
Episode 95 : Cinta tulus itu menyembuhkan.
***
Setelah Hera dan Glen pergi, Bulan langsung bernafas lega, kakinya menjadi lemah seolah tak bisa berdiri, dia memusatkan seluruh keberanian nya untuk membela Hardan.
Walau bagi Bulan, ini sama saja menghancurkan prinsipnya untuk tidak berbicara kuat kepada orangtua.
Akan tetapi bagi Bulan, Hera bahkan lebih buruk dari mantan ibu tirinya, dimana mantan Ibu tirinya masih menyayangi Lisa.
Akan tetapi Hera seolah tidak memiliki ikatan batin dengan Hardan.
Tangan Bulan gemetaran dan wajahnya menjadi pucat karena baru saja bertengkar dengan Ibu kekasihnya.
Segala keberaniannya seolah terpakai habis ketika Hera pergi.
Hardan kemudian menggenggam tangan Bulan, lalu wajahnya bersandar di tengkuknya.
Mata Bulan melebar ketika merasakan itu, lalu saat ia hendak berbalik melihat Hardan, Hardan segera melarang.
"Tolong jangan lihat aku sekarang, biarkan begini sebentar ... genggam tanganku dan biarkan aku bersandar di pundak mu ..."
Suara Hardan gemetaran sekali, Bulan bisa merasakan air mata kekasih itu telah membasahi pundaknya.
Mau bagaimana pun, Hardan adalah seorang manusia biasa, dia juga memiliki perasaan dan hati.
__ADS_1
Ketika mengetahui Ibunya bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun dan mengatakan kesalahan masa lalu hanyalah kesalahan biasa membuat hatinya semakin terpukul.
Hardan merasa tidak adil, karena kesalahan biasa yang dikatakan Ibunya dia sampai menderita penyakit pak OCD, bahkan Ayahnya meninggalkan dunia dengan perasaan hancur dikhianati orang terdekatnya.
Hardan merasa semuanya tidak adil, dia marah dan penyakitnya hampir kambuh lagi.
Tetapi keberadaan Bulan memutarbalikkan semuanya, Bulan berdiri di hadapannya, walah tubuhnya mungil tetapi suaranya sangat nyaring membela dirinya.
Seolah mengatakan kepada Hardan, jika cinta tulus itu masih ada di dunia ini.
Tidak semua wanita seperti ibunya.
Bagi Hardan setelah bertemu dengan Bulan adalah dia mengerti jika cinta tulus itu pasti menyembuhkan.
Cinta tulus yang menjadi rumah dan tempat untuk bersandar Seperti yang ia lakukan sekarang.
***
Dia lebih terluka ketika melihat lelaki tempat berlindung nya yang bagaikan pohon rindang yang menaunginya dirubuhkan oleh angin.
Bulan lebih terluka sebab ternyata Hardan selama ini menderita sekali akibat ibunya sendiri.
Saat Hardan bersandar di bahunya, Bulan sudah tak bisa menahan tangisannya lagi.
Dia berdiri tegap tetap dia sudah sesenggukan, dia tidak suka melihat Hardan meneteskan air matanya.
__ADS_1
Hardan yang sadar Bulan menahan tangis bahkan sampai sesenggukan menatap dengan heran, dia memutar badan Bulan agar menghadap kearahnya.
"Sayang ... kenapa kau menangis?" tanya Hardan mencoba mengusap air mata Bulan yang terus saja mengalir tak berhenti.
Dengan sesenggukan Bulan menjawab dengan sedikit terbata-bata.
"A ... aku, aku tidak suka melihat mu sedih, aku tidak suka melihat orang lain melukai mu, aku tidak akan meninggalkan mu, jadi jangan bersedih karena oranglain,"
"Aku tidak akan pernah membuat mu bersedih seperti yang oranglain lakukan!"
Bulan benar-benar tak bisa menahan lupa perasaannya, dia tak bisa menghentikan tangisan ini.
Membuat Hardan terpana dan berdebar-debar.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Hardan berdegup kencang sekali, dia meraih kedua pipi Bulan dan berbicara dari arah yang sangat dekat.
"Sayang ... apakah kau benar-benar sudah menyukai aku?" tanya Hardan benar-benar penasaran.
Selama ini dia mengatakan Bulan menyukai nya hanyalah bentuk rasa percaya dirinya saja, kali ini dia sungguh akan memastikannya.
.
.
__ADS_1
.
.