
Episode 62 : Jangan menolak aku lagi.
***
Bulan mencoba melepaskan dirinya, sebab tangan kokoh Hardan seperti menghimpit nya dan ia tak bisa bergerak sama sekali.
Saat tahu Bulan kesakitan, Hardan melepaskan ciumannya sebentar namun ia tetap berdekatan dan mempertahankan posisi mereka yang berhadapan satu sama lain.
"Sayang ... aku benar-benar menginginkan mu, bagaimana ini? jangan menolak aku lagi ... aku sudah menunggu terlalu lama ..."
Hardan terlihat kesakitan, Bulan juga jadi bingung apa yang harus ia lakukan.
Hardan yang sudah kehilangan akal nya, memang sudah berada di puncak, dia belum pernah merasakan hal itu sebelumnya dan dia sangat ingin sekarang.
“Sayang, kau masih ingat pertanyaan ku sebelumnya? Tentang kau harus segera mempersiapkan dirimu? Aku mau kamu sekarang? Apakah kau masih akan menolak?” bisik Hardan dengan wajahnya yang sudah memerah, matanya tetap terlihat tajam dan nafasnya terasa panas.
Pertanyaan Hardan itu membuat Bulan gelagapan, dia ingin menolak tetapi dia sudah menolak setiap malam.
Sampai di titik Bulan menjadi bingung.
__ADS_1
Tanpa sadar, di tengah kebingungan nya, Hardan sudah menggendong Bulan di tangan dengan lembut, merebahkan nya di atas ranjang dan menatapnya dengan penuh rasa ingin.
Hardan melihat Bulan terdiam dan seperti bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Hardan yang tidak mau melepaskan kesempatan ini mulai memberikan kecupan di dahi Bulan, menuju matanya dan kemudian berakhir di bibirnya.
Dia begitu antusias melakukan ciuman itu, seperti ciuman yang terakhir kali dirasakan oleh Bulan, yang ini juga terasa begitu intens dan panas, sepertinya Hardan sungguh tidak menahan dirinya sekarang sama seperti saat lalu saat ia kehilangan kendali.
Saat itu Bulan mencoba menunjukkan penolakan tetapi dia menahan tangannya, dia tidak ingin lagi berdebat masalah ini, walau hatinya seperti menolak tetapi dia juga sebenarnya kasihan kepada Hardan.
Bagi Bulan, mungkin jika mereka melakukan nya maka Hardan akan sembuh.
Saat wajah Hardan mulai turun dan memberikan tanda di lehernya, Bulan merasa hal yang aneh lagi, sama seperti sebelumnya, dia tidak bisa mengontrol tubuhnya dan dia memberikan reaksi yang membuatnya semakin malu.
“Jangan mengatakan itu, aku malu! juga melakukan ini terlalu terburu-buru, aku sama sekali belum siap,” Bulan sangat malu dan kecewa pada dirinya sendiri, sampai ia menutupi wajahnya dengan kedua tangnnya karena tidak sanggup melihat Hardan yang terus memberikan rangsangan pada tubuhnya.
“Ho? Kamu malu? Sayang, kau semakin menggemaskan” goda Hardan lagi masih merasa senang sekali, dia merasa melakukan ini dengan Bulan akan sangat luar biasa, akan membuat nya merasakan sesuatu yang baru dan tak akan pernah ia lupakan.
Padahal mereka belum melakukan apapun, Hardan hanya menyentuh Bulan sedikit namun gejolak dalam dirinya sudah terlalu besar dan menggebu gebu sekarang.
__ADS_1
“Sayang, lihat aku,” bisik Hardan mengusap rambut Bulan dan meraih dagunya agar menghadapkan wajah Bulan ke hadapannya.
Saat itu, Hardan melihat wajah Bulan yang terlihat tidak tega kepadanya, Hardan langsung mengerti jika sebenarnya Bulan belum mau melakukannya, hanya saja Bulan tidak tega menolak.
"Melakukan hal seperti ini hanya bisa setelah menikah, tetapi jika kau merasa tubuhku bisa jadi penyembuh maka lakukan saja ..."
"Aku tidak bisa memberikan apapun sebagai rasa terimakasih, aku hanya memiliki harga diri dan tubuhku, jadi jika tubuhku bisa menyenangkan mu maka ambil saja ..."
Bulan meraih pipi Hardan yang tercengang di atas tubuhnya.
Hardan merasa hubungan ini semakin rumit, lalu ketika ia mendengar pernikahan wajahnya langsung berubah.
.
.
.
.
__ADS_1
Author : Hello terimakasih bantuan nya ya sudah menaikkan rating novel ini, wkwkw rating novel ini memang sengaja diturunkan oleh seseorang, bukan pembaca 😌
Tapi aku ga mau bales, semoga semakin sukses aja semuanya dan hatinya menjadi damai. 🥺