nanti.
Jadi Hardan mencoba untuk menahan tak mengenakan nya.
"Ah ... aku hubungi pacarku saja! jika dia ada disini menemani aku mungkin aku bisa sedikit tenang."
Dengan wajah yang pucat, dan tangan gemetaran dia mencoba mengirim pesan kepada kekasihnya.
Hardan tahu yang bisa menemani dan menenangkan nya sekarang hanyalah Bulan seorang.
***
Di sisi lain, dia kampus Bulan,
Seperti biasa Bulan melakukan perkuliahan nya dengan baik, karena dia sudah bekerja menjadi kekasih rahasia untuk Hardan William, saat lalu Hardan sudah memutuskan semua pekerjaan paruh waktu Bulan.
Jadi Bulan bisa fokus hanya untuk menemani Hardan saja.
Saat dosen menjelaskan, Bulan mendengarkan dengan sangat baik.
Sampai ketika ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Setelah kelas mu usai, datang ke kantor, aku sedang membutuhkan mu!"
Ketika Bulan membaca pesan itu, Bulan langsung khawatir, dia merasa mungkin Hardan secara tidak sengaja bersentuhan atau bertemu dengan wanita lain.
Bulan sudah tidak bisa fokus di sisa penjelasan yang diberikan oleh dosen.
Yang ada di kepala Bulan hanyalah ingin cepat keluar kelas dan pergi ke perusahaan Hardan dan memastikan jika Hardan baik-baik saja.
Bulan sudah melihat bagaimana parah keadaan Hardan ketika mengalami alergi bersentuhan dengan wanita, suhu tubuhnya sangat panas dan bermimpi buruk sepanjang malam.
__ADS_1
Walau Bulan tidak memiliki perasaan khusus kepada Hardan, tetap saja Bulan peduli, sebab tanpa ia sadari sesungguhnya Hardan telah membantunya dengan banyak cara.
"Apakah dia baik-baik saja?"
Hanya itu pertanyaan yang ada dalam diri Bulan sekarang ini.
Dia hanya ingin dengan cepat menyelesaikan kelas dan pergi.
Dan seperti yang ia inginkan, tanpa ia sadari waktu sudah berlalu, dia dengan cepat berlari ke luar ruangan ketika dosen sudah pergi.
Dia ingin cepat menjumpai Hardan, Bulan sangat khawatir kalau kalau Hardan dalam kondisi yang sangat buruk sekarang.
"Nona Bulan, aku ada di luar kampus mu, Tuan meminta aku untuk menjemput mu,"
Saat Bulan tengah berlari, hendak menuju halte terdekat, ternyata Lucas sang asisten sudah diperintahkan oleh Hardan untuk menjemput Bulan.
Tanpa menunggu lama Bulan menjumpai Lucas dan mereka pergi bersama.
"Apakah Tuan Hardan baik-baik saja?"
"Apakah dia secara tidak sengaja bertemu wanita lagi?"
"Bagaimana keadaannya sekarang ini?"
Bulan terlihat khawatir sekali, dia terus saja menanyai Lucas mengenai keadaan Hardan.
Lucas yang sudah diperintahkan untuk tidak terlalu lama berbicara dan dekat dengan Bulan hanya melihat dari kaca spion mobil dan menjawab dengan singkat.
"Nona Bulan, mohon jangan berbicara terlalu banyak denganku, Tuan sangat posesif, dia tidak ingin kita terlalu dekat dan berbicara banyak hal bersama ..."
"Aku tidak ingin kehilangan bonus besar tahunan ku, jadi sebaiknya jangan berbicara kepadaku!"
Bulan yang mendengar itu hanya geleng-geleng saja, bagaimana Lucas terlalu patuh kepada Bos nya itu.
Tetapi bukan itu yang penting sekarang, Bulan hanya khawatir mengenai Hardan.
***
Disaat yang bersamaan,
Lisa yang sudah diperintahkan oleh Ibunya untuk menjumpai Bulan tak menemukan Bulan dimanapun.
"Untuk apa kau menunggu Bulan dan memintanya untuk pulang,"
"Sebaiknya kita jalan-jalan saja dan menonton bioskop, kau itu terlalu baik untuk perempuan murahan Seperti dia!"
Teman-teman Lisa yang terhasut oleh curhatan bohong Lisa selama ini meminta Lisa untuk tidak menunggu Bulan dan meminta Bulan untuk pulang lagi.
Menurut teman-teman Lisa ini, Bulan itu sangat rendahan dan tak pantas dibanggakan keluarga oleh orang sebaik Lisa.
"Ummm ..."
"Tapi dia tetap saudara tiriku, tetapi karena aku tidak menemukan nya sebaiknya kita jalan-jalan dulu, aku juga sudah lelah mencari keberadaan Bulan terus ..."
Lagi-lagi Lisa sangat pandai dengan lidahnya, memutarbalikkan fakta dan membuat nama Bulan telah tercoreng di kampus ini.
"Kau baik sekali sih Lisa, seandainya aku adalah kau, mungkin aku sudah menjambak nya dan tak akan menganggap si Bulan itu jadi saudara lagi,"
__ADS_1
"Kau memang orang paling polos dan baik yang pernah kami kenal ..."
Lisa tentu saja dielu-elukan, membuat Lisa berbesar kepala dan bangga sekali dengan kebohongannya.
"Kalian juga baik, menjadi teman-teman ku yang setia ..."
Lisa dengan bangga langsung merangkul teman-temannya hendak pergi bermain layaknya anak muda seusianya.
"Kau yang traktir kami kan Lis? kau kan orang kaya ... kami tidak memiliki uang nih ..."
Seperti biasa teman-temannya selalu saja ingin ditraktir oleh Lisa.
Tetapi Lisa tidak mempermasalahkan itu, dia suka mentraktir teman-temannya, disaat teman-temannya sudah memuji dia sepanjang hari.
***
Hanya dalam beberapa saat, Bulan sudah sampai di perusahaan Hardan William.
Bulan selalu saja berhasil takjub jika melihat betapa kaya Hardan yang menjadi kekasih rahasianya itu.
Matanya selalu melebar jika melihat betapa mewah perusahaan yang biasanya hanya ia lihat di televisi.
Lucas segera membawa Bulan menuju lantai atas, dimana ruangan pribadi Hardan berada.
"Nona Bulan ... nanti jaga sikapmu ya, sepertinya Bos dalam suasana hati yang sangat buruk ..."
Lucas memeringati Bulan seperti biasanya.
Mendengarkan itu, Bulan hanya mengangguk dan mengangkat jempolnya sebagai persetujuan.
Setelah itu, Lucas pergi menuju ruangan kerjanya.
Banyak hal yang harus ia kerjakan setelah ini, sedangkan Bulan sudah mengetuk pintu Hardan ...
"Tok ... Tok ...Tok!"
"Tuan ... ini aku, Bulan ..."
Bulan membuka pintu setelah ia ketuk.
.
.
.
.
Author : Hello jangan lupa berikan like dan komentar sebagai dukungan ya.
Sekali lagi mau mengingatkan jika para pembaca setia yang memiliki label fans akan aku hadiahkan pulsa saat novel ini tamat 😍
Label fans Diamond : Pulsa/Ovo/gopay 100K
Label fans Gold : Pulsa/Ovo/gopay 50K
Label fans Silver : Pulsa/Ovo/gopay 25K
__ADS_1
Terimakasih semuanya, lope you sekebon jeruk.