
Episode 67 : Akan kuberikan mereka hukuman setimpal.
***
Ketika Bulan menutup telinga dan matanya, saat itu seseorang dengan aroma tubuh yang familiar dan rasa hangat yang sering dirasakan memeluknya dengan sangat erat.
"Sayang ... jangan menangis ... ada aku disini dan aku akan melindungi mu ..." suaranya sangat menenangkan, hawa keberadaan nya begitu besar sehingga membuat Bulan terdiam sesaat.
Bulan membuka matanya, dia sudah berada dalam pelukan yang aman, membuatnya nyaman dan tenang.
Dia masih terisak dan mencengkeram kemeja yang dikenakan oleh kekasihnya.
"Mereka tidak percaya padaku ... mereka menghinaku dan mengatakan semua itu karena aku tidak punya siapa-siapa, mereka tidak mempercayai ku," Bulan berbicara pilu, mengadu kepada Hardan bagaimana ia merasa sangat tidak adil, terluka dia dipermalukan sebegitu buruknya.
Hardan mengusap pundak kekasihnya, mengecup dahinya lalu menggendongnya.
"Aku mempercayai mu, kau memiliki aku ... jadi jangan takut," Hardan kembali menenangkan Bulan, tanpa menghiraukan keberadaan Kevin yang mengaga melihat keberadaan Hardan disekitarnya.
Hardan menggendong Bulan dengan lembut, melangkah keluar gedung ketika semua penonton sudah keluar.
Bulan masih terluka, malu dan tidak menyangka ibunya mengambil fotonya disaat paling memalukan Seperti itu.
Dia bersembunyi di tempat paling aman baginya, di dalam dekapan lelaki yang memberikannya rasa aman.
Hardan diam sejak tadi, kemarahan dalam dirinya tidak akan mereda dengan mudah, sebelum dia meluapkan kemarahannya maka hatinya tidak akan sembuh.
Langkah kakinya begitu panjang, membuat keduanya dengan cepat sampai ke dalam mobil.
"Sayang ... tunggu disini sebentar ya, aku mau berbicara dengan assiten ku dulu ..." Hardan mengusap pipi Bulan yang terus menempel padanya.
Mencengkeram kemejanya, ucapan hinaan dan mata mengerikan orang-orang tadi masih terbayang di kepalanya.
"Jangan pergi ... mau kemana?" Bulan menghentikan Hardan, Bulan tidak ingin Hardan pergi.
Jika Hardan pergi, Bulan merasa tidak aman, jadi Bulan harus memastikan kekasihnya ini harus tetap berada di sisinya.
Setelah mendengar itu, dengan lembut tangan kokoh Hardan segera mengusap rambut Bulan, dia berbicara lembut sekali dan membisik.
"Hanya beberapa menit, aku akan langsung kembali, aku hanya akan berbicara sebentar, tunggu disini ya ..." bisik Hardan dengan nada yang lembut.
Dia menggenggam tangan Bulan mencoba menenangkan Bulan yang masih ketakutan akibat kejadian mengerikan tadi.
Bulan melihat kearah Hardan, matanya yang bulat dan masih berkaca-kaca, Bulan segera menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ummm ... tapi cepatlah kembali," balas Bulan seolah akan membiarkan Hardan pergi jauh.
Padahal Hardan hanya akan berbicara di luar mobil untuk membicarakan semua masalah malam ini dengan assiten nya.
Setelah mendapat ijin, Hardan akhirnya keluar, disana sudah ada Lucas yang siap mendapatkan perintah dari atasannya.
"Lucas ... apakah sudah kau temukan orang yang menyebabkan kericuhan ini?"
Dengan lantang dan wajah yang sangat marah, dia bertanya kepada assiten nya sampai membuat Lucas sedikit gugup.
Selama Lucas menjadi bawahan Hardan, baru kali ini Hardan marah sampai semengerikan ini.
"Sudah Bos, mereka ada di antara penonton dan telah menyiapkan proyektor sebelum drama dimulai, dan ternyata mereka adalah anggota keluarga Nona Bulan," balas Lucas memberikan laporan yang ia dapatkan saat ini.
"HEH! Mereka lagi, akan aku tunjukkan bagaimana rasanya bermain api!" geram Hardan dengan nada sinis dan mata yang sangat tajam.
"Jangan pernah menyebut mereka Keluarga pacar ku lagi! mereka itu hanya sampah! bawa mereka ke mansion ku tetapi terlebih dahulu berikan perlakuan khusu!" perintah Hardan lagi membuat Lucas semakin terkejut.
Perlakuan khusus dalam hal ini maksud Hardan adalah bahwa Mona dan Lisa sebagai pelaku penderitaan Bulan akan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Dimana akan ada petugas yang melukai mereka seperti bagaimana Hardan biasanya menghabisi karyawannya yang korupsi.
Artinya dalam hal ini, Hardan akan melakukan kekerasan yang mengerikan.
Mona dan Lisa adalah wanita pertama yang mendapatkan hukuman seperti ini dari atasannya.
"Untuk orang-orang yang tadi mencemooh kekasihku, buat mereka membayar seribu kali lipat, mereka juga harus dipermalukan di depan umum! sampai mereka malu sejadi-jadinya!"
"Dan yang terakhir, jangan sampai kejadian ini masuk ke media sosial, jika ada yang berani maka langsung tidak lanjuti, gunakan seluruh kekuasaan ku untuk menghancurkan mereka semua!"
Hardan memberikan perintah terakhirnya, dengan emosi yang meluap-luap, dia masih tidak menyangka mengapa banyak orang membenci Bulan.
Padahal Bulan jika di kampus tidak terlalu banyak bergaul, tidak pernah membuat jahat dan selalu memilih kedamaian, orang-orang yang membenci Bulan benar-benar harus diberikan hukuman yang setimpal.
Agar hati busuk dan mulut kotor mereka bahkan tidak akan berani menyebut nama pacarnya lagi.
***
Bulan melihat Hardan berbicara seperti tengah marah besar kepada gurunya, Lucas.
lalu setelah itu, ketika Hardan membalikkan badannya kearah Bulan, Hardan mengubah wajah marahnya menjadi senyuman yang nyaman.
Hardan melangkah dengan cepat dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Lihat kan aku hanya sebentar berbicara dengan Lucas, sekarang kita pulang, kita kembali ke mansion ku dulu, disana lebih aman untuk mu," ucap Hardan sesampainya di mobil langsung memeluk Bulan dan mengecup keningnya.
"Ummm ... kemanapun, asal kau ada disana, maka tidak apa," ucap Bulan bersandar di dada Hardan dan mencoba memejamkan matanya.
Melupakan semua kejadian mengerikan hari ini, tetapi sangat sulit untuknya.
Sama seperti Hardan yang langsung tahu siapa pelakunya, Bulan juga langsung tahu siapa yang melakukan itu.
Bulan sangat tidak terima diperlakukan seperti itu, mengapa kedua orang itu tega sekali padahal Bulan tidak melakukan apapun.
Hardan yang menyadari kekasihnya marah dari hatinya, mencoba menggenggam tangan mungil Bulan.
"Sayang ... aku akan membereskan semuanya untuk mu, tidak akan ada yang bisa melukai mu, aku tidak akan membiarkan air mata Kesedihan mu menangis lagi, jadi bersandar lah padaku ..." ucap Hardan menggenggam erat tangan kekasihnya.
Sebagai simbol jika semuanya sudah akan dibereskan dan Bulan tidak perlu takut.
Hardan dan Bulan mungkin belum sadar, jika baru saja Hardan bertemu banyak orang, bersentuhan dengan banyak orang namun hingga kini dia baik-baik saja.
Ini semua karena Bulan, keinginan Hardan melindungi Bulan lebih besar dari penyakit yang ia derita selama ini.
***
Di satu sisi,
Saat tadi Kevin melihat Hardan dengan jelas di depan matanya, walau lampu mati, Kevin masih bisa melihat dengan jelas karena lampu dari liat kaca gedung.
"I ... idolaku, Hardan William ternyata adalah kekasih dari gadis yang aku suka?"
"Takdir macam apa ini?"
Kevin masih tidak menyangka, bagaimana ternyata lelaki yang bisa meluluhkan bongkahan es seperti Bulan adalah panutannya, Hardan William.
Hardan William adalah sosok pebisnis paling kaya, muda dan sangat terkenal, suatu hari nanti Kevin ingin seperti Hardan.
Tetapi sekarang dia dikalahkan dengan telak dalam pertarungan cinta antara dirinya, Bulan dan idolanya, Hardan William.
.
.
.
.
__ADS_1