
Episode 33 : Wanita malam hendak menggoda Tuan Hardan.
***
Sampai ketika ....
"Brak!"
Suara pintu terbuka yang sangat nyaring, pintu itu sampai rusak karena telah ditendang oleh seseorang.
Semua mata tentu saja langsung tertuju ke arah pintu.
"Siapa sih yang sembarangan membuka pintu orang! kau mau mati ya!"
Karyawan Hardan yang korupsi itu belum melihat siapa orang yang mendobrak pintu dengan entengnya mengancam dengan nada yang sinis.
Sampai ketika matanya menoleh ke samping ...
Matanya melebar dan ketakutan menjalar di seluruh tubuhnya.
Dia bisa dengan jelas melihat jika Bos nya, yaitu Hardan William tengah melangkah mendekat, dengan aura mendominasi dan mata yang sangat tajam.
Salah satu tangannya ada di saku, dan hawa keberadaan nya sungguh memenuhi ruangan ini.
"Hei ... hei bukankah itu pemilik perusahaan keluarga William?"
"Konglomerat yang sangat susah di temui?"
"Dia sering sekali terlihat di majalah,"
__ADS_1
"Astagaa dia terlalu tampan dan mendominasi jika di lihat secara langsung!"
"Aaaa ... aku jatuh cinta ...."
Para gadis penghibur itu segera berteriak kegirangan dan jatuh cinta setengah mati hanya karena melihat betapa mendominasi dan tampan nya lelaki konglomerat yang ada di hadapan mereka.
"Ayo kita goda dia, siapa tahu kita beruntung bisa menidurinya malam ini,"
Mereka berbondong-bondong hendak mendekat dan mengeluarkan seluruh pesona mereka hendak menggoda Hardan William.
Akan tetapi saat mereka hendak mendekat, ada seorang wanita berbadan mungil yang terlihat seperti kucing kecil yang menjaga harimau di belakangnya.
Bulan berlari ke hadapan Hardan William dan merentangkan kedua tangannya, wajahnya dibuat seganas mungkin dan semangat pelindung dalam dirinya tengah berkobar.
"Tenang Tuan Hardan, aku akan melindungi mu dengan jiwa dan ragaku!"
Bulan benar-benar serius dalam menggeluti misinya kali ini, hal itu membuat Hardan William hampir saja tertawa melihat betapa menggemaskan gadis yang merentangkan kedua tangan di hadapannya.
"Dan kalian, jangan berani menyentuh Tuan ku, jika kalian berani, langkahi dulu nyawaku!"
Bulan berseru dan sangat percaya diri.
Sepertinya Bulan terlalu banyak menonton serial heroik jadi dia merasa misi kali ini sama seperti di dalam film.
Melindungi seseorang dengan nyawanya sendiri, Seperti jenderal yang mati dalam perang.
Tetapi tentu saja, Bulan yang bertubuh mungil dan baby face itu membuat semua orang tertawa.
"Adik siapa ini berkeliaran di sini?"
__ADS_1
"Cepat pulang, kau bersekolah dimana?"
"Tidak baik, adik kecil seperti mu berada di tempat seperti ini, hanya kakak-kakak menggoda seperti kami yang sudah pantas berada di sini!"
"Cepat pulang ..."
Para wanita penghibur yang hendak menggoda Hardan itu malah mengira jika Bulan itu anak sekolahan karena wajahnya yang tanpa riasan dan baby face.
"Sudah jangan hiraukan dia, ayo kita gunakan kesempatan ini untuk menggoda Tuan Hardan,"
Mereka langsung melangkah dengan cepat nun tentu saja dihalau oleh Bulan.
"Jangan mendekat, aku serius ... lagian kakak-kakak disini biar aku kasih tahu ya, aku sudah kuliah, bukan anak sekolahan ..."
Geram Bulan tak terima dicap sebagai anak sekolah dan adik kecil.
Para gadis penghibur sama sekali tidak menghiraukan Bulan.
Saat mereka hendak mendekat semakin dekat, Bulan menggunakan badannya untuk melindungi Hardan.
Untung saja Bulan memiliki kekuatan fisik yang mempuni, membuat mereka semua terdorong ke belakang.
Akan tetapi karena jarak mereka terlalu dekat salah seorang dari mereka secara tak sadar menyentuh Hardan sedikit.
.
.
.
__ADS_1
.